‘Aisyiyah Salurkan Bantuan Berbasis Kebutuhan di Enam Kabupaten Terdampak Gempa NTT
YOGYAKARTA — Kantor Layanan Lazismu (KL Lazismu) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi pascabencana, bantuan disalurkan secara merata ke enam kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Nagekeo, Sikka, Ngada, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Manggarai.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) di masing-masing kabupaten. Mekanisme ini dilakukan agar bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan menjangkau warga yang membutuhkan.
Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) ‘Aisyiyah, Rahmawati Husein, pada Selasa (1/9/26) mengatakan bahwa upaya pemerataan bantuan terus dilakukan, terutama untuk memastikan kelompok rentan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.
“PP ‘Aisyiyah melalui LLHPB bersama KL Lazismu PP ‘Aisyiyah dan PDA ‘Aisyiyah di enam kabupaten di NTT terus berupaya memastikan bantuan dapat terdistribusi secara merata kepada warga yang terdampak, terutama mereka yang membutuhkan dukungan dan bantuan segera pascagempa,” ujar Rahmawati.
Bantuan yang disalurkan diprioritaskan bagi kelompok rentan, di antaranya bayi, anak-anak, lansia, serta warga yang membutuhkan dukungan khusus pascagempa. Bantuan tersebut berupa popok, susu, sembako, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, Lazismu juga menyediakan kasur bagi warga yang membutuhkan perlengkapan untuk beristirahat.
Menurut Rahmawati, dukungan tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemulihan warga dalam situasi pascabencana. Bantuan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian kepada masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit.
Di tengah kondisi tersebut, Rahmawati mengimbau warga, khususnya para ibu, untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Ia mengatakan, hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan aktivitas gempa akan berakhir. Karena itu, informasi mengenai kondisi kegempaan terus dipantau, termasuk melalui diskusi dengan ahli seismologi.
“Ibu-ibu mohon untuk terus waspada karena kita belum tahu kapan gempa susulan ini akan berakhir. Saat ini juga masih ada diskusi dengan ahli seismologi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Yang paling penting, warga tetap menjaga kesehatan dan beristirahat dengan cukup,” ujarnya.
Dalam respons kebencanaan ini, ‘Aisyiyah juga terus bersinergi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam kerangka One Muhammadiyah One Response. Sinergi dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi warga terdampak sekaligus memastikan kebutuhan di masing-masing wilayah terus diperbarui.
Pembaruan informasi mengenai ketersediaan dan kebutuhan barang di setiap kabupaten menjadi bagian penting dalam proses distribusi bantuan. Dengan demikian, penyaluran barang dan sembako dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran sesuai kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.
Melalui sinergi dan kolaborasi tersebut, ‘Aisyiyah berkomitmen untuk terus memantau kebutuhan masyarakat terdampak serta memastikan bantuan diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan.
Rahmawati berharap seluruh warga terdampak senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi situasi pascabencana. Ia juga berharap warga yang sedang sakit segera mendapatkan kesembuhan serta mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik menghadapi gempa susulan yang masih dirasakan di sejumlah wilayah Flores. “Semoga warga yang terdampak tetap sehat, dan yang sedang sakit segera diberikan kesembuhan. Tetap waspada, tetapi jangan panik,” pungkasnya. (Nola)


