Himbauan Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Senin, 26 Juli 2010 | 13:59 WIB
Assalamu'alaikum wr. wr.
Berkenaan dengan datangnya bulan Ramadhan 1431 H tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan himbauan sebagai berikut:
1. Warga Muhammadiyah dihimbau menjaga niat dan kemurnian ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya sesuai dengan ajaran Islam yang menjadi pegangan Muhammadiyah dnegan semangat menjadikan Ramadhan 1431 H ini sebagai metamorfosis kehidupan dan proses transformasi diri dari keadaan yang serba negatif kepada keadaan yang serba positif.
2. Warga Muhamamdiyah khususnya dan umat Isalm pada umumnya dihimbau dapat mengambil keberkahan Ramadhan dari semua aktifitas positif dan dapat memajukan Islam dan umat Islam, termasuk dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan pemberdayaan umat. Pada bulan Ramadhan tersebut umat Islam hendaknya benar-benar berinteraksi dengan al-qur'an untuk meraih keberkahan hidup dan meniti jenjang menuju umat yang terbaik dengan petunjuk al-qur'an. Berinteraksi dalam arti hidup dalam naungan al-qur'an baik secara tilawah (membaca), tadabbur (memahami), hifzh (menghafalkan), tanfidzh (mengamalkan), ta'liim (mengajarkan), dan tahkiim (menjadikannya sebagai pedoman).
3. Warga Muhammadiyah dan umat Islam dihimbau agar memanfaatkan bulan Ramadhan sebaik-baiknya dengan melakukan dakwah dan tarbiyah, terus melakukan gerakan reformasi (harakatul ishlah) kehidupan berbangsa, membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama, meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan. Warga Muhammadiyah dihimbau untuk menyebarkan syiar Islam, meramaikan masjid dan menggairahkan bulan Ramadhan dengan segala amaliah-nya seperti tabligh, pengajian al-qur'an, kajian hidup islami, tadarus kitab, bersih kampung, donor darah, reboisasi, memperbanyak sedekah dan sebagainya, sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.
4. Warga Muhammadiyah dan umat Islam dan segenap bangsa (khususnya terkait dengan Ramadhan yang bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65), diharapkan dapat memaknai Ramadhan dan peringatan kemerdekaan RI denganpendekatan dan aksi-aksi sosial yang hidup. Ramadhan dan peringatan kemerdekaan bangsa harus dekat dengan manusia dan kemanusiaan, terutama yang selama ini tertindas dan terkungkung oleh sejarah. Karena agama dan negara hadir untuk membebaskan manusia sebagai manusia seutuhnya dari belenggu-belenggu kehidupan. Inilah makna kemerdekaan sejati dan makna dari dimensi horizontal dan vertikal manusia beragama.
5. Mengajak kaum muslimin dan segenap komponen bangsa Indonesia untuk menjadikan Idul Fitri 1431 H sebagai titik tolak memasuki hidup otentik, yaitu kembali menjadi manusia suci in optima forma. Kesucian adalah pembawaan alamiah manusia yang harus dipertahankan dengan tindakan suci. Dan karena kesucian primordial itu ada pada setiap orang, maka melalui Ramadhan yang diikuti dengan Hari Raya Idul Fitri ini manusia disadarkan tentang kesucian sesamanya. Maka, setiap manusia hendaknya menghormati sesamanya seperti menghormati dirinya sendiri, dan ikut berusaha menegakkan pola hidup bersama yang dijiwai oleh sikap saling percaya dengan baik (husnu al-dzan, prasangka baik), karena sikap saling tidak percaya )su'u al-dzan, prasangka buruk) adalah bertentangan dengan dasar kesucian primordial, sehingga dengan sendirinya juga tidak manusiawi, menyimpang dari fitrah yang hanif.
Demikian himbauan ini disampaikan untuk dilaksanakan dan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1431 H. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah Nya kepada kita, amien ya Rabbla 'Alamin.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Yogyakarta, 16 Juli 2010 M
Pimpinan Pusat Muhammadiyah