PWA Kalimantan Utara Perkuat Dakwah Perempuan melalui Pelatihan Mubalighat
Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Utara melalui Majelis Tabligh menyelenggarakan Pelatihan Mubalighat di Kabupaten Malinau. Kegiatan ini menjadi upaya untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam menyampaikan dakwah sekaligus menjawab kebutuhan pembinaan umat di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan kader.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 16 kader aktif ‘Aisyiyah. Peserta terdiri dari 12 orang yang berasal dari Kabupaten Malinau dan empat orang dari Kabupaten Tana Tidung. Kegiatan tersebut dirancang untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan dakwah agar mampu menjalankan peran mubalighat di lingkungan masing-masing.
Selain meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan materi keagamaan, pelatihan ini juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman ideologi dakwah yang berlandaskan Al-Qur’an. Dengan bekal tersebut, para kader diharapkan mampu menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan mendorong kemajuan masyarakat.
Ketua PWA Kalimantan Utara, Mardhiana, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya tindak lanjut setelah pelatihan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pembekalan. Para peserta diharapkan dapat menerapkannya melalui gerakan dakwah yang berkelanjutan di daerah masing-masing.
“Setelah ini, para peserta dapat menindaklanjuti pelatihan ini dengan menyelenggarakan Gerakan Perempuan Mengaji di daerah masing-masing, sebagai bentuk kesinambungan gerakan dakwah dan pembinaan umat di tingkat lokal,” jelasnya.
Arahan tersebut menjadi dorongan bagi para kader untuk mengambil peran lebih aktif dalam membangun kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Gerakan Perempuan Mengaji juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama yang dapat mempererat hubungan antaranggota sekaligus memperluas jangkauan dakwah ‘Aisyiyah.
Di tingkat organisasi, PWA Kalimantan Utara turut memperkuat konsolidasi melalui penerapan konsep 5P yang meliputi Penataan, Pendataan, Pendanaan, Penguatan, dan Pendampingan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program organisasi berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Mardhiana juga menyoroti pentingnya memperluas jejaring dengan berbagai pihak. Dukungan dari mitra internal maupun eksternal dinilai dapat memperkuat pelaksanaan program dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Kerja sama tersebut dapat dibangun bersama antarmajelis dan amal usaha ‘Aisyiyah. Selain itu, organisasi juga dapat menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, komunitas, media, dunia usaha, hingga lembaga filantropi.
Melalui pelatihan dan penguatan organisasi ini, PWA Kalimantan Utara berupaya menyiapkan kader mubalighat yang memiliki kapasitas keilmuan sekaligus kepedulian terhadap masyarakat. Kehadiran kader perempuan diharapkan dapat memperluas ruang dakwah dan pembinaan umat hingga ke wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen ‘Aisyiyah dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak dakwah. Dengan kader yang terampil dan jejaring yang semakin luas, gerakan dakwah di Kalimantan Utara diharapkan terus tumbuh serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (Nadya)-Nola


