Soft Opening Aisyi Tower Hotel, Ikhtiar Tajdid dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Muhammadiyah di Klaten
Klaten — Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kab. Klaten menggelar Soft Opening Aisyi Tower Hotel pada Ahad (16/6/2026), bertepatan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah. Kehadiran hotel ini menjadi tonggak baru pengembangan amal usaha ekonomi ‘Aisyiyah yang diharapkan mampu memberikan manfaat sosial, ekonomi, sekaligus dakwah bagi masyarakat luas.
Ketua PDA Klaten, Sri Mulyani Rahayuningsih, menjelaskan bahwa pembangunan Aisyi Tower didasarkan pada kajian dan analisis kebutuhan masyarakat serta peluang industri perhotelan di Klaten. Menurutnya, masih terbuka ruang bagi hotel yang memiliki nilai pembeda dibandingkan kompetitor yang telah ada.

“Aisyi Tower Klaten menyasar kebutuhan penginapan masyarakat dan wisatawan, sekaligus kebutuhan ruang pertemuan yang eksklusif, aman, nyaman, dan modern bagi pebisnis, traveler, keluarga, penyelenggara wedding, instansi pemerintah, maupun perusahaan,” ujarnya.
Hotel bernuansa modern minimalis ini memiliki dua lantai dengan total 28 kamar yang terdiri atas delapan kamar tipe dormitory, 12 kamar Deluxe King, enam kamar Deluxe Twin, dan dua kamar President Suite. Selain itu, Aisyi Tower juga dilengkapi ballroom berkapasitas hingga 300 orang, dua ruang pertemuan berkapasitas masing-masing 50 orang, kolam renang, pusat kebugaran, perpustakaan anak, taman bermain, kafe, restoran, area promosi UMKM, serta lahan parkir yang luas.
Sri menambahkan bahwa pengelolaan hotel akan menginduk pada SM Tower Malioboro. Melalui pola tersebut, kader-kader ‘Aisyiyah di Klaten akan mendapatkan pendampingan agar mampu mengelola hotel secara profesional dan mandiri di masa mendatang.
“Kami berharap Aisyi Tower mampu memberikan dampak positif di bidang sosial dan ekonomi. Sebanyak 85 persen tenaga kerja berasal dari warga Klaten. Di bidang keamanan kami memberdayakan kader Muhammadiyah dari Kokam, sementara kebutuhan konsumsi hotel juga melibatkan pelaku usaha lokal,” katanya.
Selain berorientasi pada pelayanan dan pemberdayaan ekonomi, hotel ini juga memperhatikan aspek keberlanjutan melalui sistem pengolahan limbah cair dan pengelolaan sampah yang disiapkan untuk mendukung operasional yang ramah lingkungan.
Sementara itu, Ketua PDM Klaten, Iskak Sulistiya, menilai pembangunan Aisyi Tower merupakan wujud nyata semangat tajdid yang menjadi salah satu karakteristik Islam Berkemajuan Muhammadiyah.

“Tajdid bukan hanya tentang ajaran, tetapi juga bagaimana menggerakkan dan menyegarkan amal usaha kita. Pembangunan Aisyi Tower ini adalah kreativitas baru dalam pengembangan amal usaha yang dilakukan PDA Klaten. Ini bagian dari mengerahkan segala kemampuan untuk menghadirkan program dan kebaruan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Iskak juga menyatakan dukungan penuh PDM Klaten terhadap pengembangan Aisyi Tower, termasuk dalam berbagai aspek perizinan. Bahkan, PDM Klaten berkomitmen menjadi pelanggan pertama hotel tersebut dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Majelis Pendidikan se-Klaten di Aisyi Tower.
“Semoga amal usaha ini bukan hanya menjadi wajah bisnis, tetapi juga menjadi wajah dakwah Persyarikatan Muhammadiyah,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media, Deni Asy’ari, menyebut Aisyi Tower sebagai wajah baru bisnis perempuan Muhammadiyah. Hotel ini menjadi hotel ketiga yang dibersamai Suara Muhammadiyah setelah SM Tower Malioboro dan SM Tower Berau.
“Aisyi Tower murni didirikan dengan pembiayaan internal ‘Aisyiyah. Kami ingin menunjukkan bahwa meskipun dengan berbagai keterbatasan, selama ada ikhtiar dan konsolidasi internal yang kuat, kita mampu menghadirkan hotel ini tanpa bergantung pada pinjaman perbankan,” ujarnya.

Deni menilai momentum soft opening yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam memiliki makna tersendiri. Menurutnya, hijrah bukan sekadar perpindahan waktu, melainkan transformasi spiritual dan sosial yang diwujudkan dalam kerja nyata.
“Apa yang dihadirkan oleh ‘Aisyiyah hari ini adalah wujud transformasi spiritual dan transformasi sosial. Bertepatan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah, ini menjadi bagian dari ibtida bil khair, mengawali sesuatu yang baik, yang diharapkan memberikan manfaat luas bagi warga persyarikatan dan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Deni menjelaskan bahwa Aisyi Tower tidak hanya hadir sebagai hotel, tetapi juga sebagai ruang literasi. Setiap kamar telah dilengkapi buku dan majalah Suara Muhammadiyah, tersedia perpustakaan anak, serta berbagai sudut hotel yang dihiasi narasi inspiratif tokoh-tokoh perempuan berkemajuan.
“Secara fisik ini memang hotel, tetapi secara makna tidak sekadar tempat penginapan. Ini adalah hotel literasi yang memberikan pencerahan dan pengayaan wawasan sehingga memiliki karakter yang berbeda dibandingkan hotel lainnya,” jelasnya.
Deni menambahkan bahwa saat ini Aisyi Tower berstatus hotel bintang dua karena persyaratan jumlah kamar untuk kategori bintang tiga belum terpenuhi. Namun, pihaknya optimistis dalam satu tahun ke depan akan dilakukan penambahan kamar sehingga kapasitas hotel semakin meningkat.
“Walaupun ini hotel bintang dua, kami berusaha menghadirkan fasilitas setara hotel bintang empat. Insyaallah tahun depan akan ditambah sekitar 10 kamar lagi sehingga benar-benar sesuai dengan namanya, Aisyi Tower,” pungkasnya.
Soft Launching ini turut dihadiri juga oleh Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah; Bendahara Umum PP ‘Aisyiyah, Diyah Suminar; Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir beserta jajarannya; PWA Jawa Tengah; Staf Ahli Bupati Klaten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Joko Istanto; serta segenap pimpinan dan senior ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah Kabupaten Klaten. (Suri)


