PCIA Malaysia Dukung Pendidikan Anak Pekerja Migran Indonesia
Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia. Melalui program bantuan pendidikan dan pembinaan karakter, PCIA Malaysia berupaya mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia di perantauan agar tetap memperoleh kesempatan belajar dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia. Dukungan juga melibatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan Pengawasan Pendidikan Nonformal Indonesia. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperluas dukungan pendidikan bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia.
Salah satu program yang dijalankan ialah pemberian bantuan finansial bagi sebagian siswa sekolah dasar. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama Majelis Pendidikan dan Kader dengan Majelis Sosial PCIA Malaysia. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus membantu anak-anak melanjutkan pendidikan.
Perhatian terhadap pendidikan juga diwujudkan melalui kegiatan pembinaan keagamaan. Setiap Ramadan, PCIA Malaysia menyelenggarakan pesantren Ramadan bagi anak-anak berusia 5–16 tahun. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mereka untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus belajar membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, PCIA Malaysia bersama PCIM Malaysia mengadakan kegiatan santunan Ramadan. Program pemberian alat tulis bagi anak-anak MIM Malaysia juga terus dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan belajar. Kegiatan santunan Ramadan tersebut telah berjalan selama 15 edisi.
Ketua PCIA Malaysia, Dini Hidayani, menegaskan bahwa pendampingan anak-anak Indonesia di perantauan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan belajar, tetapi juga pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai positif sejak dini.
“Kami ingin memastikan anak-anak Indonesia tetap mendapatkan hak belajar dan pembinaan karakter di tanah rantau. Sangat penting bagi mereka untuk tumbuh dengan nilai-nilai akhlak dan kepedulian,” tegasnya.
Akses Pemberdayaan dan Kesehatan
Di luar bidang pendidikan, PCIA Malaysia turut mendorong pemberdayaan anggota melalui pelatihan keterampilan. Melalui Majelis Pendidikan dan Kesehatan Rumah Tangga, anggota mendapatkan kesempatan untuk mempelajari keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha.
Berbagai pelatihan yang diselenggarakan mencakup pembuatan tempe, tapai, buket bunga, serta pengolahan bahan herbal menjadi jamu. Anggota juga dibekali pengetahuan untuk mengolah minyak jelantah menjadi sabun. Kegiatan ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui upaya mengurangi limbah rumah tangga.
PCIA Malaysia juga memperhatikan aspek kesehatan melalui Rumah Sehat ‘Aisyiyah. Anggota memperoleh pelatihan bekam dan akupunktur sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan mengenai perawatan kesehatan. Program ini melengkapi kegiatan pemberdayaan yang dijalankan agar anggota memiliki bekal keterampilan dan pengetahuan yang bermanfaat.
Berbagai program tersebut memperlihatkan komitmen PCIA Malaysia dalam mendampingi diaspora Indonesia melalui pendidikan, pembinaan keagamaan, pemberdayaan, dan kepedulian lingkungan. Melalui kolaborasi dan kegiatan yang berkelanjutan, PCIA Malaysia berupaya menghadirkan dakwah ‘Aisyiyah yang mencerahkan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di perantauan. (Nadya)-Nola


