PDA Kota Surabaya Perkuat Tata Kelola Organisasi melalui Capacity Building Pimpinan
YOGYAKARTA — Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya menggelar Capacity Building Pimpinan bertema “Tata Kelola Kuat, Organisasi Berdampak” di Kantor Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah Yogyakarta, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pimpinan agar mampu menerjemahkan kebijakan organisasi menjadi aksi nyata di lapangan.
Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Tri Hastuti, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang diikuti oleh para pimpinan PDA Kota Surabaya tersebut. Kegiatan dilaksanakan secara luring sebagai ruang penguatan pemahaman pimpinan terhadap tata kelola organisasi sekaligus pembaruan berbagai aturan dan pedoman ‘Aisyiyah.
Capacity Building Pimpinan ini dilaksanakan seiring dengan pembaruan aturan, Qaidah, Pedoman, AD/ART, serta Tuntunan Administrasi ‘Aisyiyah. Pembaruan tersebut perlu diikuti dengan penguatan kapasitas pimpinan agar dapat dipahami dan diterapkan secara tepat dalam pelaksanaan organisasi.
Tri Hastuti menekankan bahwa penguatan kapasitas pimpinan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap aturan secara administratif, tetapi juga bagaimana aturan dan kebijakan tersebut dapat diterjemahkan dalam kerja-kerja organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Penguatan kapasitas pimpinan ini penting agar setiap pembaruan aturan, pedoman, dan tuntunan administrasi ‘Aisyiyah tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi benar-benar dapat diterjemahkan dalam tata kelola organisasi dan kerja-kerja nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Tri.
Menurut Tri, tata kelola yang kuat menjadi salah satu fondasi penting bagi organisasi untuk bergerak secara lebih terarah. Karena itu, pimpinan perlu memiliki pemahaman yang sama terhadap aturan dan kebijakan organisasi sekaligus mampu menerjemahkannya sesuai kebutuhan dan tantangan di lapangan.
“Tata kelola yang kuat menjadi fondasi bagi organisasi untuk bergerak lebih terarah. Karena itu, pimpinan perlu memiliki pemahaman yang sama terhadap aturan dan kebijakan organisasi, sekaligus mampu menerjemahkannya sesuai kebutuhan dan tantangan di lapangan,” katanya.
PDA Kota Surabaya Dorong Tata Kelola Berbasis Sistem
Sekretaris PDA Kota Surabaya, Shohifah, menyampaikan bahwa kegiatan Capacity Building Pimpinan ini menjadi langkah penting dalam merespons perubahan aturan, Qaidah, dan Pedoman ‘Aisyiyah. Penguatan tersebut diharapkan dapat mendorong pengelolaan organisasi yang semakin tertib dan berkelanjutan, dengan mengutamakan sistem yang berjalan, bukan bergantung pada siapa yang sedang memimpin.
“Kegiatan Capacity Building ini kami lakukan terkait dengan perubahan aturan, Qaidah, dan Pedoman dalam tata kelola organisasi. Harapannya, ke depan pengelolaan organisasi bisa lebih tertib karena kita tidak lagi hanya berbicara tentang siapa pimpinannya, tetapi bagaimana sistem berjalan dalam pengelolaan organisasi,” ungkap Shohifah.
Ia menjelaskan, materi yang diperoleh selama kegiatan di Kantor PP ‘Aisyiyah diharapkan dapat diterapkan secara nyata oleh seluruh jajaran PDA Kota Surabaya. Materi yang disampaikan oleh Tri Hastuti, serta materi dari Dr. Siti Aisyah, M.Ag., mengenai tata kelola, administrasi, teknik berdakwah, dan karakteristik mubalighat, menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi sekaligus pelaksanaan dakwah.
“Harapan kami, setelah mendapatkan materi secara langsung dari Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Ibu Dr. Tri Hastuti Nur Rahmi, M.S.I., selama sehari di Kantor PP ‘Aisyiyah, kami mampu melaksanakan semua ilmu yang telah dipaparkan. Baik terkait tata kelola dan administrasi maupun teknik berdakwah serta karakteristik mubalighat yang disampaikan oleh Ibu Dr. Siti Aisyah, M.Ag. Semoga semua ini mampu mengubah hal-hal yang masih kurang baik menjadi lebih baik,” jelasnya.
Memperkuat Administrasi, Pendataan, dan Dakwah Digital
Lebih lanjut, Shohifah menegaskan komitmen PDA Kota Surabaya untuk menindaklanjuti hasil kegiatan melalui penguatan tata kelola organisasi, pendataan anggota, pengelolaan aset, serta pengembangan dakwah melalui media sosial.
Menurutnya, penguatan organisasi perlu disertai semangat dan niat yang kuat untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh. Dengan demikian, hasil kegiatan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi dapat diwujudkan dalam perubahan dan perbaikan kerja organisasi sehari-hari.
“Bismillah, dengan semangat dan niat yang kuat, kami akan terus melaksanakan tata kelola dalam berorganisasi, melakukan pendataan anggota dan aset, serta mengembangkan dakwah melalui media sosial,” tutur Shohifah.
Melalui kegiatan ini, para pimpinan PDA Kota Surabaya diharapkan semakin memahami pembaruan aturan, pedoman, dan tuntunan administrasi ‘Aisyiyah serta mampu mengimplementasikannya dalam pengelolaan organisasi. Penguatan tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya tata kelola organisasi yang semakin tertib, efektif, dan mampu menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan tata kelola yang kuat, ‘Aisyiyah diharapkan dapat memperkuat gerakan hingga tingkat Pimpinan Ranting sehingga setiap kebijakan dan program tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat luas. (Nola)


