Gelar Perayaan Milad 109th ‘Aisyiyah, PWA Jateng Luncurkan 109 Mubalighat Penggerak Desa untuk Perkuat Ketahanan Keluarga
KARANGANYAR – Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah meluncurkan 109 Mubalighat Penggerak Desa dalam Jambore Dakwah Kemanusiaan yang digelar di Wonder Park, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada 27–28 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 670 peserta dari seluruh Jawa Tengah tersebut menjadi bagian dari peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah sekaligus momentum Hari Keluarga Nasional.
Peluncuran mubalighat penggerak desa menjadi langkah nyata ‘Aisyiyah dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui dakwah yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan keagamaan, tetapi juga menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Eny Winaryati, mengatakan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.
“Keluarga sakinah adalah unit terkecil yang menghadirkan lingkungan harmonis sekaligus menjadi pondasi terbentuknya Qaryah Thayyibah,” ujarnya.
Menurut Eny, penguatan keluarga perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Oleh karena itu, setiap program pendampingan yang dijalankan kader didorong berbasis data agar mampu memberikan solusi yang tepat sasaran dan berdampak berkelanjutan.
Selama dua hari pelaksanaan jambore, para mubalighat memperoleh penguatan kapasitas untuk mendampingi keluarga dan masyarakat melalui pendekatan dakwah yang memberdayakan. Selain pembinaan keagamaan, mereka juga dibekali kemampuan mengawal berbagai isu strategis, seperti ketahanan pangan, literasi digital, kesehatan reproduksi, pemberdayaan keluarga, hingga pelestarian lingkungan.
Ketua Panitia, Amiroh, menegaskan bahwa Jambore Dakwah Kemanusiaan merupakan titik awal penguatan peran kader di tengah masyarakat.
“Kami menyiapkan kader-kader yang siap turun langsung ke masyarakat untuk mewujudkan Qaryah Thayyibah melalui pendampingan keluarga dan desa secara berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ‘Aisyiyah Jawa Tengah juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra, di antaranya BAZNAS, BKKBN, dan sejumlah instansi pemerintah. Sinergi ini diarahkan untuk mendukung percepatan penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta penguatan ketahanan keluarga melalui gerakan pemberdayaan yang terukur dan berkelanjutan.
Selain meluncurkan 109 Mubalighat Penggerak Desa, PWA Jawa Tengah juga memperkenalkan Gerakan Perempuan Mengaji sebagai bagian dari upaya membangun Desa Sehat Mental Spiritual berbasis Qaryah Thayyibah.
Sementara itu, Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, mengajak seluruh kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk membangun kemandirian masyarakat melalui penguatan budaya zakat, infak, dan sedekah hingga ke tingkat desa.
“Kita bangun desa sadar zakat sehingga zakat menjadi kultur kehidupan masyarakat, karena salah satu kekuatan dakwah kita adalah kekuatan finansial,” ujarnya.
Melalui Jambore Dakwah Kemanusiaan ini, ‘Aisyiyah Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dakwah yang solutif dan berdampak bagi masyarakat. Penguatan kapasitas mubalighat, peluncuran kader penggerak desa, serta kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperkokoh ketahanan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih berdaya, sehat, dan berkemajuan.


