Perkuat Regenerasi Organisasi, 282 Kader Ikuti ‘Aisyiyah Cadre Camp Jawa Timur
PRIGEN – Sebanyak 282 kader ‘Aisyiyah dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti ‘Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 2026 yang diselenggarakan Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur di Agro Mulia, Prigen, pada 25–26 Juni 2026.
Mengangkat tema “Membentuk Kader Cabang dan Ranting Peduli Lingkungan”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kaderisasi sekaligus menyiapkan kader yang mampu menggerakkan organisasi hingga tingkat cabang dan ranting.
Ketua Panitia, Tazkiyah El Hawa, mengatakan ACC 2026 dirancang untuk membangun kapasitas kader sekaligus mempererat jejaring antarkader dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Kegiatan ini diikuti 282 peserta dari 38 daerah dan juga unsur organisasi otonom Muhammadiyah. Harapannya, para peserta dapat menjadi kader-kader tangguh yang mampu menguatkan cabang dan ranting di daerah masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses kaderisasi tidak hanya berlangsung selama kegiatan di Prigen. Sejak 16 Juni 2026 para peserta telah mengikuti rangkaian orientasi dan penguatan materi secara daring sebagai bekal sebelum mengikuti pelatihan tatap muka.
Tazkiyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan ACC 2026, termasuk Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Universitas Muhammadiyah Surabaya, serta berbagai mitra yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur menegaskan bahwa kaderisasi merupakan kunci keberlangsungan gerakan ‘Aisyiyah. Menurutnya, setiap kader memiliki tanggung jawab menjaga estafet perjuangan agar organisasi terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman.
Ia mengajak seluruh peserta meneladani semangat Nabi Zakariya yang memiliki kegelisahan terhadap keberlanjutan dakwah dan lahirnya generasi penerus. Semangat tersebut, menurutnya, menjadi inspirasi bagi setiap kader untuk terus menyiapkan pemimpin-pemimpin baru yang akan melanjutkan perjuangan organisasi.
Dalam sesi pembekalan, peserta juga diajak menelusuri sejarah kaderisasi ‘Aisyiyah yang mulai ditata secara lebih sistematis sejak Muktamar ke-37 pada tahun 1968. Jejak sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa kaderisasi merupakan denyut nadi organisasi yang terus berkembang dari masa ke masa.
Ketua PWA Jawa Timur menambahkan, tantangan kaderisasi saat ini bukan hanya melahirkan kader yang berkualitas, tetapi juga membangun organisasi yang mampu merangkul setiap anggotanya untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi bersama.
Melalui ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026, para peserta diharapkan membawa pulang semangat baru untuk menguatkan cabang dan ranting di daerah masing-masing sekaligus menjadi penggerak kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari dakwah yang memberi manfaat bagi masyarakat. (sumber : suaraaisyiyah.id)


