PIMPINAN PUSAT ‘AISYIYAH
‘AISYIYAH PUSAT

'Aisyiyah Targetkan 5 Juta Warga Persyarikatan Sukseskan GLHA

'Aisyiyah Targetkan 5 Juta Warga Persyarikatan Sukseskan GLHA

Minggu, 28 Maret 2021

“Dengan memanfaatkan lahan di sekitar lingkungan kita akan memudahkan pemeliharaan dan dapat mengontrol kualitas hasil panennya, sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga sebagai sumber gizi dan mineral yang sehat dan aman.” Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Dyah Suminar dalam Webinar Nasional MEK PPA, pada Sabtu (27/3) yang mengangkat tema "Gerakan Lumbung Hidup 'Aisyiyah Mendukung Ketahanan Pangan Nasional."

Dyah Suminar melanjutkan bahwa Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatan pekarangan yang dikelola oleh keluarga/kelompok masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya lahan yang tersedia dilingkungannya. Gerakan Lumbung Hidup 'Aisyiyah diharapkan mampu memberikan kontribusi ketersediaan pangan secara mandiri baik di masa Pandemi COVID-19, maupun pada saat situasi aman untuk mengantisipasi masalah kelangkaan pangan yang menjadi isu global.

Oleh karena itu, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah mencanangkan 5 juta warga Muhammadiyah – ‘Aisyiyah menanam bahan pangan melalui Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA). Target ini merupakan bagian dari ikhtiar ‘Aisyiyah sebagai solusi bagi keterbatasan bahan pangan masyarakat.

Dyah menjelaskan bahwa Lumbung Hidup ‘Aisyiyah sebenarnya sudah dilakukan sejak sebelum pandemi. Ada berbagai bentuk kegiatan yang sudah terlaksana, baik berupa membuat kebijakan dan panduan, kegiatan seremonial, sampai praksis gerakan di lapangan. Ke depan, Dyah berharap bahwa program GLHA tidak berhenti pada acara seremonial, melainkan menjadi BUEKA (Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah) bidang pangan dengan target sejuta warga ‘Aisyiyah melakukan GLHA.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini menyampaikan bahwa GLHA merupakan kontribusi nyata ‘Aisyiyah dalam menyelesaikan problem pangan yang semakin nyata. Di tengah situasi pandemi, jelas Noordjannah, ‘Aisyiyah berusaha untuk berikhtiar dan terus bergerak dengan bergotong-royong dan saling membantu antar masyarakat guna menghadapi kondisi yang tidak mudah ini. “Saya meyakini bahwa perempuan-perempuan itu mempunyai kekuatan, kesabaran, dan keuletan untuk menghadapi situasi yang berat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nordjannah menyampaikan bahwa GLHA tidak semata-mata berhubungan dengan nilai ekonomi, tapi juga nilai rohani. Oleh karenanya, ia menekankan bahwa ikhtiar yang dilakukan warga ‘Aisyiyah melalui GLH itu juga dilakukan dengan melibatkan dimensi ruhaniyah, misalnya dengan melibatkan Tuhan dalam segala aktivitasnya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Substansi Ketersediaan Pangan Kementerian Pertanian RI, Rachmi Widiriani, menyampaikan bahwa status ketahanan pangan dan gizi Indonesia di tahun 2019 berdasarkan Global Food Security Index berada di posisi 62 dari 113 negara. Meski masih berada di bawah Singapura (1), Malaysia (28), Thailand (52), dan Vietnam (54), posisi Indonesia terus mengalami peningkatan (perbaikan) jika dihitung year on year.

Rachmi juga menerangkat bahwa terkait peluang Ketahanan Pangan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru menjadi kebutuhan primer yang tidak dapat ditunda karena barang sekunder dan tersier dapat ditangguhkan. Kedua, permintaan pangan yang beragam dan berkualitas sebagai penguat imun terus meningkat. Ketiga, Menanam tanaman pangan di halaman atau teras menjadi lifestyle yang semakin diminati masyarakat. Keempat, Pertanian menjadi solusi usaha korban PHK, dan kelima hasil produksi petani, peternak dan UMKM pangan menjadi penggerak perekonomian di tingkat desa.

Dalam kegiatan webinar ini juga digelar Expo Olahan Pangan Lokal serta pengumuman pemenang lomba Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah dan penghargaan kepada nominasi terbaik Olahan Pangan Lokal. Juara I diterima oleh MEK PDA Kabupaten Kediri, Juara 2 yaitu MEK PDA Banyumas, Juara 3 yaitu MEK PDA Bukittinggi, Juara Harapan I MEK PDA Demak, dan Juara Harapan II MEK PDA Kota Yogyakarta. (Suri)

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

(QS. Ali 'Imran: 104)

Jl. Menteng Raya No. 62, 10340, Jakarta Pusat Telp/Faks: 021-3918318
Jl. Gandaria I/1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp/Faks: 021-7260492
Jl. KH. A. Dahlan 32, Yogyakarta 55161. Telp/Faks: 0274-562171 | 0274-540009