Gelar Rakernas, MPKSDI Pusat Siap jalankan 4 Program Prioritas Muhammadiyah

MAKASSAR – Majlis Pembinaan Kader & Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah laksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Kamis, (27/7/23).

MAKASSAR – Majlis Pembinaan Kader & Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah laksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Kamis, (27/7/23).

YOGYAKARTA – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan PP ‘Aisyiyah (LPPA PP ‘Aisyiyah), Siti Syamsiyatun dalam Pengajian PP Muhammadiyah, Jumat (15/7) bertema Hijrah yang Berkemajuan mengajak masyarakat untuk menyegarkan kembali spirit hijrah. Dalam kesempatan tersebut Syamsiatun menyambut baik semangat hijrah kaum muslim Indonesia.
Dalam pandangannya, gerakan hijrah ini bagian dari semangat keberislaman. Oleh karena itu dia mendorong untuk bersikap proaktif terhadap komunitas hijrah. Namun demikian dalam semangat tersebut, terindikasi penyempitan makna dari semangat hijrah.
Syamsiatun juga menyebut mengenai proses belajar agama yang dilakukan hanya melalui media sosial. Proses belajar agama yang tidak sebagaimana mestinya yang bersanad dan runtut melainkan melalui media sosial namun sudah mengaku pandangannya yang paling benar, dan lainnya salah.
“Sehingga ini terjadi polarisasi, yang tidak berdasarkan pertimbangan yang mapan yang sering kita sebut sebagai low level of thinking,” ujarnya. Low level of thinking disebut Syamsiatun merupakan pola berpikir yang instan, tidak komprehensif, atau tidak suka berpikir yang kompleks. Pola pikir ini juga acap kali menjadikan seorang atau kelompok tersebut cenderung tertutup.
Oleh karena itu Syamsiatun memandang perlu penyegaran kembali spirit hijrah ini untuk menuju masyarakat yang berkeadaban. Terkait cara penyegaran hijrah, menurutnya bisa dilakukan melalui beberapa cara, seperti; melakukan pembacaan ulang ayat Al Qur’an yang membincang tentang hijrah, yang dihubungkan dengan ayat tentang membaca, dan ayat tentang iman dan amal salih.
Penggunaan perspektif Islam Berkemajuan juga ditekankan oleh Syamsiatun dalam membaca dan menghubungkan ayat. Hal ini karena dalam Islam Berkemajuan menyemaikan benih kebenaran, kebaikan, kedamaian, keadilan, kemasyarakatan, kemakmuran, dan keutaman hidup bagi seluruh umat manusia. Karakteristik Islam Berkemajuan bersikap wasathiyah atau tengah, serta bercita-cita mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam atau islam rahmatan lil alamin. “Islam Berkemajuan juga menjunjung tinggi kemuliaan manusia laki-laki dan perempuan tanpa diskriminasi. Karakteristik Islam Berkemajuan itu berlandaskan tauhid, bersumber Al Qur’an dan As Sunah dan menghidupkan ijtihad dan tajdid,” terangnya. (sumber : muhammadiyah.or.id)

