Melalui Konsolidasi Nasional, ‘Aisyiyah Dorong Penguatan Kepemimpinan hingga Akar Rumput
YOGYAKARTA – Penguatan kepemimpinan dan refleksi gerakan organisasi menjadi isu utama dalam Silaturahim dan Konsolidasi Nasional Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah bersama Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah yang digelar secara daring pada Ahad (1/3/2026). Kegiatan ini diikuti pimpinan wilayah dari Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Lampung sebagai bagian dari upaya memperkuat gerak organisasi menjelang akhir periode kepemimpinan 2022–2027.
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa momentum bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi para pimpinan untuk melakukan refleksi, baik secara pribadi maupun organisasi.
“Tidak terasa kita sudah hampir setengah bulan menjalani ibadah Ramadan. Bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk refleksi diri, termasuk refleksi organisasi—apa yang sudah kita berikan untuk ‘Aisyiyah dan bagaimana kita menggerakkan ‘Aisyiyah agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Salmah, keberadaan ‘Aisyiyah tidak boleh hanya dikenal karena nama besarnya, tetapi harus diwujudkan melalui program-program yang solid dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa masa kepemimpinan periode 2022–2027 kini telah memasuki tahun 2026, sehingga organisasi perlu melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan sekaligus menentukan langkah percepatan program prioritas menjelang Muktamar mendatang.
“Kita perlu melihat kembali program-program yang sudah kita susun, mana yang sudah berjalan dengan baik dan mana yang perlu diakselerasi untuk menyongsong muktamar berikutnya,” kata Salmah.
Dalam konsolidasi ini, penguatan kepemimpinan dan dakwah ‘Aisyiyah menjadi fokus utama. Salmah menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu menggerakkan organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Ia menjelaskan bahwa dakwah ‘Aisyiyah merupakan dakwah peradaban yang bertujuan membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya—masyarakat yang maju, berkeadaban, taat kepada Allah, serta terbebas dari berbagai bentuk ketertinggalan.
“Dakwah ‘Aisyiyah harus menyasar akar rumput agar benar-benar berdampak. Karakter dakwah ‘Aisyiyah adalah dakwah yang membebaskan, mencerahkan, dan memajukan,” ujarnya.
Salmah juga menegaskan bahwa gerakan ‘Aisyiyah berfokus pada pemberdayaan perempuan dan anak serta mendorong masyarakat keluar dari kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan.
Selain penguatan dakwah, ia menyoroti pentingnya kemandirian organisasi. Menurutnya, ‘Aisyiyah perlu terus memperkuat semangat filantropi berkemajuan dan kemandirian ekonomi agar gerakan organisasi tidak bergantung pada bantuan eksternal.
“Kita harus mengutamakan kemandirian dan gotong royong sehingga gerakan dakwah yang dilakukan ‘Aisyiyah dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Salmah juga mengajak para pimpinan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk melakukan transformasi kepemimpinan di era digital. Pemanfaatan teknologi, menurutnya, dapat mempermudah koordinasi organisasi yang tersebar di berbagai wilayah.
“Transformasi bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keharusan agar organisasi tetap kompetitif, tangguh, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa transformasi tersebut tidak hanya mencakup kepemimpinan, tetapi juga kaderisasi, tata kelola organisasi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Di akhir sambutannya, Salmah mengajak seluruh pimpinan ‘Aisyiyah untuk terus menguatkan gerakan dakwah yang berakar pada keluarga, amal usaha, dan keterlibatan dalam berbagai ruang kebijakan publik.
Melalui konsolidasi nasional ini, ia berharap soliditas organisasi semakin terjaga dan ‘Aisyiyah terus menjadi gerakan perempuan yang berperan penting dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.
“Semoga konsolidasi ini membawa manfaat bagi kita semua dan mengantarkan ‘Aisyiyah menjadi organisasi yang selalu ditunggu kehadirannya oleh masyarakat serta mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” pungkasnya.


