PIMPINAN PUSAT ‘AISYIYAH
‘AISYIYAH PUSAT

Pengajian Ramadan 'Aisyiyah Perteguh Peran Kerisalahan Perempuan

Pengajian Ramadan 'Aisyiyah Perteguh Peran Kerisalahan Perempuan

Jumat, 23 April 2021

"Secara normatif, nilai-nilai dasar Islam sangat memuliakan perempuan dan laki- laki tanpa diskriminasi, menempatkan perempuan dan laki-laki setara di hadapan Allah dalam memiliki tanggung jawab sebagai hamba dan khalifah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memakmurkan semesta, serta pelanjut risalah dakwah." Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Pemberdayaan Kader (MPK) Salmah Orbayinah saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Pengajian Ramadan 1442 H Pimpinan Pusat 'Aisyiyah yang dilangsungkan secara daring pada (23/4).

Pada acara yang diikuti oleh seluruh Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah seluruh Indonesia serta Pimpinan Cabang Istimewa 'Aisyiyah se-Dunia ini Salmah menekankan bahwa pandangan Islam sesungguhnya menempati perempuan pada posisi yang sangat mulia. Salmah juga menyebut bahwa secara historis, Rasulullah saw telah mendorong dan memberikan ruang kepada perempuan berperan di ruang publik, sebagai pemimpin dan penggerak masyarakat, berdakwah, bahkan berjihad ke medan juang.

Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah memberi ruang yang cukup maju bagi perempuan untuk berkiprah di ruang publik. Bahkan hal tersebut menjadi salah satu penanda dari identitas Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan. Pemahaman tentang kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam beriman, beramal saleh, dan berdakwah inilah yang menurut Salmah menjadikan kelahiran ‘Aisyiyah merupakan pembaharu pada jamannya. "Di mana pada saat itu peran perempuan di ranah publik sangat terbatas, ‘Aisyiyah membawa pembaharuan peran perempuan berbasis nilai keagamaan dan menyuarakan kesetaraan beramal saleh di tengah kultur perempuan hanya menjadi objek dakwah," terang Salmah.

Di era digital ini dengan segala kemajuan teknologi dan problematika yang muncul, menurut Salmah memerlukan perspektif yang spesifik tentang cara kerja dan cara pandang 'Aisyiyah dengan terus mengedepankan semangat berkemajuan serta unsur wasatiyah yang responsif terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu menurut Salmah, melalui pengajian yang mengangkat tema 'Posisi dan Peran Kerisalahan Perempuan : Perspektif Islam Berkemajuan' ini penting untuk memperteguh ideologi ke-'Aisyiyahan yang berspektif Islam Berkemajuan serta meneguhkan posisi dan peran kerisalahan perempuan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini menyampaikan bahwa memasuki abad kedua ‘Aisyiyah harus meningkatkan proses ideologisasi internal agar anggota, kader, dan pimpinan benar-benar memahami dan menjalankan ideologi ‘Aisyiyah-Muhammadiyah yang berbasis Islam berkemajuan. Menurut Noordjannah ini penting untuk dapat terus mendorong para perempuan berperan di ranah publik yang memang telah didorong oleh Muhammadiyah sejak awal gerakan ini berdiri. Noordjannah juga menyoroti kehadiran gerakan-gerakan Islam yang berhaluan keras dan memiliki pandangan keagamaan yang jumud tentang perempuan sehingga memerlukan penyikapan melalui ideologisasi yang sejalan dengan pandangan Islam berkemajuan.

Noordjannah menyampaikan bahwa Pengajian Ramadan 1442 H Pimpinan Pusat 'Aisyiyah ini diangkat sebagai upaya untuk meneguhkan pandangan ‘Aisyiyah-Muhammadiyah dalam memahami peran perempuan dalam melanjutkan kerisalahan Nabi Muhammad dalam menjalankan dakwah Islam untuk terwujudnya khaira ummah. Noordjannah melanjutkan bahwa masih banyak potensi perempuan yang harus terus dikembangkan menuju masa depan yang lebih maju, unggul, dan bermartabat. Oleh karenanya penting dalam pengajian Ramadan ini, para pimpinan maupun kader ‘Aisyiyah mengkaji ulang atau melakukan refreshment (penyegaran) terkait posisi dan peran perempuan muslim dalam menjalankan kerisalahan sejalan pandangan Islam berkemajuan sehingga para perempuan ‘Aisyiyah semakin yakin dan mantap bahwa menggerakan dakwah Islam melalui ‘Aisyiyah merupakan panggilan agama yang nilai-nilainya sangat jelas sebagai landasannya. "Dalam menghadapi masa depan yang sarat tantangan, 'Aisyiyah penting mendorong kadernya untuk berkiprah dalam kepemimpinan di berbagai struktur dan lingkungan kehidupan, baik dalam keumaatan maupun kebangsaan. " Kader ‘Aisyiyah juga harus terus didorong untuk berkiprah dalam kepemimpinan umat Islam maupun di pemerintahan serta lingkungan profesi sehingga memberikan pengaruh yang menentukan untuk mengemban misi dakwah dan tajdid yang membawa kemajuan."

Acara Pengajian Ramadan 1442 H Pimpinan 'Aisyiyah ini dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Prof. Dr. Al Yasa' Abubakar, M.A dengan tema Posisi dan Peran Kerisalahan Perempuan Dalam Pandangan Islam Wasathiyah Berkemajuan: Nilai Dasar dan Kesejarahan. Kemudian materi dari Dr. Atiyatul Ulya, M.Ag dengan tema 'Hadis tentang Perempuan dalam Perspektif Islam Wasathiyah Berkemajuan.' (Suri)

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

(QS. Ali 'Imran: 104)

Jl. Menteng Raya No. 62, 10340, Jakarta Pusat Telp/Faks: 021-3918318
Jl. Gandaria I/1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp/Faks: 021-7260492
Jl. KH. A. Dahlan 32, Yogyakarta 55161. Telp/Faks: 0274-562171 | 0274-540009