Hadapi Kabut Asap Karhutla: Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia berdampak pada kesehatan dan kehidupan masyarakat. Asap kebakaran menyebabkan gangguan pernapasan serta mengurangi ketersediaan air bersih. Menanggapi kondisi tersebut, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mengerahkan berbagai upaya kemanusiaan untuk membantu warga terdampak.
Melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Muhammadiyah berkoordinasi dengan pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat penanganan bencana. Salah satu langkah yang dilakukan ialah mengoperasikan mobil oksigen dan mengelola Rumah Singgah Oksigen di Kalimantan Barat serta Kalimantan Tengah. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu warga yang mengalami sesak napas akibat paparan asap kebakaran.
Di Kalimantan Tengah, penanganan darurat dilakukan melalui Pos Komando dan Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Siaga/Tanggap Darurat Karhutla. Posko ini menjadi pusat koordinasi dalam mengatur respons dan layanan bagi masyarakat terdampak.
Ketua Poskor, Inayati Muharini, menyampaikan bahwa Poskor Muhammadiyah telah diaktifkan sejak Jumat, 21 Agustus 2026. Selain memberikan bantuan secara langsung, Poskor juga menjalankan fungsi koordinasi untuk memperluas jangkauan pelayanan di wilayah terdampak.
“Selain melaksanakan respons dan layanan langsung, Poskor juga berfungsi mengoordinasikan Pos Layanan (Posyan) Muhammadiyah yang dibentuk di daerah. Posyan menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan respons Muhammadiyah terhadap kondisi karhutla,” ujar Inayati.
Sementara itu, ‘Aisyiyah turut mengambil peran dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap. Di Kalimantan Utara, ‘Aisyiyah membagikan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan atau ISPA. Masyarakat juga mendapatkan imbauan mengenai pentingnya menggunakan air bersih secara bijak serta menghemat penggunaannya selama musim kemarau.
Upaya kemanusiaan juga dilakukan oleh ‘Aisyiyah Kalimantan Selatan. Para guru dan murid diajak melaksanakan salat istiska serta berdoa bersama memohon turunnya hujan. Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual di tengah kondisi kekeringan dan kebakaran yang melanda sejumlah wilayah.
Di Kalimantan Timur, ‘Aisyiyah menyalurkan bantuan kesehatan dan logistik bagi masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi masker dan vitamin. Layanan kesehatan juga diberikan kepada warga serta anak-anak yang terdampak kabut asap.
Adapun ‘Aisyiyah Kalimantan Barat memberikan edukasi mengenai penggunaan masker dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak. Kegiatan ini dilaksanakan hingga wilayah Ketapang untuk membantu warga menjaga kesehatan selama menghadapi paparan asap kebakaran.
Berbagai langkah tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam penanganan bencana. Melalui koordinasi lintas wilayah dan pelayanan langsung kepada masyarakat, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah berupaya meringankan dampak karhutla sekaligus menjaga kesehatan warga.
Ikhtiar ini menjadi wujud kepedulian kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan dasar selama bencana berlangsung. (Nadya)-Nola