YOGYAKARTA – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta telah melaksanakan kegiatan Pengukuhan Anggota Majelis Lembaga Periode 2022 – 2027 yang dilanjutkan dengan Peneguhan Ideologi seluruh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta Periode 2022 – 2027 dengan Tema “Perempuan Berkemajuan Membangun Masyarakat Utama Kota Yogyakarta”.
Kegiatan dilaksanakan di Grha Ibnu Sina SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta yang diikuti sekitar 250 orang peserta undangan yang terdiri dari Pleno PDA Kota Yogyakarta, Anggota Majelis Lembaga PDA Kota Yogyakarta, Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Kota Yogyakarta, Ketua PDM Kota Yogyakarta, dsb, berlangsung secara hikmad dan lancar.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh Muhammadiyah, Ahmad Syauqi Soeratno, hadir memberikan ucapan selamat dan menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran yang penting dalam keluarga dan masyarakat. Acara dilanjutkan dengan prosesi Pengukuhan yang dipandu oleh Sekretaris PDA Kota Yogyakarta Rakhmawati dan Suyamtini membacakan susunan nama pada SK Majelis Lembaga dilanjutkan dengan penyerahan SK untuk masing-masing Majelis Lembaga oleh Ketua PDA Kota Yogyakarta dan pemberian ucapan selamat oleh Pimpinan Harian dan Tamu Undangan.
Ada 7 Majelis dan 3 Lembaga Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta periode 2022-2027 yaitu:
Ibu Hj. Rowiyah, S.Ag selaku Ketua PDA Kota Yogyakarta dalam Sambutan Pengukuhan menyampaikan “Sebagaimana di dalam Al Quran Surat As Shaff ayat 4, pimpinan harus konsisten dan penuh komitmen untuk kemajuan ‘Aisyiyah. Majelis Lembaga membantu pimpinan dalam menjalankan program selama 5 tahun kedepan, sehingga program akan menjadi lebih ringan, optimal dan memberikan manfaat baik untuk masyarakat Kota Yogyakarta.”
Sesi Pengukuhan ditutup dengan Sambutan dan Doa oleh Ketua PDM Kota Yogyakarta H. Aris Madani, S.Pd.I. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk meluruskan niat dan membulatkan tekad dalam menjalankan program seluruh majelis “Mari bergembira dalam ber-Muhammadiyah dan ber-’Aisyiyah”.
Sesi Peneguhan Ideologi menghadirkan Materi I Peneguhan Ideologi Dra. Hj. Shoimah Kastolani dengan Moderator Dra. Hj. Subiyantini, Materi II Risalah Perempuan Berkemajuan oleh Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY Hj. Siti Zulaikha dengan Moderator Hj. Wuri Astuti dan Materi III Program Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta 2022-2027 oleh Sekretaris PDA Kota Yogyakarta Rakhmawati, S.Psi.
Dalam paparannya Ibu Hj. Shoimah membawakan materi tentang 10 ideologi Muhammadiyah dan menegaskan bahwa “Pimpinan adalah insan pilihan yang pantas diberi amanh dan bertaqwa, serta akan bekerja dengan jujur“.
Selanjutnya Ibu Hj. Siti Zulaikha dalam materi Risalah perempuan berkemajuan menyampaikan bahwa Al Quran Surat An Nahl ayat 97 merupakan landasan ‘Aisyiyah, bahwa ‘Aisyiyah merupakan penggerak gerakan “Beberapa bagian yang terdapat pada ayat tersebut adalah spiritualitas, amal sholeh, kesetaraan dan hayyatan thayibah.”
Sesi Peneguhan Ideologi ditutup dengan Materi Program Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta 2022-2027 oleh Sekretaris PDA Kota Yogyakarta Rakhmawati, S.Psi. Pada sesi ini disampaikan tentang landasan penyusunan program, program umum, program bidang serta pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program yang menjadi dasar tiap Majelis Lembaga dalam menyusun program dan kegiatan.
Harapannya setalah pengukuhan dan peneguhan roda kepemimpinan ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta periode 2022-2027 berjalan lancar dengan semangat Perempuan Berkemajuan Membangun Masyarakat Utama Kota Yogyakarta.

