MPM PP Muhammadiyah Gelar Kurban Bersama Dampingan Akar Rumput, Salurkan 54 Kambing dan 8 Sapi pada Iduladha 1447 H
Yogyakarta – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menyelenggarakan program Kurban Kebahagiaan bersama kelompok dampingan akar rumput dalam rangka perayaan Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Kegiatan yang telah berlangsung selama empat tahun berturut-turut ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dakwah amar makruf nahi munkar sekaligus pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, mengatakan program kurban bersama dampingan masyarakat telah menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan setiap tahun.

“Dampingan MPM PP Muhammadiyah sudah berlangsung yang keempat kalinya. Setiap Hari Raya Iduladha maupun Hari Raya Idulfitri, MPM selalu menyelenggarakan Kurban Kebahagiaan bersama para dampingan,” ujar Yamin dalam kegiatan yang berlangsung di Universitas Ahmad Dahlan Kampus 4, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menurutnya, jumlah hewan kurban yang diterima pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Muhammadiyah untuk menyalurkan hewan kurban kepada kelompok-kelompok yang membutuhkan.
“Kenaikan jumlah hewan kurban ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Muhammadiyah untuk menitipkan dan menyalurkan kurbannya kepada para penerima manfaat,” katanya.
Program Kurban Dampingan Akar Rumput MPM PP Muhammadiyah menyasar sedikitnya 11 kelompok masyarakat dampingan, antara lain kelompok difabel, Jamaah Tani Muhammadiyah, nelayan, pemulung, produsen gula merah Kulon Progo, masyarakat asongan DIY, serta berbagai kelompok masyarakat rentan lainnya.
Yamin menyebutkan sebanyak 600 hingga 700 orang dari kelompok dampingan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Jumlahnya kurang lebih 600 sampai 700 dampingan yang hadir pada kesempatan hari ini dari 11 kelompok masyarakat dampingan,” ungkapnya.
Pada Iduladha tahun ini, MPM PP Muhammadiyah memotong sebanyak 54 ekor kambing dan delapan ekor sapi yang berasal dari para sohibul kurban. Distribusi hewan kurban tidak hanya dilakukan di wilayah DIY, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah di luar Pulau Jawa, khususnya kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Hewan-hewan kurban ini juga kami salurkan ke luar Jawa, terutama ke daerah 3T seperti Papua Barat Daya, Kabupaten Sorong, Pulau Arar, serta ke Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kecamatan Amanuban, Desa Batnun,” jelas Yamin.
Ia menegaskan, program ini tidak hanya berorientasi pada pembagian daging kurban, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Para kelompok dampingan dilibatkan secara aktif dalam proses pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan sehingga tidak hanya menjadi objek penerima manfaat, melainkan juga menjadi subjek pembangunan sosial dan ekonomi.
“Pengelolaan ini dilakukan oleh para dampingan itu sendiri. Dengan demikian, mereka tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki peran dalam membangun kemandirian masyarakat. Spirit keswadayaan dan etos kerja mandiri inilah yang menjadi modal dasar untuk mengembangkan kegiatan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan,” paparnya.
Lebih lanjut, Yamin menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, MPM PP Muhammadiyah terus membangun sinergi dengan berbagai mitra, termasuk melibatkan generasi muda dalam program-program pemberdayaan.
“Perlu kami sampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat itu tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, maka diperlukan kolaborasi para pihak,” tutupnya.
Program Kurban Dampingan Akar Rumput MPM PP Muhammadiyah tahun ini didukung oleh berbagai mitra, di antaranya Lazismu PP Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Gramasurya, PT Mentari Prima Niaga, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), LUKU JATAM, Maybank Syariah, Danone, Nggambleh Community, Bank Syariah Bukopin, Zurich Syariah, Pengajian Azizah, serta SPPG UMS 1 dan 2.
Melalui kolaborasi tersebut, MPM PP Muhammadiyah berharap program kurban tidak hanya menghadirkan kebahagiaan pada momentum Iduladha, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kemandirian dan pemberdayaan masyarakat akar rumput secara berkelanjutan. (Nola)


