Pimpinan Harus Terus Berlanjut, Jangan Sampai Organisasi Mengalami Stagnasi
Gorontalo — Keberlanjutan kepemimpinan menjadi salah satu perhatian penting Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah dalam memperkuat gerakan ‘Aisyiyah di daerah. Kaderisasi perlu dipersiapkan sejak dini agar estafet kepemimpinan organisasi dapat berjalan secara berkesinambungan dan tidak mengalami stagnasi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, saat menghadiri konsolidasi organisasi Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Gorontalo bersama PP ‘Aisyiyah di Auditorium Masjid Darul Arqam, Senin (10/8/2026).
“Pimpinan harus terus berlanjut,” tegas Salmah. Menurutnya, penguatan kaderisasi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan organisasi dalam menentukan program yang benar-benar strategis dan memiliki manfaat luas. PWA Gorontalo didorong tidak hanya menjalankan banyak kegiatan, tetapi mampu menentukan prioritas yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Program ini harus dipilih yang strategis, yang bisa memberikan manfaat besar untuk masyarakat,” ujarnya.
Salmah juga menekankan pentingnya menggerakkan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) di seluruh wilayah Gorontalo. Menurutnya, kekuatan organisasi di tingkat wilayah akan semakin berarti apabila mampu mendinamisasikan struktur di bawahnya sehingga program tidak berhenti pada tingkat kepengurusan, tetapi hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Keberhasilan PWA, lanjut Salmah, salah satunya dapat dilihat dari kemampuan dalam menghidupkan gerakan PDA serta memastikan berbagai program dapat dilaksanakan secara nyata dan berkelanjutan.
Dorongan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja PP ‘Aisyiyah ke Gorontalo. Selain melakukan konsolidasi organisasi, kunjungan tersebut juga mencakup agenda ke sejumlah amal usaha ‘Aisyiyah, termasuk menghadiri groundbreaking pembangunan gedung baru Rumah Sakit Sitti Khadijah Gorontalo.
Salmah mengapresiasi perkembangan ‘Aisyiyah di Gorontalo, khususnya transformasi Rumah Sakit Sitti Khadijah yang sebelumnya berfokus pada pelayanan ibu dan anak kini berkembang menjadi rumah sakit umum. Perkembangan tersebut dinilainya sebagai bentuk potensi ‘Aisyiyah dalam memperluas kontribusi dan pelayanan bagi masyarakat.
Selain memperkuat kaderisasi internal, Salmah mendorong PWA Gorontalo membangun kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah maupun organisasi perempuan lainnya. Menurutnya, kerja sama lintas pihak dapat memperkuat upaya bersama dalam memberdayakan masyarakat dan umat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Ketua PWA Gorontalo, Nikma Paneo, menyampaikan bahwa kunjungan PP ‘Aisyiyah menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi sekaligus mengevaluasi kondisi organisasi dan merumuskan langkah pengembangan ke depan.
Nikma mengakui bahwa kaderisasi menjadi salah satu tantangan yang mulai dihadapi ‘Aisyiyah di Gorontalo. Karena itu, perhatian terhadap kader muda akan diperkuat sebagai bagian dari persiapan regenerasi kepemimpinan.
“Kita boleh dikatakan sudah mulai krisis kader. Jadi kita harus persiapkan kader-kader muda ini untuk menjadi pengganti-pengganti kita nanti di masa yang akan datang,” jelas Nikma.
Untuk memperkuat basis kader sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan dan ideologi organisasi, PWA Gorontalo akan memberikan perhatian pada penguatan Majelis Tabligh melalui program perempuan mengaji. Program ini diharapkan menjadi ruang untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota sekaligus memperkuat konsolidasi ideologi dan organisasi.
Nikma menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai Kemuhammadiyahan dan ke-‘Aisyiyahan merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan. Dengan kader yang lebih siap dan program yang lebih terarah, PWA Gorontalo diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi sekaligus memperluas manfaat gerakan bagi masyarakat.
Konsolidasi bersama PP ‘Aisyiyah tersebut menjadi bagian dari langkah PWA Gorontalo untuk menyiapkan kepemimpinan berikutnya, memperkuat kader muda, menghidupkan gerakan di tingkat daerah, serta memastikan program ‘Aisyiyah semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.


