FESIBA 2025: ‘Aisyiyah Teguhkan Seni Budaya sebagai Dakwah Kultural Berkemajuan
Yogyakarta — Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (LBSO PP ‘Aisyiyah) menggelar puncak Festival Seni Budaya ‘Aisyiyah (FESIBA) 2025 pada Sabtu (10/1/2026) di Auditorium BPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta. Kegiatan ini meneguhkan komitmen ‘Aisyiyah dalam memajukan dan melestarikan seni budaya Indonesia sebagai bagian dari dakwah kultural yang bernafaskan Islam dan berkemajuan.
Seni Budaya sebagai Ruang Dakwah Kultural ‘Aisyiyah
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menegaskan bahwa FESIBA bukan sekadar ajang pertunjukan seni, melainkan ruang ekspresi dakwah kultural yang memadukan nilai Islam, kearifan lokal, kreativitas perempuan, dan semangat kebangsaan.
“Fesiba bukan ajang pertunjukan tapi ruang ekspresi dakwah kultural ‘Aisyiyah. Di sinilah nilai-nilai Islam berjumpa dengan kearifan lokal, kreativitas perempuan serta semangat kebangsaan. Seni menjadi jalan untuk memperkuat identitas perempuan ‘Aisyiyah yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.”
Ia menambahkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam merawat budaya, membangun peradaban, dan menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Salmah, perempuan memiliki peran strategis di dalam merawat budaya, membangun peradaban, dan menanamkan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui LBSO ‘Aisyiyah akan terus mendorong lahirnya seni budaya yang beradab, mencerdaskan, dan memperkuat karakter perempuan, dan karakter bangsa.”
Salmah berharap FESIBA dapat menjadi wasilah tumbuhnya kreativitas yang mencerahkan sekaligus mempererat ukhuwah dan komitmen bersama. “Harapan kami, Fesiba ini menjadi wasilah tumbuhnya kreativitas yang mencerahkan, mempererat ukhuwah, serta meneguhkan komitmen kita bersama, bahwa seni dan Islam dapat berjalan seiring, saling menguatkan, dan membawa kemaslahatan.”
Melalui festival ini, Salmah menyebut bahwa ‘Aisyiyah meneguhkan peran perempuan dalam merawat seni budaya yang beradab, berkemajuan, dan bernafaskan Islam sebagai kontribusi nyata ‘Aisyiyah bagi bangsa dan kemanusiaan.
LBSO: Seni, Budaya, dan Olahraga Perluas Spektrum Dakwah ‘Aisyiyah
Ketua LBSO PP ‘Aisyiyah, Widiyastuti, menyampaikan bahwa kebudayaan bukanlah hal baru bagi ‘Aisyiyah. Seni, budaya, dan olahraga menjadi pintu masuk strategis dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yang membumi.

“Seni, budaya, olahraga menjadi pintu untuk memasukkan pesan-pesan dakwah dan dengan adanya seni, budaya, olahraga ‘Aisyiyah memperluas spektrum dakwahnya. Fesiba menjadi salah satu bukti ketika kita ingin memperluas budaya seni olahraga dalam konteks ‘Aisyiyah.”
Ia menegaskan bahwa ‘Aisyiyah tidak pernah bersikap anti terhadap seni dan budaya, serta siap berkontribusi dalam pengembangan seni budaya Indonesia.
“Hari ini kita menjadi saksi bahwa ‘Aisyiyah tidak pernah anti seni, budaya, dan olahraga, ‘Aisyiyah siap bersama mengembangkan seni budaya Indonesia sesuai temanya memajukan dan melestarikan seni budaya Indonesia.”
Widiyastuti menyebut bahwa kebudayaan dalam kacamata ‘Aisyiyah tidak pernah lepas dari kehidupan manusia, meskipun demikian LBSO berpegang pada fatwa Majelis Tarjih yang sudah dikeluarkan pada tahun 1985 terkait bagaimana Muhammadiyah berkebudayaan dan berkesenian sehingga menurutnya LBSO sudah on the track dalam pengembangan seni budaya.
Lebih lanjut perempuan yang akrab disapa Wiwied ini menyampaikan bahwa seni budaya dapat menjadi media dakwah yang indah, cair, dan mudah diterima masyarakat.
“Insya Allah apa yang dilakukan hari ini oleh LBSO dapat menjadi pintu masuk seni budaya menjadi media dakwah ‘Aisyiyah, pesan agama bisa disampaikan dengan sangat indah, cair, dan ringan. Melalui seni budaya inilah LBSO hadir dalam konteks ‘Aisyiyah.”
Wiwied menambahkan bahwa hingga saat ini, LBSO PP ‘Aisyiyah berkomitmen dalam melaksanakan amanahnya sebagai pengembang seni, budaya, dan olahraga di ‘Aisyiyah dengan telah memproduksi berbagai karya kreatif. Tercatat sudah lahir 20 produk film dokumenter, cipta lagu, video klip, senam gerak lagu, dan buku dari LBSO PP ‘Aisyiyah. “Kita harapkan semua bisa menjadi pewarna gerak dakwah ‘Aisyiyah melalui seni, budaya, dan olahraga,” tegas Wiwied.
FESIBA 2025 Selaras dengan Penguatan Pendidikan Karakter
Kepala BPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, mengapresiasi penyelenggaraan FESIBA 2025 yang sangat pas sekali dilaksanakan di BPPMPV Seni Budaya Yogyakarta. Kegiatan ini menggambarkan implementasi dari tanggung jawab masyakat Indonesia sebagai pengemban dan pengembang budaya yang ada di Indonesia.
FESIBA juga disebut Budiyanto sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Abdul Mu’ti bahwa bagaimana pendidikan ke depan selain hardskill juga penting peningkatan softskill 4C+2C yakni Creativity & Innovation, Communication, Collaboration + Character, dan Citizenship.
Menurut Budiyanto, seni dan budaya berperan penting dalam memperkuat karakter generasi muda. “Dengan seni dan budaya ini kita bisa memperkuat karakter anak kita. Selamat kepada nominator, semoga bisa mengembangkan seni budaya di lokasi masing-masing.”
8 Cabang Lomba dan Ratusan Peserta dari Berbagai Wilayah
Ketua Panitia FESIBA 2025, Sardjilah, melaporkan bahwa festival ini mempertandingkan delapan cabang lomba, meliputi Lomba Menulis Cerita Anak, Lomba Paduan Suara ‘Aisyiyah, Lomba Video Senam ‘Aisyiyah Bahagia, Lomba Video Senam Bustanul Athfal, Lomba Video Kuliner Tradisional, Lomba Karya Tulis Ilmiah Permainan Tradisional, Lomba Karya Tulis Ilmiah Kain Tradisional, serta Lomba Cipta Lagu Religi.

“Total peserta sebanyak 353 peserta dari 28 wilayah dan yang masuk nominasi 19 wilayah yang saat ini hadir di Auditorium Saraswati BPPMPV Seni Budaya Yogyakarta.”
Sardjilah menjelaskan bahwa Fesiba dimulai sejak bulan Agustus 2025 yang dimulai dengan tahapan sosialisasi kemudian periode lomba dilaksanakan hingga Oktober 2025. Penjurian dilakukan pada November–Desember 2025 yang melibatkan berbagai lembaga, instansi, dan seniman yang ada di DIY.
Melalui FESIBA 2025, ‘Aisyiyah meneguhkan seni budaya sebagai media dakwah yang mencerahkan, berkemajuan, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan karakter bangsa. (Suri)


