Semangat Tahun Baru Hijriah, ‘Aisyiyah Sukoharjo Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Sukoharjo – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sukoharjo menggelar kegiatan bertema “Gerakan Melestarikan Lingkungan Demi Masa Depan” di Homestead PDA Sukoharjo.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus LLHPB tingkat cabang, guru Bustanul Athfal (BA), serta anggota ‘Aisyiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai aksi nyata.
Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari penanaman pohon, kerja bakti membersihkan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Momentum Tahun Baru Hijriah dimaknai sebagai ajakan untuk berhijrah menuju pola hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan bumi.
Ketua LLHPB PDA Sukoharjo, Ismokoweni, menegaskan bahwa menjaga kelestarian bumi merupakan tanggung jawab manusia sebagai khalifah yang diberi amanah oleh Allah SWT. Ia mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sebagaimana pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Ar-Rum ayat 41 yang mengingatkan tentang kerusakan di muka bumi akibat ulah manusia.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah lomba melukis galon bekas yang dimanfaatkan sebagai media tanam. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan Homestead PDA Sukoharjo sebagai sarana edukasi lingkungan hidup dan ketahanan pangan.
Melalui pemanfaatan galon bekas menjadi media tanam yang kreatif, peserta tidak hanya diajak mengelola limbah, tetapi juga belajar tentang pentingnya memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan. Homestead PDA Sukoharjo diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran lingkungan bagi berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak PAUD hingga lansia serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Ketua PDA Sukoharjo, Indiah Dewi Murni, menekankan bahwa seluruh program LLHPB harus berlandaskan prinsip TITIS, yaitu Tidak Instan, Tidak Insidental, dan Sustainable (berkelanjutan).
Menurutnya, program yang baik bukanlah kegiatan yang hanya berlangsung sesaat atau bersifat seremonial, melainkan harus dirancang secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan agar memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.
Prinsip tersebut juga diterapkan dalam program kebencanaan yang dijalankan ‘Aisyiyah. Karena itu, diperlukan pelatihan mitigasi bencana yang terprogram, terukur, dan berkesinambungan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai risiko bencana.
Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba melukis galon, sekaligus menjadi penanda komitmen bersama untuk terus menumbuhkan kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.














