Salmah Orbayinah: “Kita Harus Membawa Harapan, Bukan Keputusasaan”
Medan – Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengajak seluruh kader ‘Aisyiyah untuk senantiasa menjadi pembawa harapan di tengah beragam persoalan kemanusiaan yang terus berkembang. Menurutnya, kader ‘Aisyiyah harus mampu memperkuat persatuan, menghadirkan solusi, dan terus menggerakkan dakwah kemanusiaan sebagai ikhtiar mewujudkan perdamaian.
Pesan tersebut disampaikan Salmah dalam amanatnya secara daring pada Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Utara di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (6/7/2026).
Menurut Salmah, tema Milad ‘Aisyiyah tahun ini “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” tetap relevan di tengah berbagai tantangan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kemiskinan, konflik, krisis moral, kerusakan lingkungan, hingga persoalan perempuan dan anak.
“Tema ini tidak pernah usang dimakan zaman karena persoalan kemanusiaan selalu hadir dari waktu ke waktu. Karena itu, kader ‘Aisyiyah harus terus membawa persatuan, bukan mempertajam perbedaan. Kita harus membawa harapan, bukan keputusasaan,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa perdamaian yang diperjuangkan ‘Aisyiyah harus dimulai dari keluarga yang sakinah, masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an, serta organisasi yang kokoh dalam semangat berjamaah.
Salmah juga mengajak seluruh kader menjadikan Milad ke-109 sebagai momentum refleksi atas perjalanan panjang ‘Aisyiyah sebagai Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan yang telah melintasi berbagai zaman melalui dakwah pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan, hingga pembangunan peradaban bangsa.
“Ini menjadi refleksi bagi kita semua, sejauh mana perjuangan itu telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam amanatnya, Salmah mengibaratkan kader ‘Aisyiyah sebagai burung garuda yang mampu terbang tinggi membawa cita-cita besar, memiliki pandangan luas dalam membaca perubahan zaman, sekaligus tetap kokoh berpegang pada nilai-nilai Islam Berkemajuan.
“Kita hadir bukan dari kenyamanan. Kita hadir karena keikhlasan untuk menjawab persoalan yang menjadi kebutuhan umat. Angin boleh berhembus, tantangan boleh datang, tetapi sayap perjuangan ‘Aisyiyah harus tetap kuat. Sayap keikhlasan, tauhid yang murni, keimanan, dan ketakwaan harus terus menguatkan langkah kita.”
Mengakhiri amanatnya, Salmah mengajak seluruh kader terus mengepakkan sayap perjuangan ‘Aisyiyah sebagaimana garuda yang terbang tinggi menghadapi perubahan zaman dengan keberanian, optimisme, dan semangat dakwah pencerahan.
“Semoga Milad ke-109 ini menjadi penguat bagi kita semua untuk menjadikan Muktamar ke-49 sebagai momentum melahirkan karya-karya besar menuju ‘Aisyiyah masa depan.” (Suri)