GARUT – Upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs terus digenjot di Indonesia. Salah satunya dengan Peraturan Presiden No.111 Tahun 2022 sebagai pengganti Peraturan Presiden No.59 Tahun 2017 terkait penyusunan Rencana Aksi Daerah SDGs yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. ‘Aisyiyah sebagai salah satu elemen masyarakat mendorong terwujudnya SDGs yang partisipatif di Kabupaten Garut dengan menggelar Lokakarya Penyusunan Rencana Aksi Daerah SDGs “Mewujudkan Pelaksanaan SDGs yang Partisipatif di Kabupaten Garut” pada Selasa (4/7/2023).
Koordinator Program Inklusi ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah menyampaikan bahwa dengan Peraturan Presiden No.111 Tahun 2022 sebagai pengganti Peraturan Presiden No.59 Tahun 2017 yang memberikan mandat kepada daerah yang dulunya hanya menyampaikan matriks SDGs kepada Bappeda di Tingkat Provinsi. “Dengan Perpres ini maka ada mandatori Pemerintah Daerah di tingkat kabupaten untuk menyusun rencana aksi daerah,” ucapnya.
Oleh karena itu ia mengapresiasi kerjasama yang baik antara ‘Aisyiyah Kabupaten Garut dalam Program Inklusi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Garut termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut dalam Lokakarya Penyusunan RAD ini. “Acara ini menurut saya respon yang sangat luar biasa, karena Kabupaten Garut termasuk Kabupaten yang terdepan dalam merespon RAD dalam rangka pencapaian SDGs.”
Lebih lanjut Tri menyampaikan bahwa Peta Jalan SDGs Indonesia sedang di review agar dapat mencapai Indonesia emas. Ia berharap dengan hal tersebut setiap elemen masyarakat dapat lebih terlibat dalam menurunkan atau membumikan SDGs. Setelah tersusunya RAD SDGs di Kabupaten Garut ini ia juga berharap setiap pihak dapat mengawal termasuk dalam penerapan SDGs Desa sehingga dapat membawa perubahan positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tri juga mendorong agar berbagai kelompok masyarakat termasuk kelompok rentan seperti perempuan, disabilitas, lansia, remaja dapat dilibatkan dalam perencanaan pembangunan. “Sebagaimana kita secara khusus melalui Program Inklusi dengan pendekatan GEDSI di mana kelompok perempuan harus menjadi tujuan utama, sebagai subyek yang harus berpartisipasi dalam pencapain SDGs, termasuk saudara-saudara kita dengan disabilitas, yang ada di daerah jauh, kelompok rentan yang belum terjangkau seperti lansia dan kelompok remaja yang harus menjadi perhatian kita dalam perencanaan pembangunan.”
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyampaikan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan. Sehingga menurutnya, setiap kegiatan yang berhubungan dengan intervensi kemiskinan pasti akan ia dukung termasuk dalam upaya pencapaian SDGs ini. Ia menyebutkan bahwa setiap stakeholder di Garut bekerjasama dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Garut dan Indonesia yang adil makmur. “Di Garut apalagi dari mulai Bupati sampai dengan entitas terendah di tingkat RT, itu kita menuju mewujudkan masyarakat Garut yang tata tengtrem kerta raharja dengan ridha Allah Swt.”
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, mengapresiasi peran-peran ‘Aisyiyah dan mengakui bila selama ini kegiatan ‘Aisyiyah banyak membantu pembangunan di Kabupaten Garut. Ia juga mengapresiasi keterlibatan ‘Aisyiyah dalam menyusun RAD dan mencapaian SDGs di Kabupaten Garut. “RAD SDGs ini akan menjadi bahan penting bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Garut untuk 20 tahun mendatang,” ujarnya. (Suri)

BANTUL – Guru SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul berhasil meraih juara 2 di ajang Bantul Innovation Award 2023. Sari Maharani, berhasil menjadi terbaik kedua atas inovasinya mengembangkan aplikasi “App TPD SMP Unggulan Aisyiyah Bantul”. Aplikasi tersebut merupakan program pencatatan prestasi dan pelanggaran siswa. Siswa yang melakukan kegiatan positif atau berprestasi akan mendapatkan nilai positif sedangkan siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah akan mendapatkan nilai negatif. Point ini akan digunakan sekolah untuk memberikan apresiasi bagi siswa yang mendapatkan point positif tinggi dan memberikan sanksi bagi siswa yang mendapatkan point negatif tinggi.
Pengembangan aplikasi ini didasari keprihatinan guru BK SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul itu dikarenakan pencatatan prestasi dan pelanggaran siswa yang masih dilakukan secara manual sehingga memungkinkan laporan yang diberikan kepada orang tua rawan mengalami kesalahan. Selain itu, guru yang akrab dipanggil Shani itu juga berkeinginan untuk mengembangkan sekolah berbasis teknologi informasi.
Kepala Sekolah SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul, Khusnul Hanifah, mengatakan bahwa prestasi ini merupakan wujud nyata kinerja guru dalam berinovasi dan mewujudkan visi dan misi sekolah. “Prestasi ini menunjukkan bahwa guru di SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul merupakan sosok guru yang kompeten dan inovatif. Guru-guru di sekolah kami mampu mengikuti perkembangan zaman dan tanggap terhadap permasalahan di sekitarnya. Saya harap prestasi ini mampu menjadi pemicu guru-guru lain baik itu di SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul maupun sekolah-sekolah lainnya”.
Atas prestasinya itu, Sari Maharani berhak mendapatkan trophy, sertifikat serta uang tunai sebesar tiga juta lima ratus ribu rupiah. Hadiah diserahkan secara langsung oleh Ibu Dwi Joko Purnomo yang merupakan istri wakil bupati Kabupaten Bantul dalam acara Peringatan Hari Jadi Bantul ke-192 di Lapangan Trirenggo, Kamis 20 Juli 2023.
Bantul Innovation Award 2023 sendiri merupakan program pemerintah Kabupaten Bantul yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem inovasi. Program ini telah dilaunching pemerintah Kabupaten Bantul pada tanggal 6 April 2023 yang lalu. Adapun penilaian hasil karya dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2023. Pada tanggal 18 Juli 2023 lalu, Sari Maharani mempresentasikan hasil karyanya itu sebagai bagian dari penilaian final.
Dalam proses pembuatan aplikasi TPD nya itu, guru lulusan Universitas Ahmad Dahlan tersebut mengaku tidak banyak mengalami kesulitan karena dukungan keluarga dan rekan kerja di sekolah. Setelah ia mendapatkan ide pengembangan aplikasinya itu, ia menyampaikan ide tersebut kepada Kepala Sekolah untuk selanjutnya dibuatkan SK tim pengembang. Awalnya, aplikasi pencatatan prestasi dan pelanggaran siswa tersebut hanya dapat diakses melalui web. Selanjutnya, Sari Maharani dan tim pengembang mengembangkan aplikasi tersebut ke dalam versi mobile yang bisa diakses tidak hanya oleh guru tetapi juga siswa dan orang tua.
“Saat ini aplikasi “App TPD SMP Unggulan Aisyiyah Bantul” sudah dapat didownload di playstore dan dapat diakses dimanapun dan kapanpun”, ujar Sari Maharani. Ia berharap aplikasi yang telah dibuat ini bisa digunakan dan bermanfaat khususnya bagi SMP Unggulan Aisyiyah Bantul dan sekolah lain yang ingin melakukan replikasi.

