Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Soroti Pelecehan di Kalangan Mahasiswa, Dorong Peran Keluarga dan Dakwah
Yogyakarta — Kasus pelecehan seksual yang terjadi di ruang interaksi mahasiswa, termasuk yang viral di media sosial, mendapat sorotan Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah dalam Silaturahmi Idulfitri 1447 H di Aula Kantor PP ‘Aisyiyah, Jumat (17/4). Salmah menilai fenomena ini sebagai bagian dari tantangan besar di era digital yang menuntut gerak bersama seluruh kader.
Salmah menyoroti sejumlah kasus yang melibatkan civitas akademika di berbagai kampus, mulai dari percakapan bernuansa pelecehan di grup percakapan hingga nyanyian bermuatan vulgar yang dinyanyikan bersama-sama oleh sekelompok mahasiswa.
Menurutnya, kasus-kasus tersebut tidak dapat dilepaskan dari perubahan lanskap informasi di era media sosial yang memengaruhi cara berpikir dan berperilaku generasi muda Salmah menilai, kondisi ini menjadi tantangan serius bagi ‘Aisyiyah dalam membangun ketahanan nilai, terutama di kalangan keluarga dan generasi muda, termasuk mahasiswa.

“Ini menjadi keprihatinan bagi kita untuk memperkuat ketahanan keluarga, bagaimana menciptakan keluarga yang sakinah, diharapkan supaya anak-anak kita termasuk pula mahasiswa kita dapat memiliki akidah dan akhlak yang baik,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa penguatan kader menjadi kunci dalam merespons persoalan tersebut. Seluruh struktur organisasi, menurutnya, harus bergerak aktif hingga ke tingkat akar rumput.
“Ini menjadi PR kita agar semua majelis kita terus bergerak, bukan hanya menjalankan program level pusat, tapi keberhasilan menggerakkan pimpinan wilayah, daerah, cabang, dan majelis lembaga untuk semuanya bergerak melaksanakan program kita,” jelasnya.
Momentum Syawal, lanjut Salmah, perlu dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas kader sekaligus menguatkan dakwah yang mencerahkan dan memberdayakan masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam mencegah dan merespons berbagai bentuk kekerasan, termasuk pelecehan seksual di lingkungan interaksi mahasiswa.
“Kita perlu mengembalikan dan memperkuat solidaritas dalam memimpin ‘Aisyiyah serta memperkuat dakwah yang mencerahkan dan memberdayakan,” pungkasnya. (Suri)

