Milad IGABA ke-29: LLHPB PWA Jateng Gaungkan Gerakan Muhammadiyah ‘Aisyiyah Peduli Sampah (GMAPS)
Semarang — Peringatan Milad Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) ke-29 se-Jawa Tengah tidak hanya menjadi momentum mempererat silaturahmi para pendidik, tetapi juga menguatkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kolaborasi dengan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, mengusung semangat pengelolaan sampah melalui Gerakan Muhammadiyah ‘Aisyiyah Peduli Sampah (GMAPS).
Ketua IGABA Jawa Tengah, Nursih, menggandeng LLHPB PWA Jawa Tengah untuk mengedukasi peserta sekaligus mendorong penerapan konsep zero waste selama kegiatan berlangsung. Kolaborasi ini menjadi upaya membangun kesadaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan organisasi.
Untuk mendukung pelaksanaan gerakan tersebut, empat personel LLHPB diterjunkan langsung ke lokasi. Tim dipimpin oleh Koordinator Divisi Lingkungan Hidup LLHPB Jawa Tengah, Deny Ana, bersama perwakilan LLHPB dari Kendal, Demak, dan Kota Semarang.
Para relawan menjalankan tugas dengan mengedukasi peserta dan memantau pengelolaan sampah di berbagai area GOR Jatidiri. Deny juga berkoordinasi dengan pembawa acara, Dyah Nugrahani, untuk menyampaikan pesan kebersihan kepada peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Upaya tersebut turut didukung melalui penyebaran pamflet edukasi pengelolaan sampah sebelum acara dilaksanakan. Langkah ini dilakukan untuk membangun kesadaran peserta sejak awal agar turut menjaga kebersihan lingkungan dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
Ketua LLHPB Jawa Tengah, Lilik Tri Prihantini, mengapresiasi keterlibatan para relawan dalam mengawal gerakan peduli sampah pada kegiatan tersebut. Kolaborasi antara IGABA dan LLHPB diharapkan dapat memperkuat kebiasaan menjaga lingkungan dalam berbagai aktivitas organisasi ‘Aisyiyah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LLHPB Kota Semarang, Nurlaela, berharap sosialisasi GMAPS tidak berhenti pada kegiatan milad, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan hingga tingkat ranting.
“Tugas telah terlaksana dengan baik. Acung jempol untuk PW IGABA yang konsisten mengedukasi peserta. Semoga gerakan peduli sampah ini tidak sekadar menjadi slogan, melainkan terus berlanjut hingga tingkat ranting dan menjadi gaya hidup warga persyarikatan,” ujar Nurlaela.
Menurutnya, pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan perlu menjadi bagian dari budaya organisasi. Dengan demikian, gerakan peduli sampah tidak hanya hadir dalam kegiatan tertentu, tetapi juga menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menguatkan kepedulian terhadap lingkungan, peringatan Milad IGABA ke-29 juga menjadi ruang refleksi bagi para pendidik dalam menjalankan perannya mendampingi tumbuh kembang anak. Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengingatkan pentingnya guru untuk terus mengembangkan kapasitas diri agar dapat memberikan pendidikan yang berkualitas.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki tanpa membatasi cita-cita mereka berdasarkan profesi tertentu.
Melalui momentum milad ini, penguatan kompetensi pendidik dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi dua hal yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkemajuan. Guru tidak hanya berperan mendampingi perkembangan anak, tetapi juga dapat menanamkan kebiasaan baik, termasuk tanggung jawab menjaga lingkungan, sejak usia dini. (Nola)