Yogyakarta – Untuk tetap menjaga amanah dan profesionalitas, 88 kantor layanan Lazismu DIY jalankan audit keuangan dalam sepuluh hari kedepan. Total dana yang akan diaudit sebanyak 36 miliar hasil penghimpunan dari lima kabupaten/kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Acara pembukaan audit berlangsung pada Senin (17/7/23) bertempat di Aula Gedung Muhammadiyah DIY secara hybrid (luring dan online), dihadiri oleh jajaran pimpinan Lazismu DIY, ketua Lazismu Daerah se-DIY, wakil ketua PWM DIY, dan tim audit keuangan dari KAP Abdul Hamid dan Rekan. Pelaksanaan audit di Lazismu DIY telah berjalan sejak tahun 2018 untuk tahun buku 2017, setiap tahunnya ada peningkatan pelaporan dan jumlah keikutsertaan mengikuti audit.
Pada tahun 2018 sebanyak 7 kantor, tahun 2019 24 kantor, tahun 2020 sebanyak 42 kantor, ditutup buku tahun 2021 sebanyak 33 miliar dengan jumlah kantor sebanyak 66 Kantor Layanan (KL) Lazismu. Dan pada tahun ini untuk tutup buku tahun 2022 meningkat 9,3% laporan pengeluaran. “Pada tahun ini, jumlah keikutsertaan audit sebanyak 88 kantor layanan Lazismu di seluruh wilayah DIY, dengan total penyaluran 36,7 miliar” kata Jefree Fahana ketua Lazismu DIY
Melalui Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan, sudah bekerja sama untuk kedua kali ini, berlangsung secara nasional untuk audit keuangan Lazismu. Untuk wilayah Yogyakarta akan berlangsung selama sepuluh hari, dari tanggal 17 – 27 Juli 2023
Wilayah Yogyakarta menjadi element sangat penting dan menjadi peserta terbanyak untuk Lazismu secara nasional. Menurut ketua TIM Audit dr KAP AHR, Syamsul Bahri menyampaikan, ada pendekatan dan metode dalam proses audit, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan, nantinya Tim akan berkunjung ke kantor-kantor Layanan Lazismu sebagai sample pengambilan data. “Dengan memberikan hasil laporan audit, harapannya dapat meningkatkan kepercayaan di masyarakat untuk Lazismu. Lazismu diaudit secara nasional dalam rangka memberikan akuntabilitas dan transparansi kepada masyarakat” kata senior KAP AHR, Abdul Hamid Cebba.
Sementara Wakil ketua PWM DIY, Cahyono dalam sambutannya menyampaikan, ada peningkatan jumlah yang akan diaudit membuktikan adanya peningkatan kepercayaan di Lazismu. Menjaga amanah harus dijalankan secara professional. “Amanah terus ditingkatkan, insyaallah akan mendatangkan kemaslahatan”

