Silaturahim Syawalan ‘Aisyiyah Group Kudus, Salmah Orbayinah Ajak Perkuat Ketahanan di Tengah Ketidakpastian Global
Kudus – Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyampaikan tausiyah dalam kegiatan Silaturahim Syawalan ‘Aisyiyah Group yang meliputi RS ‘Aisyiyah Kudus dan RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus, pada Sabtu (4/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan spiritual dan sosial bagi seluruh civitas rumah sakit dan keluarga besar ‘Aisyiyah.
Dalam tausiyahnya, Salmah mengawali dengan menggambarkan situasi global yang tengah bergejolak. Ia menyinggung konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026 yang berdampak luas, termasuk penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis distribusi energi dunia. Menurutnya, kondisi ini berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia.
“Sekitar 20 persen konsumsi minyak mentah dunia melewati Selat Hormuz. Jika terganggu, maka dampaknya akan sangat luas, mulai dari kenaikan harga energi hingga terganggunya industri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan inflasi, hingga melemahnya nilai tukar rupiah. Dampak lanjutannya adalah semakin sulitnya lapangan pekerjaan, mahalnya bahan baku impor, dan meningkatnya harga kebutuhan masyarakat.
Salmah juga menyoroti fenomena sosial yang muncul di tengah ketidakpastian, seperti panic buying yang sempat terjadi akibat isu kenaikan harga BBM pada akhir Maret 2026. Menurutnya, hal tersebut dipicu oleh kecemasan masyarakat yang bersifat antisipatif serta fenomena herd mentality, di mana perilaku individu dipengaruhi oleh reaksi orang lain.
Lebih lanjut, ia menguraikan konsep perubahan dunia yang kini tidak lagi hanya digambarkan dengan istilah VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous), tetapi juga berkembang menjadi BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) sebagaimana diperkenalkan oleh futuris Jamais Cascio. Dalam kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya memiliki ketenangan yang disengaja atau deliberate calm.
Mengutip buku Deliberate Calm: How to Learn and Lead in a Volatile World, Salmah menjelaskan tiga kemampuan utama yang perlu dimiliki, yakni dual awareness (kesadaran ganda antara kondisi eksternal dan internal), intentional choice (kemampuan memilih respon secara sadar), serta learning mindset (mentalitas belajar dalam menghadapi ketidakpastian).
Di tengah tantangan tersebut, Salmah menegaskan bahwa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memiliki kekuatan melalui ekosistem dan jaringan yang solid. Ia mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas, seperti pengembangan industri rumahan dan pasar internal warga. Hal ini dinilai dapat menjadi solusi atas ketimpangan informasi ekonomi dengan mendorong terciptanya akses informasi yang merata.
“Silaturahim seperti ini menjadi kekuatan kita untuk saling menguatkan, berbagi informasi, dan membangun ketahanan bersama,” tegasnya.
Dalam perspektif keimanan, Salmah mengingatkan bahwa setiap ujian kehidupan merupakan bagian dari ketentuan Allah SWT, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 155 tentang ujian berupa ketakutan, kelaparan, dan kekurangan. Ia juga menyinggung kisah Nabi Yusuf dalam menghadapi masa paceklik sebagai pelajaran penting tentang manajemen sumber daya dan kesiapsiagaan menghadapi krisis.
“Dalam kondisi berlimpah, kita diajarkan untuk tidak berlebihan dalam konsumsi, karena akan ada masa sulit yang harus kita hadapi dengan persiapan,” ujarnya.
Lebih jauh, Salmah mengajak seluruh kader untuk tetap bersatu, menjaga ukhuwah, dan menghindari perpecahan sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an. Ia juga mengingatkan pentingnya kesabaran dan ketaatan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Menutup tausiyahnya, Salmah berharap seluruh amal usaha ‘Aisyiyah, khususnya rumah sakit, dapat terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Ia mendorong lahirnya program-program sosial sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada umat. “Bagi kita kader persyarikatan, usaha, dan kerja kita ini diharapkan mampu memberikan kemaslahatan dan kemakmuran bagi warga di wilayah Kudus dan sekitarnya, misalnya membuat program berderma dengan menggratiskan layanan setiap hari jum’at.”


