Salmah Orbayinah: ‘Aisyiyah Harus Hadir Mencerahkan dan Menjadi Solusi Bagi Bangsa
YOGYAKARTA – “Iman, ilmu, dan amal saleh merupakan satu kesatuan yang menjadi fondasi dalam membangun peradaban menuju terbentuknya peradaban utama.” Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah dalam kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Nasional bersama Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) batch ke-5 pada Sabtu (14/3/2026).
Oleh karena itu melalui konsolidasi ini, Salmah mengajak seluruh pimpinan wilayah ‘Aisyiyah untuk dapat melakukan introspeksi dan refleksi diri. “Apakah kita sebagai pemimpin telah berhasil membawa ‘Aisyiyah sesuai dengan positioning-nya sebagai organisasi perempuan berkemajuan yang tidak hanya sesuai dengan namanya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat secara luas dan bagi seluruh anggotanya,” ujar Salmah.
Terlebih di tengah situasi Indonesia dan dunia saat ini yang menghadapi berbagai situasi krisis. Mulai dari krisis kesehatan akibat perubahan gaya hidup dan ketergantungan pada gawai, krisis lingkungan yang memicu berbagai bencana, hingga krisis kepemimpinan moral dan spiritual.
Menurut Salmah, bahwa banyak bencana yang sering disebut sebagai “bencana alam” sebenarnya juga dipicu oleh tangan-tangan manusia yang tidak menjaga keseimbangan alam sebagai amanah khalifah fil ardh. “Banyak orang memandang alam seolah terpisah dari nilai spiritualitas dan nilai-nilai metafisika. Akibatnya, peran manusia sebagai khalifah fil ardh tidak dijalankan dengan baik. Padahal jika peran ini dijalankan dengan benar, manusia dapat menjaga bumi dengan penuh tanggung jawab.”
Dalam berbagai situasi tersebut, Salmah berharap ‘Aisyiyah mampu hadir sebagai bagian dari solusi, dan menjadi rujukan bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. “‘Aisyiyah diharapkan mampu hadir sebagai problem solver, menjadi bagian dari solusi, dan mengajak berbagai pihak bersama-sama mencari jalan keluar dari berbagai persoalan yang kita hadapi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah mempunyai peran yang besar dan posisi yang strategis dalam gerakan ‘Aisyiyah karena menjadi penguat arah gerakan. “Di Wilayah, gerakan ‘Aisyiyah diperkuat, kmudian kader digerakkan, dan program besar diterjemahkan dalam kerja nyata,” tegasnya. Wilayah juga merupakan penerus untuk meneruskan ide program Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sehingga dapat menggerakkan dan menerjemahkan program-program di daerah, cabang, hingga ranting. dalam kerja-kerja nyata. Karena itu, pimpinan wilayah tidak hanya berperan mengelola organisasi, tetapi juga menjadi penggerak program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Salmah berharap konsolidasi nasional ini dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menggerakkan dakwah ‘Aisyiyah yang berkemajuan. “Ke depan, ‘Aisyiyah harus mampu menjadi kekuatan yang menghadirkan dakwah yang mencerahkan, pelayanan sosial yang nyata, serta pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah dari Gorontalo, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat ini, Salmah berharap tidak hanya menjadi wadah untuk membahas program atau struktur organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menguatkan ruh gerakan ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang membawa misi pencerahan bagi masyarakat.
“Dakwah ‘Aisyiyah adalah dakwah pencerahan—dakwah yang membebaskan, memajukan, dan memberdayakan. Ketiga hal ini menjadi satu kesatuan yang menjadi ruh gerakan dakwah ‘Aisyiyah,” tegasnya. (Suri)