YOGYAKARTA – Salah satu tugas Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani ( MPK-SDI) PWM DIY adalah melaksanakan Baitul Arqam ( BA ) dan Darul Arqam ( DA ). Sehingga ketrampilan mengelola BA dan DA menjadi hal yang penting. Di awal periode inilah MPK-SDI PWM DIY melaksanakan Coaching Klinik pada Sabtu-Ahad, 22-23 Juli 2023 di Wisma BIK Kaliurang.
Agenda ini dibuka oleh Iwan Setiawan, Wakil Ketua PWM DIY. Iwan Setiawan menyampaikan posisi MPK-SDI PWM DIY yang memiliki tugas menjalankam 8 program pokok prioritas Muhammadiyah. Salah satunya adalah reformasi kaderisasi. Iwan Setiawan menyampaikan reformasi kaderisasi dapat dimulai dari metode BA dan DA yg menarik, salah satunya dengan aktif learning. Selanjutnya MPKSDI PWM DIY perlu keluar dari zona nyaman, dengan menyusun strategi sebagai lembaga perekrutan kader. Sehingga program-programnya juga menyasar dakwah komunitas sebagai bagian perekrutan kader.
Bachtiar Dwi Kurniawan selaku Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah menyampaikan banyak hal tentang reformasi kaderisasi. Dimulai dari internal MPK-SDI hingga digitalisasi kader Muhammadiyah.
Selanjutnya Coaching Clinik yang diikuti 30 orang ini menghadirkan narasumber Agus Samsudin Ketua MPKU PP Muhammadiyah, Faiz Rafdhi MPKSDI PP Muhammadiyah dan internal MPK-SDI PWM DIY. Materi yang disampaikan berupa teori dan praktik untuk calon instruktur BA dan DA di lingkungan PWM DIY. Andy Putra Wijaya selaku Ketua MPK-SDI PWM DIY berharap agar Coaching Clinik adalah usaha untuk mempersiapkan instrukrur yang handal di lingkungan Muhammadiyah DIY. (Iwan KC)

YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dalam Program Neo Natal ‘Aisyiyah bekerjasama dengan Leo and Mia Foundation melakukan kegiatan Refreshment Tenaga Kesehatan “Premature Infant Resuscitation Training” pada Sabtu (15/7/23). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh 100 tenaga kesehatan dari area program yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Magelang.
Supriyatiningsih selaku Project Manager and Clinical Setting Coordinator Program ‘Aisyiyah Neonatal menyampaikan bahwa dalam 2 tahun terakhir Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah memiliki satu program dinamakan manajemen prematuritas yang merupakan upaya meningkatkan kemampuan kerjasama antara fasilitas kesehatan dengan komunitas untuk menurunkan kejadian prematuritas di Indonesia. “Dalam dua tahun ini telah banyak yang kita lakukan untuk menyokong peralatan CPAP untuk 2 RS percontohan kita dan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan maupun kader untuk melakukan pencegahan prematuritas.” Pencegahan prematuritas ini disebut Supriyatiningsih dilakukan kepada ibu dengan anak prematur maupun pada para pihak lain yang memiliki resiko untuk mengalami kehamilan ataupun kelahiran prematrur baik remaja putri, pasangan suami istri usia subur, maupun perempuan hamil.
Kegiatan pelatihan ini disebut Supriyatiningsih yang akrab disapa Upi merupakan pengembangan dari pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pelatihan ini menurut Upi bertujuan untuk merefresh kembali kemampuan para tenaga kesehatan dalam menangani para bayi prematur di Rumah Sakit masing-masing. “Kami melihat kepentingan yang sangat besar atas pelatihan ini karena ketika bayi prematur di rujuk ke fasilitas Rumah Sakit kita yang kebanyakan Tipe C dan Tipe B maka tentu diperlukan kemampuan para dokter IGD atau Bangsal atau Perawat, dan Bidan untuk menghadapi bayi prematur. Maka dia diharapkan memiliki skill yang diutamakan yakni kemampuan resusitasi bayi-bayi kecil,” ungkapnya. Hal ini menurut Upi sesuai dengan rekomendasi WHO untuk manajemen prematuritas.
Materi pelatihan disampaikan oleh M. Bambang Edi Susyanto, seorang dokter spesialis anak di Asri Medical Center (AMC), Yogyakarta dan Mohammad Komarudin, Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah yang juga merupakan dokter spesialis anak. (Suri)

