Program INKLUSI ‘Aisyiyah Dorong Desa Inklusif, Ruang Bersama Indonesia Resmi Hadir di Hulu Sungai Utara
AMUNTAI – Upaya memperkuat desa yang aman, inklusif, dan berpihak pada perempuan, anak, serta kelompok rentan terus diperluas melalui Program INKLUSI ‘Aisyiyah. Bersama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Pengurus Daerah (PD) ‘Aisyiyah HSU meresmikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Desa Murung Panggang, Kecamatan Amuntai Selatan, Jumat (22/5/2026).
Langkah strategis ini menjadi bagian dari penguatan hasil pendampingan Program INKLUSI ‘Aisyiyah di Kabupaten Hulu Sungai Utara, yang mendorong terbangunnya tata kelola desa yang lebih inklusif melalui pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pelibatan kelompok rentan termasuk penyandang disabilitas.
RBI hadir sebagai kelanjutan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), sebuah gerakan kolaboratif berbasis desa dan kelurahan yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk memperkuat peran perempuan serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Elena Martin Avila selaku perwakilan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. Hadir pula Koordinator Program INKLUSI Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah. ‘Aisyiyah merupakan salah satu mitra Program INKLUSI, program kerja sama Pemerintah Australia dan Indonesia melalui Bappenas, yang mendukung pembangunan masyarakat inklusif di berbagai daerah, termasuk Hulu Sungai Utara.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten HSU, Hermani Johan, menyampaikan pesan penting agar fasilitas ini tidak sekadar menjadi simbol. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama untuk menghidupkan aktivitas di dalam RBI.
“Jaga dan hidupkan RBI ini, jangan biarkan ruang ini sepi. Isilah dengan berbagai kegiatan produktif, diskusi yang membangun, pelatihan yang bermanfaat, serta program-program nyata yang memperkuat peran perempuan dan melindungi anak-anak kita,” tegas Hermani Johan.
Senada dengan hal tersebut, Bupati HSU, Sahrujani, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati HSU, Husni Thamrin, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menjaga serta mengembangkan fasilitas ini bersama-sama.
“Kami meminta agar ruang ini terus aktif dan mampu membangun ruang komunikasi terbuka bagi seluruh masyarakat,” ujar Husni Thamrin saat membacakan sambutan Bupati HSU.
Program RBI ini dinilai sangat selaras dengan visi pembangunan daerah HSU Bangkit, yang menitikberatkan tidak hanya pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berkeadilan.
Koordinator Program INKLUSI Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, menyampaikan bahwa kehadiran Ruang Bersama Indonesia merupakan wujud nyata pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil dalam membangun ekosistem desa yang inklusif dan berkeadilan.
Menurutnya, bagi ‘Aisyiyah, pembangunan desa menjadi penting karena langsung dirasakan oleh masyarakat, namun juga harus memastikan adanya ruang aman yang memungkinkan perempuan, anak, serta kelompok rentan untuk didengar, berpartisipasi, dan memperoleh perlindungan.
“Ruang Bersama Indonesia ini diharapkan menjadi tempat bertumbuhnya kesadaran bersama bahwa perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya adalah subjek pembangunan yang harus dilibatkan secara aktif. Melalui Program INKLUSI, ‘Aisyiyah berupaya memastikan tidak ada yang tertinggal dalam proses pembangunan desa,” ujar Tri.
Ia menambahkan, setelah RBI dilaunching harapannya tidak ada lagi kasus kekerasan dalam rumah tangga, tidak ada lagi kekerasan seksual, tidak ada lagi kekerasan terhadap anak. Akses layanan dasar untuk perempuan dan anak-anak termasuk kelompok disabilitas dan rentan juga akan semakin bagus. Ruang-ruang partisipasi inklusif juga akan semakin terbuka untuk semua kelompok.
Sementara itu, Elena mengapresiasi hadirnya RBI ini sebagai komitmen bersama untuk memastikan terwujudnya No One Left Behind. Ia juga mendorong agar pembangunan di desa harus memastikan semua warganya mendapatkan manfaat dari pembangunan, agar semua dilibatkan dalam pembangunan.
Dengan hadirnya Ruang Bersama Indonesia di Desa Murung Panggang, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra pembangunan untuk mewujudkan lingkungan desa yang aman, ramah, inklusif, serta mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak secara berkelanjutan.


