PIMPINAN PUSAT ‘AISYIYAH
‘AISYIYAH PUSAT

'Aisyiyah Muhammadiyah Siap Hijaukan Jateng Melalui GMPS 2021

'Aisyiyah Muhammadiyah Siap Hijaukan Jateng Melalui GMPS 2021

Kamis, 11 Februari 2021

Sabtu (6/2) malam, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah bekerjasama dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah adakan Webinar Gerakan Muhammadiyah Peduli Sampah (GMPS) 2021 melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyukseskan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang dilaksanakan setiap tanggal 21 Februari. Sebanyak 277 peserta dari seluruh Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom Persyarikatan Muhammadiyah se-Jawa Tengah turut hadir memeriahkan acara tahunan ini.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, Ummul Baroroh, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah selaku gerakan dakwah amar maruf nahi munkar, gerakan dakwah yang berkemajuan harus sadar dan peduli atas persoalan sampah karena semakin lama persoalan sampah semakin banyak. "Peduli sampah sudah harus menjadi kebiasaan di kehidupan kita sehari-hari karena kita semua sebagai makhluk hidup yang tidak lepas dari sampah, di mana-mana selalu memproduksi sampah, oleh karena itu kita harus peduli terhadap pengelolaan sampah, harus sadar bahwa sampah kalau tidak kita perhatikan akan menjadi sumber penyakit, sumber bencana, tetapi kalau kita peduli dan kita kelola sampah akan menjadi sumber daya bermanfaat, bernilai ekonomi, dan mencegah kerusakan lingkungan."

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Tafsir juga mendukung pernyataan tersebut dengan menyampaikan sebuah hadis di mana Nabi Muhammad bersabda bahwa dunia itu hijau. "Dunia itu hijau artinya apa ? mari kita bangun kesadaran kosmologis untuk senantiasa berwawasan bagaimana membangun kesadaran bumi hijau, kalau kita mampu membangun dan mengimplementasikan bagaimana menjaga bumi hijau maka Insya Allah keseimbangan hidup akan terjaga dengan baik."

Akan tetapi menurut Tafsir, banyak hambatan dalam menghijaukan bumi ini. Ia menyebut, tidak mudah membangun kesadaran dan implementasi bumi hujau karena seiring pertumbuhan penduduk maka bertambah pula kebutuhan manusia yang semuanya itu dibangun dan setiap pembangunan pasti mengurangi hijaunya bumi belum lagi terkait penumpukan sampah.

Muhammadiyah dengan GMPS-nya mengajak masyarakat untuk lebih peduli sampah. Dengan gerakan ini harapannya resiko pencemaran lingkungan dapat berkurang.

Deny Ana I'tikafia, selaku Ketua Divisi Lingkungan Hidup LLHPB PWA Jawa Tengah menjelaskan bahwa tujuan dari GMPS ini adalah meningkatkan kesadaran dan kepedulian warga persyarikatan Muhammadiyah se-Jawa Tengah akan pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah, serta mampu berkontribusi dalam pengurangan risiko bencana banjir, pencemaran, dan kerusakan lingkungan.

Deny menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan bekerjasama dengan seluruh Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom di Persyarikatan Muhammadiyah se-Jawa Tengah. "Nantinya seluruh elemen persyarikatan akan bekerjasama untuk mensosialisasikan pentingnya memilah sampah dan mengadakan tempat sampah terpilah di lingkungan rumah tangga, di masjid, di amal usaha, pendidikan, kesehatan, dan sosial serta di lingkungan masyarakat sekitar. Ke depan GMPS juga akan terus mengedukasi masyarakat dengan kegiatan berupa webinar, lomba video pendek, pemasangan stiker/baliho, dan lain sebagainya.

Dalam menangani sampah, menurut Prof Syafrudin, sebagai salah satu narasumber, langkah awal yang dilakukan adalah dengan merubah mindset. Kesadaran pentingnya pengelolaan sampah ini bisa dimulai dari masing-masing keluarga. “Sekarang dalam menangani sampah prinsip yang harus digunakan yaitu pilah-kumpul-angkut-ambil energinya,”terang Prof Syafrudin yang juga menjadi dosen di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Senada dengan Prof Syafrudin, praktisi pengelola sampah Agus Mustawa juga menyerukan pentingnya mindset pengelolaan sampah yang benar. “Kita harus bergerak dari bawah untuk menyadarkan mindset masyarakat. Memang, merubah mindset masyarakat itu sendiri bukanlah pekerjaan yang mudah,”ujar Agus Mustawa.

Mindset sampah yang jorok harus diubah. Hal ini bisa kita lakukan dengan memikirkan bahwa sampah itu sumber daya. “Sampah itu sumber daya apabila dikelola dengan benar. Disamping juga bisa diolah menjadi kompos dan lain sebagainya,”imbuh Prof Syafrudin.

Selain itu, pemilahan sampah juga bisa menghasilkan nilai ekonomis yang besar. Hal ini bisa dimulai dari masing-masing rumah tangga sebelum membuang sampah ke tong. Langkah kecil yang kita lakukan hari ini, kata Agus Mustawa, membawa dampak yang besar. “Satu sampah yang kita buang sembarangan itu artinya kita merusak bumi. Satu sampah yang kita kelola itu berarti kita memelihara bumi,”pesan Agus di akhir sesi. (Intan/Suri)

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

(QS. Ali 'Imran: 104)

Jl. Menteng Raya No. 62, 10340, Jakarta Pusat Telp/Faks: 021-3918318
Jl. Gandaria I/1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp/Faks: 021-7260492
Jl. KH. A. Dahlan 32, Yogyakarta 55161. Telp/Faks: 0274-562171 | 0274-540009