JAKARTA – Divisi Pendidikan Dasar Menengah dan Pesantren, Majelis PAUD Dasar Menengah PP ‘Aisyiyah gelar Workshop Menciptakan Sekolah dan Pesantren ‘Aisyiyah yang Outstanding dan Berkemajuan di Abad Kedua pada Sabtu (15/7/23). Acara yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta ini dilaksanakan di Gedung Business Center UMJ.

PADANG – Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah melakukan audiensi dengan Politeknik ‘Aisyiyah (Polita) Sumatera Barat pada Sabtu (8/7/23). Audiensi ini dilakukan setelah Ketua Umum PP ‘Aisyiyah bersama Ketua PP ‘Aisyiyah , Latifah Iskandar menghadiri gelaran Milad ‘Aisyiyah ke-106 tahun yang diadakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Barat.
Dalam audiensi tersebut Salmah memberikan motivasi kepada segenap karyawan dan dosen Polita Sumbar agar dapat sepenuh hati mengembangkan kampus ber-tagline Kampus Vokasi Islam Berkemajuan ini. “Dalam perjalanan memasuki tahun ke-3 ini Polita ‘Aisyiyah Sumatera Barat sudah memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat dan bangsa,” ujar Salmah.
Salmah juga mendorong segenap komponen Polita Sumbar dapat melakukan promosi yang gencar di masa penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2023/2024 terutama untuk Program Studi (Prodi) baru yakni Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sarjana Terapan, dan Prodi Bisnis Jasa Makanan Sarjana Terapan, selain Prodi yang sudah ada yakni D3 Keperawatan. “Semoga prodi yang ada ini bisa membantu memberikan ketertarikan kepada calon mahasiswa untuk masuk ke Polita Sumbar.”
Direktur Polita Sumbar, Jeki Refialdinat mengucapkan terimakasih atas kesempatan audiensi yang dilakukan oleh Ketua Umum PP ‘Aisyiyah yang sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh karyawan dan dosen.
Disampaikan Jeki, Polita Sumbar menginjak usia tahun ke-3 sejak melakukan perubahan bentuk dari Akademi Perawatan (Akper)’Aisyiyah Sumbar pada 16 Oktober 2020. Ia mengharapkan Polita Sumbar dapat berkembang dan maju sebagaimana Perguruan Tinggi lain milik persyarikatan. “Kami berharap Polita Sumbar bisa tumbuh dan berkembang seperti universitas yang ada dimiliki Muhammadiyah ‘Aisyiyah lainnya seperti UMY, UMM, UMS, serta Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.”
Prodi Bisnis Jasa Makanan yang dimiliki Polita Sumbar disebut Jeki memiliki potensi yang cukup besar untuk menarik minat calon mahasiswa karena keberadaan Prodi ini belum banyak di Indonesia. “Untuk Bisnis Jasa Makanan di Indonesia baru ada dua yang satu di Universitas Ahmad Dahlan di Yogyakarta dan yang satu di Polita,” ujarnya. Sementara Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sarjana Terapan juga hanya ada satu-satunya di Sumatera Barat sementara di Perguruan Tinggi lainnya baru setara D3.
Dengan dua Prodi baru ini Jeki berharap akan jumlah mahasiswa baru di tahun akademik 2023/2024 akan semakin bertambah dan dapat mendukung perkembangan Polita ‘Aisyiyah Sumbar menjadi Politeknik yang unggul berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi terapan, budaya, dan nilai-nilai Islam Berkemajuan. (Suri)

Jl. KH. Ahmad Dahlan Nomor 32, 55161, Yogyakarta
Telp/Fax: 0274-562171 | 0274-540009
Jl. Menteng Raya No. 62, 10340, Jakarta Pusat
Telp/Faks: 021-3918318
Jl. Gandaria I/1, Kebayoran Baru, 12140, Jakarta Selatan
Telp/Faks: 021-7260492
ppaisyiyah[at]aisyiyah.or.id
