Dalam Rangka Milad IGABA ke-29: PW IGABA Jateng Teguhkan Komitmen Mencerdaskan Negeri
Semarang-Pimpinan Wilayah Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Jawa Tengah gelar Apel Akbar Milad TK ABA ke-107 dan Milad IGABA ke-29 di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah (24/10). Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkokoh Organisasi Profesi, Melejitkan PAUD ‘Aisyiyah untuk Generasi Berkemajuan” dihadiri lebih dari 10.000 peserta.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, serta Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Salmah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya apel akbar yang menghimpun ribuan guru TK ABA dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Menurutnya, momentum milad ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan profesionalitas guru dan kualitas pendidikan anak usia dini.
“Sepertinya baru kali ini IGABA Jawa Tengah mengumpulkan seluruh para guru yang bisa hadir hampir 10.000 dalam satu event yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Ia berharap momentum milad ini dapat mendorong peningkatan kualitas sekolah, perlindungan dan perkembangan anak, serta pemberdayaan keluarga. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang pembaruan (tajdid) untuk mengembangkan TK ABA agar semakin maju dan berkembang.
Salmah menegaskan bahwa TK ABA memiliki peran penting dalam perjalanan dakwah pendidikan ‘Aisyiyah. Pendidikan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keislaman.
“Juga yang lebih penting lagi adalah dibangun karakter yang baik, menanamkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tuturnya.
Menurutnya, penanaman nilai-nilai tersebut menjadi ciri khas pendidikan TK ABA. Anak-anak juga dibimbing untuk mengembangkan kemandirian dan kepedulian terhadap sesama sebagai bekal dalam kehidupan.
Ketua PW IGABA Jawa Tengah, Nursih, turut mengajak para guru ‘Aisyiyah untuk terus percaya diri dalam menjalankan peran sebagai pendidik. Ia mengingatkan bahwa guru PAUD memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Tunjukkan rasa percaya diri kalian. Jangan pernah ragu atau minder. Kita adalah garda terdepan dalam membentuk karakter generasi emas bangsa dan mencetak kader Persyarikatan,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan ucapan selamat Milad IGABA ke-29 sekaligus apresiasi kepada para guru TK ABA atas dedikasi mereka dalam mendidik anak sejak usia dini.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi yang menentukan keberhasilan pendidikan pada tahap berikutnya. Mu’ti mengibaratkan pendidikan sebagai sebuah bangunan yang membutuhkan fondasi kokoh agar dapat berdiri dengan kuat.
“Pendidikan anak usia dini adalah iabarat pohon akar-akaranya dimulai dari Pendidikan anak usia dini, dengan kalau akar itu kuat maka pohon akan tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Mu’ti juga menekankan pentingnya pendidikan sejak dini dalam membangun karakter dan menumbuhkan nilai-nilai kebaikan. Menurutnya, anak-anak yang mendapatkan fondasi pendidikan yang kuat diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian terhadap pengembangan taman kanak-kanak, kelompok bermain, dan tempat penitipan anak.
Apel akbar ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada guru TK ABA yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun serta berbagai penampilan dari para peserta.
Melalui momentum Milad TK ABA ke-107 dan IGABA ke-29, diharapkan semangat para pendidik semakin kuat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, membentuk karakter anak, dan memperkuat kontribusi pendidikan ‘Aisyiyah bagi lahirnya generasi berkemajuan. (Nadya)-Nola


