Aisyi Tower Klaten Tuai Apresiasi Berbagai Tokoh, Disebut Hotel Literasi dan Ikon Baru Amal Usaha ‘Aisyiyah
Klaten — Soft Opening Aisyi Tower Hotel yang diselenggarakan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kab. Klaten pada Ahad (16/6/2026) mendapat apresiasi dari berbagai tokoh Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan Pemerintah Kabupaten Klaten. Kehadiran hotel yang digagas dan dibangun secara mandiri oleh warga ‘Aisyiyah ini dinilai sebagai terobosan baru dalam pengembangan amal usaha sekaligus pemberdayaan ekonomi perempuan.
Staf Ahli Bupati Klaten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Joko Istanto, menyampaikan bahwa Kabupaten Klaten semakin menunjukkan kemajuannya dengan hadirnya Aisyi Tower, yang disebutnya sebagai hotel literasi pertama milik perempuan Muhammadiyah di Indonesia.

Menurutnya, konsep hotel literasi yang diusung Aisyi Tower menjadi nilai tambah yang membedakannya dari hotel-hotel lain. Fasilitas seperti perpustakaan anak dan berbagai pojok baca diharapkan dapat memperkaya wawasan para pengunjung sekaligus menghadirkan pengalaman menginap yang edukatif.
Joko juga mengapresiasi pembangunan hotel yang dilakukan secara mandiri oleh jamaah ‘Aisyiyah. Baginya, hal tersebut menjadi bukti nyata kontribusi perempuan Muhammadiyah dalam membangun perekonomian dan memperkuat dakwah melalui amal usaha.
“Muhammadiyah itu luar biasa. Terkadang tidak banyak terlihat, tetapi amal usahanya sangat besar. Dari bidang kesehatan memiliki banyak rumah sakit, dari bidang pendidikan memiliki banyak perguruan tinggi. Semua itu adalah karya nyata untuk bangsa yang kita cintai ini,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir. Ia mengucapkan selamat atas soft opening Aisyi Tower Klaten dan berharap hotel tersebut terus berkembang hingga menjadi bangunan yang lebih besar dan memberikan manfaat yang semakin luas. “Semoga akan segera Grand Opening dan sgera berkembang menjdi 12 lantai,” ujar Tafsir.
Dalam pesannya, Tafsir mengajak seluruh pihak untuk terus menumbuhkan optimisme dalam mengembangkan amal usaha. Menurutnya, cara berpikir yang positif akan melahirkan langkah dan hasil yang positif pula.
“Pikiranmu adalah takdirmu. Karena itu jangan berpikir negatif. Berpikirlah positif agar takdir yang mengiringi usaha kita juga positif,” pesannya.
Sementara itu, Bendahara Umum PP ‘Aisyiyah, Diyah Suminar, menyampaikan apresiasi kepada PDA Klaten yang dinilai berani memasuki sektor hospitality yang selama ini belum banyak digarap oleh lingkungan ‘Aisyiyah.

“Saya mengapresiasi PDA Klaten yang berani mencoba bisnis hospitality karena belum ada ‘Aisyiyah dimanapun yang mengembangkan bisnis hospitality seperti ini,” ujar Diyah. Sehingga ia mengharap ini dapat menjadi inspirasi bagi yang lain.
Meski demikian, Diyah mengingatkan bahwa bisnis perhotelan membutuhkan kecermatan dan inovasi yang berkelanjutan. Ia berharap Aisyi Tower terus mengembangkan layanannya dan menjaga kualitas pelayanan kepada para pelanggan.
Direktur RSU ‘Aisyiyah Klaten, Kundariyah, turut menyampaikan rasa bangga atas terwujudnya Aisyi Tower. Menurutnya, keberhasilan PDA Klaten mengubah bangunan tersebut menjadi hotel modern merupakan hasil kerja keras dan ketekunan yang patut diapresiasi.

“Kami bangga sebagai bagian dari amal usaha ‘Aisyiyah. Harapannya seluruh amal usaha dapat berjalan berdampingan dan saling menguatkan untuk mewujudkan cita-cita besar ibu-ibu ‘Aisyiyah,” katanya.
Kundariyah berharap Aisyi Tower dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas serta terus mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Ia bahkan menyebut hotel tersebut berpotensi menjadi “mercusuar kedua” bagi amal usaha PDA Klaten setelah berbagai amal usaha yang telah berkembang sebelumnya.
Kesaksian penuh haru disampaikan Bendahara PWM Jawa Tengah, Kasiyati, yang mengaku mengikuti perjalanan panjang pembangunan Aisyi Tower sejak tahap perencanaan. Ia menyaksikan langsung berbagai upaya yang dilakukan PDA Klaten dalam mewujudkan impian tersebut.
“Saya turut membersamai ibu-ibu dari pintu ke pintu, dari rapat ke rapat. Berdirinya Aisyi Tower ini adalah hasil kerja keras yang luar biasa, hasil keteguhan, ketulusan, dan komitmen para pimpinan PDA Klaten yang juga didukung oleh PDM serta berbagai pihak lainnya,” ungkapnya.
Kasiyati menilai keberhasilan pembangunan Aisyi Tower menjadi bukti bahwa perjuangan yang dilakukan dengan kesungguhan akan selalu menemukan jalan. Menurutnya, semangat kebersamaan dan keyakinan yang kuat menjadi modal utama hingga mimpi tersebut akhirnya terwujud.

“Ini adalah langkah awal. Perjalanan ke depan tentu masih panjang dan penuh dinamika. Namun dengan kebersamaan, doa, dan dukungan semua pihak, Alhamdulillah mimpi itu kini menjadi kenyataan. PDA Klaten telah berjuang dengan harta, jiwa, dan komitmen yang luar biasa untuk mewujudkannya,” tuturnya.
Berbagai apresiasi tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Aisyi Tower tidak hanya dipandang sebagai tambahan fasilitas perhotelan di Klaten, tetapi juga sebagai simbol keberanian, kemandirian, dan inovasi perempuan Muhammadiyah dalam mengembangkan amal usaha yang memberi manfaat bagi umat dan masyarakat luas. (Suri)


