TelurMoe Masuki Fase Pengembangan, Peternakan Ayam Petelur Sehat Diperluas hingga 1.000 Ekor
YOGYAKARTA – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqah Muhammadiyah (LazisMu) dan Universitas ’Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta akan melaksanakan Peresmian (KickOff) Program Kemitraan Peningkatan Ekonomi Berbasis Inklusi melalui Pengembangan Ternak Ayam Petelur Sehat (TelurMoe). Kegiatan ini akan berlangsung pada Rabu (31/12/2025) di Lahan Laboratorium Integrated Farming UNISA, Nogotirto, Gamping, Sleman.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menyampaikan bahwa pengembangan peternakan Ayam Petelur Sehat TelurMoe merupakan model pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang ditujukan bagi Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) difabel. “Peternakan ini pemberdayaan bagi teman-teman difabel yang kita kembangkan secara inklusif yang secara khusus kita berikan nilai lebih,” ujar Yamin.
Menurut Yamin, lokasi peternakan ini akan dikembangkan dengan pembangunan kandang yang kapasitasnya meningkat hingga 300 persen dari sebelumnya, sehingga mampu menampung sampai 1.000 ekor ayam petelur. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang diterapkan MPM Muhammadiyah tidak bertumpu pada skala ekonomi besar, melainkan pada ekonomi kerakyatan dan penguatan komunitas. “Ketika komunitas tumbuh mandiri dan berdaya maka pada ujungnya masyarakat, bangsa, negara akan tumbuh dengan kekuatan mandiri.” Pendekatan ini, lanjut Yamin, sejalan dengan amanah Muktamar Muhammadiyah ke-48 untuk memperkuat dakwah di akar rumput melalui komunitas, termasuk komunitas difabel.
Dukungan terhadap program ekonomi inklusif ini juga disampaikan oleh Sekretaris Badan Pembina Harian UNISA Yogyakarta, Mohammad Adam Jerusalem. Menurutnya, UNISA menyambut baik kolaborasi pengembangan peternakan ayam petelur sehat karena membawa kemaslahatan bagi banyak pihak. Adam menilai bahwa ekonomi menjadi faktor penentu dalam berbagai aspek kehidupan manusia dan bangsa apabila dikelola dengan baik. Ia juga mengapresiasi gerakan ekonomi di komunitas difabel yang telah dilakukan MPM Muhammadiyah dan memperoleh sertifikasi global. “Ini membuktikan Muhammadiyah bukan hanya sekedar melakukan sesuatu untuk mengikuti tren tetapi melakukan pembaharuan dalam berbagai aktivitas.”

Sementara itu, Pendamping Peternakan Ayam Petelur Sehat, Arya Khoirul Hamam, menjelaskan bahwa pengembangan peternakan ayam petelur inklusif ini merupakan hasil riset selama delapan tahun dan proses pendampingan selama dua tahun. Menurut Arya, peternakan ini tidak hanya berfokus pada kegiatan beternak konvensional, tetapi telah berada pada tahap keempat budidaya ayam dengan memperhatikan nutrisi pakan serta penerapan animal welfare poultry standards. Atas pendekatan tersebut, MPM menyebut produk yang dihasilkan sebagai Telur Ayam Bahagia.
Arya menambahkan bahwa kandang peternakan Ayam Petelur Sehat TelurMoe didesain aksesibel sehingga dapat dikelola oleh teman-teman difabel. Peternakan ini juga telah memperoleh sertifikasi dari HFAC (Humane Farm Animal Care) dengan label Certified Humane® Raised & Handled, sebuah sertifikasi internasional yang menjamin standar kesejahteraan hewan ternak. Menurut Arya, sistem kandang dan peternakan inklusif ini menjadi yang pertama di dunia yang telah tersertifikasi HFAC.
Lebih lanjut, Arya menyampaikan bahwa di lokasi peternakan juga akan dikembangkan Gudang NKV (Nomor Kontrol Veteriner), yaitu fasilitas penyimpanan yang memenuhi standar higienis dan sanitasi pemerintah guna menjamin keamanan pangan asal hewan. “Semoga dengan niat yang sama, populasi lebih besar, dan dengan adanya gudang NKV bisa menginspirasi dan menyehatkan orang banyak dan sesuai dengan jargon teman-teman Jatam Difabel yakni berdaya, mandiri, mendunia.”


