Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kesehatan, UNISA Yogyakarta Perkokoh Tradisi Akademik dan Riset
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menorehkan capaian akademik dengan mengukuhkan dua guru besar baru pada Kamis (25/6) di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta.
Dua akademisi yang dikukuhkan adalah Andari Wuri Astuti sebagai Guru Besar Ilmu Kebidanan dengan kepakaran Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan Berbasis Bukti, serta Wantonoro sebagai Guru Besar Ilmu Keperawatan dengan kepakaran Long Term Care. Pengukuhan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.
Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti, menyampaikan bahwa pencapaian guru besar merupakan hasil dari proses panjang yang penuh dedikasi, ketekunan, dan perjuangan akademik. Menurutnya, pengukuhan ini bukan sekadar pencapaian jabatan, tetapi peneguhan komitmen bahwa ilmu pengetahuan harus menjadi jalan untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Setyabudi Indartono, turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa gelar guru besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga inovasi, meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, serta melahirkan generasi guru besar berikutnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyampaikan bahwa pengukuhan dua guru besar ini menjadi momentum penting bagi perjalanan UNISA Yogyakarta.
“Pengukuhan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan UNISA sebagai perguruan tinggi yang terus melahirkan cendekiawan dan menggerakkan kemajuan bangsa.” Jelasnya.
Salmah menambahkan bahwa pengukuhan guru besar tidak hanya menjadi pengakuan atas capaian akademik seseorang, tetapi juga memperkuat posisi keilmuan yang akan terus dikembangkan untuk kemaslahatan masyarakat.
“Pengukuhan hari ini tidak hanya sekadar mengukuhkan guru besarnya, tetapi juga menancapkan bendera keilmuan di bidangnya masing-masing.” tambahnya dalam sambutan.
Menurut Salmah, UNISA telah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tradisi keilmuan, budaya akademik, dan riset di bidang kesehatan, sejalan dengan sejarah awal berdirinya sebagai sekolah tinggi ilmu kesehatan. Ia berharap semangat tersebut terus berkembang, sehingga seluruh program studi di UNISA mampu melahirkan lebih banyak profesor di masa mendatang.
Salmah juga mendorong agar para dosen, khususnya dua guru besar yang baru dikukuhkan, semakin aktif menyebarluaskan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Dengan demikian, capaian akademik tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi mampu menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Selain itu, ia berharap sinergi seluruh sivitas akademika terus terjaga untuk memperkuat budaya akademik yang telah dibangun selama ini.
“Semoga semua usaha dan kerja keras antara rektor dan seluruh sivitas akademika untuk saling menguatkan satu sama lain dalam mendorong tradisi akademik yang sudah berlangsung dapat berjalan dengan baik.” tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut, Salmah juga mengucapkan selamat kepada kedua guru besar. Ia menyebut Andari Wuri Astuti sebagai profesor organik kedua di bidang kebidanan setelah Prof. Mudhilah, sementara Wantonoro menjadi profesor organik pertama di bidang keperawatan di UNISA Yogyakarta.
Pengukuhan dua guru besar ini semakin memperkuat ekosistem akademik, riset, dan pengabdian di UNISA Yogyakarta. Kehadiran keduanya diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berdampak luas sekaligus memperkokoh peran UNISA sebagai perguruan tinggi berkemajuan yang berkontribusi bagi pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (nola)


