PIMPINAN PUSAT ‘AISYIYAH
‘AISYIYAH PUSAT

‘Aisyiyah Akan Ajukan Dua Tokohnya Jadi Pahlawan Nasional

‘Aisyiyah Akan Ajukan Dua Tokohnya Jadi Pahlawan Nasional

Kamis, 20 Mei 2021

“Melalui acara Milad ini Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dengan dukungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengusulkan kepada Pemerintah agar Ibu Hayyinah dan Ibu Moendjiyah untuk diangkat sebagai Pahlawan Nasional mengingat kiprah dan kontribusinya yang penting dalam Gerakan kebangkitan nasional dan Kongres Perempuan Pertama Indonesia.” Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini dalam Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-104 M.

Usulan untuk pengangkatan dua tokoh ‘Aisyiyah sebagai Pahlawan Nasional tersebut bukan tanpa alasan. Noordjannah menyebutkan bahwa kedua tokoh perempuan tersebut sejak sebelum Indonesia merdeka sudah memberikan pandangannya terkait persatuan. Penting dicatat pidato bersejarah Ibu Hayinah dalam Kongres Perempuan I tahun 1928 di Yogyakarta, beliau menyatakan, “Persatuan merupakan alat untuk mencapai tujuan utama seperti kebahagiaan, kesejahteraan, dan kemakmuran. Jalan persatuan ditempuh melalui saling bergaul, berhubungan, memelihara persaudaraan, mendirikan perkumpulan, dan membicarakan hal ihwal yang perlu dilakukan bersama.”. Tokoh ‘Aisyiyah yang berpikiran maju selanjutnya menyatakan, “Sudah tidak khilaf lagi bahwa damai, persatuan, itulah suatu perkara, perkara mana tentulah setiap manusia mengakui akan kebaikannya, karena persatuan ini adalah suatu alat yang dapat menghasilkan maksud yang besar, begitu pula menjadi sendi bagi manusia untuk mencari bahagia, sejahtera, kesenangan, dan kemakmuran,” ujar Noordjannah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyambut baik rencana Pimpinan ‘Aisyiyah untuk mengajukan dua tokohnya yakni Siti Hayinah dan Siti Munjiyah sebagai pahlawan nasional. “Insyaallah nanti dengan tim yang kita susun bersama, dan perjuangan mengumpulkan dokumen dan data penting dua tokoh ini kita usulkan pada pemerintah.” Haedar melanjutkan bahwa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah percaya kedua tokoh ini memang layak untuk menjadi pahlawan nasional meskipun keduanya tentu tidak mengharapkan demikian,” (Suri)

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

(QS. Ali 'Imran: 104)

Jl. Menteng Raya No. 62, 10340, Jakarta Pusat Telp/Faks: 021-3918318
Jl. Gandaria I/1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp/Faks: 021-7260492
Jl. KH. A. Dahlan 32, Yogyakarta 55161. Telp/Faks: 0274-562171 | 0274-540009