Salmah Orbayinah Tekankan Implementasi AIK bagi Lulusan UNISA Bandung
Bandung — Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang perlu diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan pengabdian para lulusan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung. Pesan tersebut disampaikan Salmah dalam sambutannya pada acara wisuda UNISA Bandung (15/10)
Salmah mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studi melalui proses panjang, sekaligus mengapresiasi dukungan orang tua, keluarga, dan para pendidik yang turut mengantarkan keberhasilan mereka.
Menurut Salmah, wisuda bukan sekadar penanda keberhasilan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi kehidupan. Karena itu, pendidikan tinggi perlu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki landasan iman dan integritas dalam menjalani kehidupan.
“Pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan memperoleh ilmu dan gelar akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang beriman, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan.” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, implementasi AIK menjadi penting untuk memastikan nilai-nilai Islam tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari. Iman bisa menjadi landasan moral dalam mengambil keputusan, ilmu menjadi bekal untuk mengembangkan kapasitas diri, sedangkan amal merupakan perwujudan nyata dari pengetahuan dan keyakinan yang dimiliki.
Bagi lulusan UNISA Bandung, nilai-nilai AIK diharapkan dapat tercermin dalam profesionalitas, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kesediaan untuk mengabdikan keahlian bagi kepentingan masyarakat. Pemahaman terhadap nilai-nilai dan ideologi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah juga menjadi bekal untuk menjalankan peran di berbagai bidang tanpa kehilangan orientasi pada nilai keislaman dan kemanusiaan.
Di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat, lulusan perguruan tinggi juga dituntut untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Namun, penguasaan ilmu dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai agama agar kemajuan yang dicapai tetap berorientasi pada kemaslahatan.
Menutup sambutannya, menurut Salmah, UNISA Bandung telah membekali mahasiswa melalui pembelajaran akademik dan AIK, serta pengembangan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan penguasaan teknologi informasi. Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lulusan untuk menghadapi tantangan profesional sekaligus menjalankan tanggung jawab sosialnya.
“Implementasi AIK menjadi bagian penting dalam menghadirkan lulusan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga beriman, berakhlak, dan mampu membawa manfaat bagi kehidupan sesuai dengan semangat Islam Berkemajuan.” tutupnya. (Nadya)-Nola


