Lazismu PP ‘Aisyiyah Salurkan Bantuan untuk Rumah Oksigen Balita yang Terdampak Karhutla di Kalimantan Barat
KALIMANTAN BARAT-Kantor Lazismu PP ‘Aisyiyah menyalurkan bantuan untuk mendukung pendirian Rumah Oksigen Balita bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat pada (7/10). Bantuan ini ditujukan kepada Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Barat untuk mendukung upaya penanganan dampak kabut asap, khususnya bagi bayi dan balita yang termasuk kelompok paling rentan terhadap paparan udara tidak sehat.
Bencana kabut asap akibat karhutla menyebabkan masyarakat menghadapi kesulitan mendapatkan udara bersih. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang memiliki bayi dan balita. Paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta memperburuk kondisi kesehatan anak. Situasi ini mendorong perlunya ruang yang lebih aman dan nyaman bagi balita untuk beristirahat dan mengurangi paparan asap.
Melalui bantuan tersebut, Kantor Lazismu PP ‘Aisyiyah turut mendukung inisiatif keluarga besar Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Kalimantan Barat dalam menghadirkan Rumah Oksigen Balita. Program ini tidak hanya berfokus pada upaya mengurangi paparan udara yang tercemar, tetapi juga memperhatikan kenyamanan psikologis anak. Lingkungan yang aman, nyaman, dan dilengkapi sarana pendukung diharapkan dapat membantu mengurangi rasa takut serta memberikan ruang bagi balita untuk beristirahat dan menjalani kegiatan pemulihan psikologis atau trauma healing.
Bantuan disalurkan melalui PWA Kalimantan Barat dan selanjutnya dikelola oleh Lazismu Kalimantan Barat. Adapun bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan penunjang Rumah Oksigen Balita, mulai dari alat pemurni udara (air purifier) Aqua Purifier KJ300F-VNUI, masker, tisu basah dan kering, hingga perlengkapan istirahat seperti kasur, bantal, tikar, karpet, rak penyimpanan, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Penanggungjawab program dari KL Lazismu PP ‘Aisyiyah, Rifka Anisa, mengatakan bahwa Lazismu PP ‘Aisyiyah juga memberikan bantuan meliputi makanan ringan untuk balita, susu, vitamin anak, serta sejumlah peralatan kesehatan, seperti nebulizer Omron NE-C28, termometer, dan timbangan digital. Untuk mendukung kenyamanan anak selama berada di lokasi, turut disediakan permainan edukatif yang dapat digunakan sebagai sarana bermain sekaligus membantu menjaga kondisi psikologis balita di tengah situasi bencana.
Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kalimantan Barat. Pihak yang terlibat antara lain PWA Kalimantan Barat, Lazismu Kalimantan Barat, Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PWA, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Kalimantan Barat, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kubu Raya, Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Kubu Raya, serta Majelis Kesehatan Sosial (MKS) PWM Kalimantan Barat. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak karhutla, terutama kelompok usia dini.
Rumah Oksigen yang dikembangkan di Kalimantan Barat juga hadir melalui sejumlah titik layanan di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Lokasi tersebut mencakup SMA Muhammadiyah 1 Pontianak sebagai Posko Koordinasi Utama Karhutla Muhammadiyah Kalimantan Barat, ITEKES Muhammadiyah Kalbar di Sungai Raya Dalam, Universitas Muhammadiyah Pontianak di Jalan Ahmad Yani, Politeknik ’Aisyiyah (POLITA) Pontianak di Jalan Ampera, SMK 1 Muhammadiyah Kubu Raya di Rasau Jaya, serta SD Muhammadiyah 1 dan 2 Pontianak. Dukungan lainnya tersedia di Muhammadiyah Health Care Center (MHCC) Desa Kapur, Kubu Raya, serta melalui layanan Rumah Oksigen bergerak di Parit Timur, Sungai Ambawang, dan Puskesmas Korpri, Sungai Raya Dalam. Pengembangan layanan juga menjangkau Sintang melalui kolaborasi Muhammadiyah dan Forstar.
Rifka mengatakan bahwa Rumah Oksigen Balita tersebut berlokasi di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Arteri Supadio, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, menjadi salah satu bagian dari upaya penyediaan ruang yang mendukung kebutuhan bayi dan balita di tengah kondisi kabut asap. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat membantu keluarga memperoleh akses terhadap lingkungan yang lebih nyaman selama bencana berlangsung.
“Melalui dukungan tersebut, Kantor Lazismu PP ‘Aisyiyah berharap beban keluarga yang terdampak karhutla, khususnya yang memiliki bayi dan balita, dapat berkurang. Program Rumah Oksigen Balita diharapkan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak, sekaligus memberikan dukungan terhadap kesehatan dan kondisi psikologis mereka selama menghadapi bencana.” ujarnya.
Kolaborasi berbagai unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ini juga menjadi wujud kepedulian bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. (Nadya)-Nola


