Salmah Orbayinah : Mahasiswa UNISA Berani Bermimpi dan Mengambil Peran
YOGYAKARTA – Memulai perjalanan sebagai mahasiswa bukan sekadar tentang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Mahasiswa juga dituntut untuk menguatkan akhlak, integritas, kepemimpinan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, kepada mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dalam rangka Masa Ta’aruf (Mataf) tahun 2026.
Menurutnya, mahasiswa baru UNISA Yogyakarta kini menjadi bagian dari keluarga besar ‘Aisyiyah yang memiliki semangat untuk memajukan pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Tema Mataf tahun ini, “Berkemajuan untuk Berdampak: Menguatkan Karakter Kepemimpinan dan Inovasi Berdaya Saing Global,” menurut Salmah, menjadi ajakan bagi mahasiswa untuk tidak hanya mampu mengikuti perubahan zaman, tetapi juga mengambil peran dalam menghadirkan perubahan.
“Menjadi generasi muda yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan zaman, tetapi juga mampu mengambil peran di dalam menghadirkan perubahan,” pesannya
Karena itu, Salmah berpesan agar selama menempuh pendidikan di UNISA Yogyakarta, mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Menurutnya, proses perkuliahan harus menjadi ruang untuk menguatkan akhlak, meningkatkan integritas, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater dengan belajar secara sungguh-sungguh dan berupaya meraih prestasi. Selain itu, mahasiswa perlu menghormati dosen, menghargai teman, disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Selain menuntut ilmu, tetapi juga menguatkan akhlak, meningkatkan integritas, dan mengemban tanggung jawab untuk menjaga nama baik almamater dengan belajar yang sungguh-sungguh sehingga meraih prestasi yang tinggi,” ujar Salmah.
Menurutnya, karakter tersebut penting untuk membentuk mahasiswa yang unggul dan berkemajuan. Terlebih, mahasiswa UNISA Yogyakarta nantinya akan menghadapi persaingan yang tidak hanya berada di tingkat nasional, tetapi juga global.
Dalam kesempatan tersebut, Salmah juga mengajak mahasiswa baru untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang dapat dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri.
“Jadilah generasi yang memiliki jiwa kepemimpinan karena kepemimpinan tidak harus selalu dimulai dari jabatan, tetapi dari kemampuan memimpin diri sendiri, bertanggung jawab atas pilihan, berani mengambil peran, dan mampu bekerja bersama orang lain,” tuturnya.
Lebih lanjut, Salmah berpesan agar mahasiswa tidak takut memiliki mimpi besar dan tidak merasa terlalu muda untuk memberikan kontribusi. Menurutnya, perubahan besar dapat bermula dari gagasan sederhana dan kepedulian terhadap persoalan yang ada di lingkungan sekitar.
“Jangan takut untuk punya mimpi yang besar. Jangan merasa terlalu muda untuk memberikan kontribusi. Perubahan besar sering kali berawal dari gagasan sederhana dan kepedulian terhadap persoalan di sekitar kita,” katanya.
Salmah juga mengingatkan agar ilmu yang diperoleh mahasiswa selama berada di bangku kuliah dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Apa pun bidang ilmu yang dipelajari, mahasiswa diharapkan mampu menjadikannya sebagai jalan untuk menghadirkan kebaikan, membantu sesama, dan memberikan solusi bagi masyarakat.
“Apa pun bidang ilmu yang kalian pelajari, jadikan ilmu tersebut sebagai jalan untuk memberikan kebaikan, membantu sesama, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Inilah makna berkemajuan untuk berdampak,” tegasnya.
Menutup pesannya, Salmah mengajak mahasiswa baru UNISA Yogyakarta untuk terus belajar, bertumbuh, berani bermimpi, dan mengambil peran dalam kehidupan.
“Selamat memulai perjalanan baru di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Teruslah belajar, teruslah bertumbuh, berani bermimpi dan berani mengambil peran,” pungkasnya. (Nola)


