Penutupan ICAS 2026 Perkuat Kolaborasi Akademik dan Kepemimpinan Perempuan Muslim Berkemajuan
YOGYAKARTA – The Center of ‘Aisyiyah Studies bersama Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menggelar International Conference ‘Aisyiyah Studies (ICAS) 2026 di ruang sidang Gedung Siti Moendjijah, Kampus Utama Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Kamis (11/6/2026). Konferensi internasional yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini mengangkat tema “Strengthening Solidarity, Nurturing the Earth: Progressive Muslim Women’s Leadership for a Sustainable Civilization.”
ICAS 2026 bertujuan mengeksplorasi kontribusi kepemimpinan perempuan Muslim dalam membangun masa depan yang berkelanjutan melalui penguatan solidaritas, ekojihad, kepedulian terhadap lingkungan, dan nilai kasih sayang.
Ketua Pelaksana ICAS 2026, Alimatul Qibtiyah, mengatakan tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
“Di tengah tantangan global yang kompleks dan saling berkaitan, mulai dari krisis lingkungan dan perubahan iklim, transformasi digital, ketimpangan sosial, dan dinamika keluarga yang terus berubah, terdapat kebutuhan yang mendesak. Maka dari itu, kita mengangkat tema Strengthening Solidarity, Nurturing the Earth: Progressive Muslim Women’s Leadership for a Sustainable Civilization,” ujarnya.

Konferensi ini diikuti peserta dari berbagai wilayah di Indonesia yang mempresentasikan 97 makalah, terdiri atas 40 makalah dari Jawa, 20 dari Sumatera, 18 dari Sulawesi, 12 dari Kalimantan, serta tujuh dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Presentasi dilakukan secara luring maupun daring.
Dalam pelaksanaannya, peserta presentasi daring mengikuti sesi presentasi dari ruang sidang dengan pendampingan panitia yang bertugas untuk membantu kelancaran jalannya presentasi dan koordinasi selama sesi berlangsung. Sementara itu, peserta presentasi luring dibagi ke dalam beberapa kelas yang diselenggarakan di lantai 5 Gedung Siti Moendjijah.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas penelitian, panitia memberikan penghargaan Best Presenter pada setiap ruang presentasi. Penerima penghargaan Best Presenter antara lain Laila Sari, Prof. Ema Marhumah, Elis Puspitasari, Sri Lestari, Muhammad Ichsan Budi, Hasnidar, Dyan Widya Agustina, Erna Yayuk, Hijerah, Tri Hastuti Nur Rochimah, serta tim peneliti dari Aceh. Para penerima penghargaan Best Presenter memperoleh sertifikat penghargaan, bingkisan, serta langganan gratis Majalah Suara ‘Aisyiyah selama tiga bulan.

Pada sesi penutupan, Ketua LPPA PP ‘Aisyiyah, Siti Syamsiyatun, menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan ICAS 2026 tidak hanya menjadi ruang berbagi gagasan dan hasil penelitian, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi akademik serta mendorong lahirnya riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui penyelenggaraan ICAS 2026, kami berharap konferensi ini dapat memperkuat kolaborasi akademik, mendorong lahirnya riset yang bermanfaat bagi masyarakat, serta memperluas kontribusi perempuan Muslim dalam mewujudkan peradaban yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berkemajuan,” tutupnya. (Nola)


