Monica Subastia Terpilih, Bawa Nasyiatul Aisyiyah Memasuki Abad Kedua
Surakarta — Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta, Jawa Tengah, mengamanatkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026-2030.
Penetapan Monica Subastia sebagai Ketua Umum PPNA 2026-2030 dihasilkan melalui Sidang Formatur yang berlangsung secara musyawarah mufakat yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pemilihan (Panlih), Ni’matul Azizah.
Ni’matul Azizah mengatakan, berdasarkan hasil rapat 13 formatur, forum musyawarah menyepakati dan menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum PPNA periode 2026-2030.
“Dengan ditetapkannya ketua umum tersebut, proses pemilihan ketua umum oleh tim formatur telah dilaksanakan sesuai ketentuan organisasi,” tegas Ni’matul Azizah.
Ketua Umum PPNA periode sebelumnya, Ariati Dina Puspitasari, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Muktamar Nasyiatul Aisyiyah telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Rekan-rekan Nasyiatul Aisyiyah yang terpilih adalah kader-kader terbaik yang sudah melalui proses kaderisasi selama satu periode, baik di Pimpinan Wilayah maupun Pimpinan Pusat,” ujar Ariati.
Ariati juga menegaskan bahwa seluruh proses pemilihan berlangsung sesuai aturan organisasi. Menurutnya, tidak ditemukan adanya pelanggaran terhadap surat edaran maupun manipulasi politik selama proses Muktamar berlangsung.
Usai pembacaan berita acara, Monica Subastia bersama jajaran tim formatur maju ke depan panggung dan diperkenalkan secara resmi kepada seluruh peserta Muktamar. Dalam kesempatan tersebut, Monica menyampaikan harapannya agar Nasyiatul Aisyiyah terus memperluas kebermanfaatan gerakannya.
Dalam kesempatan tersebut, Monica mengajak seluruh kader untuk membawa semangat Nasyiatul Aisyiyah agar terus menyala dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. Ia berharap gerakan ini tidak hanya tumbuh di internal organisasi, tetapi mampu menghadirkan pencerahan hingga ke berbagai penjuru negeri.
Monica menilai Nasyiatul Aisyiyah kini berada di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat dengan tantangan yang semakin kompleks. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut organisasi untuk terus adaptif, bergerak, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kita hadapi tidak lagi sederhana. Sejak berdiri sampai hari ini kita menjadi saksi bahwa Nasyiatul Aisyiyah bukan gerakan yang lahir untuk berpangku tangan, tapi untuk menjawab zaman, memberi solusi, dan membawa pencerahan,” terangnya.
Monica juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan keluarga sebagai salah satu basis gerakan Nasyiatul Aisyiyah. Menurutnya, keluarga yang terdiri atas perempuan, laki-laki, suami, istri, dan anak merupakan ekosistem paling kecil yang perlu diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.
Selain itu, Monica mendorong Nasyiatul Aisyiyah menjadi trendsetter literasi bagi perempuan muda di era digital. Ia menilai organisasi perlu mengambil peran lebih besar dalam membangun narasi yang ramah dan aman bagi perempuan di ruang digital.
Ia mencontohkan, Nasyiatul Aisyiyah perlu menghadirkan rujukan yang dapat membantu perempuan muda memahami berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka, mulai dari parenting hingga ekonomi digital.
Terpilihnya Monica Subastia sekaligus menutup agenda utama Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah. Ia menggantikan Ariati Dina Puspitasari untuk memimpin PPNA selama empat tahun ke depan dan membawa Nasyiatul Aisyiyah memasuki abad keduanya sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan. (Nola)


