PDA Banyumas Terima Rumah dari Kader untuk Homestay Kegiatan ‘Aisyiyah
BANYUMAS — Dukungan kader dan keluarga kader terhadap keberlangsungan kegiatan ‘Aisyiyah kembali hadir di Banyumas. Tri Rini Budi Setyaningsih menyerahkan hak guna bangunan atas salah satu rumah miliknya kepada Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Banyumas untuk dimanfaatkan sebagai sarana pendukung berbagai kegiatan ‘Aisyiyah.
Serah terima hak guna bangunan tersebut dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) di rumah yang beralamat di Jl. Sekolah Teknik Kav. Pemda No. 47, Sitapen, Purwokerto.
Tri Rini Budi Setyaningsih merupakan pensiunan dokter spesialis kejiwaan Rumah Sakit Margono Soekarjo. Ia juga aktif dalam Divisi Pelayanan Kesehatan Majelis Kesehatan PDA Banyumas. Penyerahan rumah ini menjadi bentuk kepedulian dan dukungan Tri Rini bersama keluarga terhadap penguatan kegiatan dan program ‘Aisyiyah di Banyumas.
Ketua PDA Banyumas, Zakiyah, menyampaikan bahwa rumah tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai homestay ‘Aisyiyah Banyumas. Homestay ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana pendukung bagi berbagai kegiatan dan program ‘Aisyiyah, khususnya bagi pihak-pihak yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama melaksanakan kegiatan organisasi.
“Alhamdulillah, PDA sangat bersyukur atas pemberian hak guna pakai rumah ini. Mudah-mudahan rumah yang sudah diserahkan ini akan lebih banyak manfaatnya untuk ‘Aisyiyah dan menjadikan ‘Aisyiyah lebih bermanfaat bagi umat,” ujar Zakiyah.
Dalam kegiatan serah terima tersebut, turut hadir Wakil Ketua PDA Banyumas Nasiyah, Bendahara PDA Banyumas Ning Winarni, dan Asri Widiastuti. Hadir pula Indri Krisnawati dari Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah yang nantinya menjadi salah satu pengurus homestay, serta Cantik Rhani Putri Tia selaku staf PDA Banyumas.
Penyerahan hak guna bangunan rumah kepada PDA Banyumas ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata dari kader dan warga ‘Aisyiyah dalam memperkuat sarana penunjang organisasi. Pemanfaatan rumah sebagai homestay diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaksanaan berbagai kegiatan ‘Aisyiyah sekaligus memperluas manfaat gerakan ‘Aisyiyah bagi masyarakat di Banyumas.
Dukungan tersebut juga menunjukkan bahwa keberlangsungan gerakan ‘Aisyiyah tidak hanya dibangun melalui program organisasi, tetapi juga melalui kepedulian dan kontribusi kader dalam menyediakan sarana yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. (Nola)


