PAUD ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Kukup Koya Jayapura Hadirkan Pendidikan Inklusif Berlandaskan Cinta dan Kepedulian
Jayapura – Pendidikan yang bermakna tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada upaya membangun karakter, menumbuhkan harapan, serta memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.
Nilai tersebut menjadi semangat yang terus dihidupkan oleh PAUD ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Kampung Kukup Koya Koso, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua. Sejak berdiri pada 2007, lembaga pendidikan ini berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang inklusif dengan mengedepankan pendekatan humanis, kasih sayang, dan penghargaan terhadap keberagaman karakter serta kebutuhan anak.
Komitmen tersebut mendapat perhatian melalui kunjungan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah pada Kamis (29/10/2026). Kunjungan ini dihadiri Ketua Majelis PAUD Dasmen PP ‘Aisyiyah, Fitniwilis, bersama Diah Mutiara.
Kehadiran rombongan PP ‘Aisyiyah menjadi momentum silaturahmi sekaligus bentuk dukungan dan apresiasi terhadap dedikasi para pendidik yang selama ini membersamai anak-anak asli Papua di Kampung Kukup. Di tengah berbagai keterbatasan, para guru terus berikhtiar menghadirkan ruang belajar yang aman, ramah, dan memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk berkembang.
Dedikasi Guru yang Melampaui Ruang Kelas
Salah satu kisah inspiratif dari PAUD ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Kukup Koya hadir melalui sosok Euis Siti Romlah. Dengan kesabaran dan pendekatan penuh kasih sayang, Euis berupaya membangun kedekatan dengan peserta didik, terutama anak-anak asli Papua yang membutuhkan pendampingan sesuai kondisi dan latar belakang masing-masing.
Baginya, setiap anak merupakan pribadi yang unik dan memiliki potensi tersendiri. Karena itu, proses pendidikan perlu dilakukan dengan pendekatan yang fleksibel, memahami kebutuhan anak, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan.
“Ketika ada peserta didik yang enggan atau kehilangan semangat untuk berangkat ke sekolah, saya tidak memilih untuk menyerah. Dengan penuh kasih sayang, saya akan menjemput anak tersebut agar tetap mendapatkan kesempatan belajar,” ungkap Euis.
Kepedulian Euis bahkan tidak terbatas pada kegiatan pembelajaran di sekolah. Dalam kondisi tertentu, ia turut membantu memandikan peserta didik yang membutuhkan pendampingan dan mengantarkannya kembali ke rumah setelah kegiatan belajar selesai.
Apa yang dilakukan Euis menjadi cerminan bahwa tugas seorang pendidik tidak semata-mata menyampaikan materi pelajaran. Lebih dari itu, guru hadir sebagai sosok yang mendampingi, memahami, dan memastikan setiap anak tetap memperoleh haknya untuk belajar dan berkembang.
Dedikasi tersebut juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap kondisi keluarga peserta didik. Bersama para guru lainnya, Euis turut membantu orang tua mengurus dokumen kependudukan yang belum dimiliki, seperti Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran.
Pendampingan ini menjadi langkah penting untuk membantu anak-anak memperoleh akses terhadap layanan pendidikan maupun administrasi kependudukan yang dibutuhkan.
Tidak Hanya Mendampingi Anak, tetapi Juga Menguatkan Pendidik
Komitmen PAUD ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Kukup Koya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas juga diwujudkan melalui perhatian terhadap peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Sekolah berupaya memberikan kesempatan kepada guru yang belum menyelesaikan pendidikan setingkat SMA untuk melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
Langkah ini menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas membutuhkan proses penguatan secara menyeluruh. Tidak hanya peserta didik yang perlu mendapatkan perhatian, tetapi para pendidik juga harus memperoleh kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Pendidikan Inklusif, Ikhtiar Memastikan Tidak Ada Anak yang Tertinggal
Pengalaman PAUD ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Kukup Koya memberikan gambaran bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar membuka pintu sekolah bagi anak-anak dengan latar belakang yang beragam. Lebih jauh, pendidikan inklusif merupakan upaya menghadirkan lingkungan belajar yang menghargai setiap pribadi, memahami kebutuhan anak, serta mengatasi berbagai hambatan yang dapat membatasi kesempatan mereka memperoleh pendidikan.
Dalam perspektif gerakan ‘Aisyiyah, ikhtiar menghadirkan pendidikan yang ramah anak merupakan bagian dari komitmen dakwah melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Kunjungan PP ‘Aisyiyah diharapkan dapat semakin memperkuat semangat para pendidik PAUD ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Kukup Koya untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berpihak kepada anak, khususnya di wilayah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan akses.
Sebab, setiap anak yang memperoleh kesempatan belajar hari ini merupakan bagian dari harapan keluarga dan investasi bagi masa depan bangsa. Dari Kampung Kukup Koya, Jayapura, tersampaikan sebuah pelajaran berharga bahwa pendidikan dapat tumbuh melalui cinta, kepedulian, dan ketulusan dalam membersamai sesama.
Dedikasi para guru menjadi bukti bahwa mendidik bukan hanya tentang mengajarkan pengetahuan, melainkan juga merawat kemanusiaan, menumbuhkan kepercayaan diri, dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.
Dengan semangat tersebut, PAUD ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Kukup Koya terus meneguhkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki nilai dan potensi, setiap anak berhak memperoleh pendidikan, serta setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang dan kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya. (Nola)


