‘Aisyiyah Resmikan Politeknik ‘Aisyiyah Batam, Perkuat Dakwah Pendidikan Berwawasan Global

BATAM – Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah resmikan Politeknik ‘Aisyiyah Batam sebagai bagian dari penguatan dakwah ‘Aisyiyah di bidang pendidikan. Peresmian ini sekaligus melantik Direktur Politeknik ‘Aisyiyah Batam, kuliah umum, serta pembukaan Baitul Arqam bagi civitas akademika.
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyampaikan bahwa berdirinya Politeknik ‘Aisyiyah Batam merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang ‘Aisyiyah dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat.
Siapkan Generasi Unggul
Menurut Salmah, langkah tersebut menjadi strategis karena Batam memiliki posisi penting sebagai kawasan industri, perdagangan, teknologi, dan investasi yang berhadapan langsung dengan kawasan internasional.
“Dari langkah kecil menuju harapan yang besar, tentunya dengan dimulainya gerakan menyiapkan generasi unggul masa depan yang berkualitas melalui Politeknik ‘Aisyiyah Batam,” ujar Salmah.
Ia menilai kehadiran Politeknik ‘Aisyiyah Batam menjadi momentum penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, profesionalitas, dan integritas.
Terlebih, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah tantangan dunia pendidikan. Karena itu, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan.
“Penguasaan AI harus juga menyentuh nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Salmah menambahkan, Politeknik ‘Aisyiyah Batam perlu terus adaptif dan inovatif menghadapi perubahan yang berlangsung cepat. Dengan posisi Batam sebagai jendela internasional, perguruan tinggi ini juga memiliki peluang besar untuk membangun kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, serta perguruan tinggi di kawasan Asia, khususnya negara-negara yang berada di sekitar Batam seperti Malaysia dan Singapura.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan di lingkungan ‘Aisyiyah tidak berhenti pada transfer pengetahuan. Ilmu harus melahirkan amal dan mampu menjawab persoalan masyarakat.
“Aisyiyah tidak pernah bercita-cita hanya menjadi sebuah organisasi yang besar, tetapi Aisyiyah ingin menjadi sebuah gerakan yang mempunyai manfaat yang luas, tidak hanya manfaat bagi anggota ‘Aisyiyah sendiri, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat secara umum,” ungkapnya.
Lebih dari satu abad, ‘Aisyiyah telah menempatkan pendidikan sebagai salah satu bidang utama gerakannya. Dua tahun setelah berdiri pada 1917, ‘Aisyiyah telah mendirikan TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) pada 1919. Gerakan pendidikan tersebut kemudian berkembang hingga jenjang pendidikan tinggi.
Salmah menyebut Politeknik ‘Aisyiyah Batam menjadi perguruan tinggi ke-11 yang berada di bawah ‘Aisyiyah. Kehadirannya menjadi bagian dari kesinambungan perjuangan ‘Aisyiyah dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan sesuai tantangan zaman.
“Kalau dulu tantangannya adalah buta huruf, sekarang sangat berbeda lagi. Sekarang tantangannya menghadapi digitalisasi dan juga artificial intelligence,” jelasnya.
Karena itu, ia menekankan agar peningkatan mutu tidak sekadar dilakukan untuk memenuhi standar akreditasi atau SOP, tetapi menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan seluruh civitas akademika.

Awal Perjalanan Politeknik ‘Aisyiyah Batam
Sementara itu, Direktur Politeknik ‘Aisyiyah Batam, Susanna, menyampaikan bahwa peresmian tersebut menjadi awal perjalanan bagi perguruan tinggi baru di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Politeknik ‘Aisyiyah Batam menjadi bagian dari 166 perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia, sekaligus menjadi kampus ke-165 dari keseluruhan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Susanna menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendampingi proses pendirian kampus tersebut, termasuk Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Politeknik ‘Aisyiyah Batam, Indrasuti, yang berhalangan hadir dalam peresmian.
Ia menyebut peresmian ini sebagai langkah awal yang perlu dijaga dan dikembangkan bersama.
“Setiap hal-hal besar itu selalu dimulai dari hal-hal kecil. Setiap akhir selalu ada mulainya. Maka hari ini adalah hari awal bagaimana Politeknik ‘Aisyiyah Batam bisa berjalan ke depan,” kata Susanna.
Menurutnya, Politeknik ‘Aisyiyah Batam tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi kerja, tetapi juga memiliki nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Semoga Politeknik ‘Aisyiyah Batam dapat menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya fokus kepada ilmu pengetahuan, tetapi juga menyebarkan kebermanfaatan dengan pengabdian tanpa melupakan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya.
Pendidikan vokasi yang dikembangkan Politeknik ‘Aisyiyah Batam diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang siap memasuki dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, hingga Indonesia di tingkat global.
Susanna juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan terhadap perjalanan Politeknik ‘Aisyiyah Batam agar dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Melalui Politeknik ‘Aisyiyah Batam, ‘Aisyiyah berharap lahir generasi yang kompeten, berakhlak, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki wawasan global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan. (Nola)

