Bandongan Go Green sebagai Wujud lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan
Upaya menjaga lingkungan di tingkat lokal mulai menunjukkan arah yang lebih kolaboratif. Hal ini terlihat dari peluncuran program Bandongan Go Green oleh Pemerintah Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, pada Jumat (24/4/2026), yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menggerakkan partisipasi lintas kelompok masyarakat.
Kegiatan ini mengumpulkan berbagai unsur warga, termasuk organisasi perempuan seperti ‘Aisyiyah dan Muslimat NU. Inisiatif yang dipimpin Camat Bandongan, Broto Wibowo ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Fokus utama program ini mencakup pengelolaan sampah terpadu, kerja bakti bersama, serta penataan kawasan agar lebih hijau dan tertata. Implementasinya langsung terlihat melalui berbagai aksi seperti pembersihan sampah di sepanjang jalan, penanaman pohon di bantaran sungai dan fasilitas umum, hingga penebaran benih ikan untuk menjaga ekosistem air.
Peran organisasi masyarakat juga cukup signifikan. Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Bandongan, misalnya, turut berkontribusi dengan menyumbangkan puluhan bibit pohon gayam sebagai bagian dari upaya penghijauan.
Menariknya, program ini tidak lahir secara instan. Gagasan awalnya berakar dari workshop lingkungan hidup yang digelar pada Oktober 2025 oleh kolaborasi ‘Aisyiyah dan Muslimat, yang kemudian melahirkan komunitas Green Islam Bandongan. Komunitas ini kini menjadi penggerak utama dalam menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat.
Meski demikian, sejumlah peserta juga mengingatkan bahwa keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada konsistensi. Edukasi berkelanjutan dinilai penting agar praktik ramah lingkungan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan, termasuk dalam mengurangi penggunaan material yang sulit terurai.
Dengan dukungan pemerintah dan kekuatan kolaborasi masyarakat, Bandongan Go Green diharapkan tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi berkembang sebagai gerakan kolektif yang memberi dampak nyata baik secara lingkungan, sosial, maupun budaya. (nola)
sumber: suaraaisyiyah.or.id


