PWA Kalimantan Barat Dorong Penguatan Pendidikan Anti Kekerasan di Sekolah
Pontianak — Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Barat menegaskan pentingnya penerapan pendidikan anti kekerasan di lingkungan sekolah melalui talk show bertajuk “Harmoni Putih Abu-Abu: Membangun Budaya Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Anti Kekerasan” yang diselenggarakan di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Kamis (13/5).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Majelis Hukum dan HAM, Majelis Tabligh, Majelis PAUD Dasmen, dan PWA Kalimantan Barat dalam rangka menyemarakkan Milad ke-109 ‘Aisyiyah. Melalui forum ini, para penyelenggara menekankan pentingnya menghadirkan sekolah sebagai ruang yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh, bukan semata tempat mengejar prestasi akademik.
Ketua Majelis Hukum dan HAM PWA Kalimantan Barat, Hazilina, menyampaikan bahwa pendidikan anti kekerasan perlu ditanamkan sejak dini karena pembentukan karakter anak memiliki peran yang sama pentingnya dengan keberhasilan akademik.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membangun karakter dan kepribadian peserta didik. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang menghargai sesama dan mampu menyelesaikan masalah tanpa kekerasan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental serta masa depan anak. Menurutnya, terciptanya budaya sekolah yang sehat memerlukan keterlibatan aktif seluruh unsur sekolah, mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga tenaga kependidikan.
Hazilina juga mengingatkan bahwa Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 telah menegaskan hak setiap peserta didik untuk memperoleh pendidikan yang aman, inklusif, serta terbebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intoleransi.
“Nilai anti kekerasan jangan hanya menjadi slogan atau aturan formal. Sekolah harus benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai agar peserta didik dapat berkembang tanpa rasa takut dan cemas,” katanya.
Melalui kegiatan ini, PWA Kalimantan Barat berharap semakin tumbuh kesadaran bersama mengenai pentingnya membangun budaya sekolah yang sehat dan ramah anak, sehingga lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang yang mendukung perkembangan peserta didik, baik secara akademik maupun emosional.

