Wisuda X UNISA Surakarta: 788 Lulusan Siap Berkontribusi untuk Mencerahkan Bangsa
Surakarta – Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Surakarta kembali mengukuhkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui penyelenggaraan Wisuda X dan Sumpah Profesi pada Rabu (28/10/2026). Mengangkat tema “Generasi Berdaya, Mengukir Karya, Mencerahkan Bangsa”, kegiatan tersebut berlangsung di Edutorium KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Wisuda tahun ini memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya peran generasi muda dalam melanjutkan perjuangan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Kegiatan diawali dengan Sidang Terbuka Senat Unisa Surakarta yang dipimpin Ketua Senat, Wahyuni. Prosesi berlangsung khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars ‘Aisyiyah, serta penampilan Tari Gendhewa Pinentang oleh mahasiswa Unisa Surakarta.
Dalam laporan akademiknya, Wakil Rektor I Unisa Surakarta, Tri Susilowati, menyampaikan bahwa sebanyak 788 wisudawan mengikuti prosesi wisuda tahun 2026. Jumlah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar universitas dalam menghadirkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, berintegritas, serta mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi pemindahan tali kuncir, penyerahan ijazah dan sertifikat profesi, serta pengambilan sumpah profesi bagi lulusan Diploma III Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners, dan Diploma IV Fisioterapi.
Pengambilan sumpah profesi disaksikan oleh pimpinan universitas, perwakilan organisasi profesi, dan rohaniwan. Prosesi ini menjadi peneguhan komitmen para lulusan untuk senantiasa menjunjung tinggi etika, tanggung jawab, dan nilai-nilai moral dalam menjalankan profesinya.
Pendidikan Harus Melahirkan Karya dan Pengabdian
Rektor Unisa Surakarta, Diah Rahmawatie, dalam sambutannya mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal untuk mengabdikan ilmu secara lebih luas kepada masyarakat.
Mengambil filosofi Tari Gendhewa Pinentang yang ditampilkan mahasiswa, ia mengibaratkan para lulusan sebagai anak panah yang telah dipersiapkan melalui proses pendidikan. Setelah ditempa, mereka diharapkan mampu melesat menuju cita-cita sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Kepintaran saja tidak cukup; kita membutuhkan integritas. Gelar saja tidak cukup; kita membutuhkan karya. Keberhasilan pribadi saja tidak cukup; kita perlu menghadirkan manfaat bagi sesama,” tuturnya.
Sejalan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Diah juga mengajak para lulusan untuk mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Jika dahulu para pemuda bersatu untuk meneguhkan Indonesia, maka hari ini generasi muda harus bersatu untuk memajukan Indonesia,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor turut memaparkan sejumlah perkembangan dan capaian akademik Unisa Surakarta sepanjang 2026. Di antaranya penambahan satu dosen dengan jabatan akademik Lektor Kepala, lima dosen berhasil meraih gelar doktor, serta empat program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan memperoleh akreditasi Unggul.
Selain itu, rata-rata kelulusan uji kompetensi dari tiga program studi mencapai 96,15 persen. Bahkan, Program Studi Diploma III Keperawatan berhasil mencatatkan kelulusan uji kompetensi sebesar 100 persen.
Berbagai capaian tersebut menjadi wujud kesungguhan Unisa Surakarta dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan, memperkuat kualitas sumber daya pendidik, serta mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia profesional.
LLDIKTI Wilayah VI Apresiasi Transformasi Unisa Surakarta
Apresiasi terhadap perkembangan Unisa Surakarta juga disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Aisyah Endah Palupi. Ia menyampaikan penghargaan kepada Rektor beserta seluruh civitas akademika atas berbagai prestasi dan kemajuan yang telah diraih institusi.
Menurutnya, LLDIKTI Wilayah VI terus mengikuti perkembangan Unisa Surakarta, baik dari sisi prestasi mahasiswa maupun peningkatan jabatan akademik dosen.
“Unisa Surakarta telah membuktikan komitmennya untuk terus bertransformasi menuju perguruan tinggi yang unggul, inklusif, dan berorientasi pada masa depan,” ungkapnya.
Ia berharap Unisa Surakarta semakin berkembang melalui penguatan kemitraan strategis dengan dunia industri dan perguruan tinggi global. Selain itu, implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka diharapkan terus dioptimalkan untuk mendukung lahirnya generasi emas Indonesia.
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah: Lulusan Harus Menjaga Akhlak dan Memberi Manfaat
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Surakarta, Mahasri Shobahiya, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para wisudawan serta peserta sumpah profesi yang telah menyelesaikan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa wisuda tidak semata-mata menjadi seremoni penanda keberhasilan akademik. Lebih dari itu, momentum ini merupakan awal dari tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan menghadirkan kontribusi nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Mahasri juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta dinamika dunia kerja menuntut setiap lulusan untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kompetensi. Namun, kemampuan intelektual perlu senantiasa berjalan beriringan dengan kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, serta akhlak mulia.
Pesan serupa disampaikan perwakilan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Fitri Arofiati. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dari gerakan pencerahan yang menjadi pijakan perjuangan ‘Aisyiyah.
Sejarah panjang gerakan pendidikan ‘Aisyiyah di Surakarta, menurutnya, menjadi modal sekaligus tanggung jawab untuk terus mengembangkan institusi pendidikan yang unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Unisa Surakarta diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan dengan kompetensi akademik dan profesional yang mumpuni, tetapi juga membentuk pribadi yang berpegang teguh pada nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Dengan demikian, para lulusan mampu menjadi insan yang berintegritas, membawa semangat dakwah pencerahan, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Melalui Wisuda X dan Sumpah Profesi ini, Unisa Surakarta meneguhkan kembali peran pendidikan sebagai jalan untuk membangun generasi berdaya, berkarya, dan berkemajuan. Para lulusan diharapkan mampu melanjutkan semangat tersebut melalui pengabdian nyata demi kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan. (Nola)


