Milad ke-109, ‘Aisyiyah Sulawesi Barat Perkuat Kolaborasi Hadapi Berbagai Tantangan Sosial
MAJENE – Peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah tingkat Sulawesi Barat berlangsung di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Majene, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari enam kabupaten di Sulawesi Barat.
Lebih dari sekadar perayaan hari lahir organisasi, momentum Milad ini menjadi ajang penguatan komitmen ‘Aisyiyah dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat, Sunarti Marlianti, menegaskan bahwa dakwah Islam harus diwujudkan tidak hanya melalui penyampaian lisan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, sejak didirikan oleh Siti Walidah pada 19 Mei 1917, ‘Aisyiyah telah menunjukkan bahwa gerakan dakwah dan pelayanan kemanusiaan merupakan dua hal yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan.
Pada usia ke-109 tahun, ‘Aisyiyah terus memperkuat kiprahnya melalui berbagai program strategis, antara lain penguatan pendidikan karakter, pemberdayaan ekonomi perempuan, peningkatan layanan kesehatan, serta upaya membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Peringatan Milad tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah Sulawesi Barat, Wakil Bupati Majene, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majene, para pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah, pimpinan amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah, organisasi perempuan Islam, serta pimpinan daerah, cabang, dan ranting ‘Aisyiyah se-Sulawesi Barat.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Majene, Andi Rita Mariani Basharoe, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata ‘Aisyiyah dalam pembangunan masyarakat. Ia mengajak seluruh kader ‘Aisyiyah untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Menurutnya, organisasi perempuan memiliki posisi yang strategis dalam mendukung pemantauan kesehatan ibu dan anak melalui Posyandu sehingga dapat membantu mencegah dampak stunting terhadap tumbuh kembang generasi mendatang.
“Saya sudah lama melihat kinerja para pengurus dan anggota ‘Aisyiyah yang luar biasa. Semoga ke depan kita dapat terus meningkatkan kolaborasi, khususnya dalam mengatasi stunting,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, KH Wahyun Mawardi, menyebut usia 109 tahun sebagai fase kematangan sekaligus momentum penguatan peran ‘Aisyiyah dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ia menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh kader. Pertama, menjaga marwah dan khittah organisasi dengan tetap menjauh dari politik praktis sehingga dapat mempertahankan independensi sebagai mitra strategis Muhammadiyah. Kedua, memperkuat peran sebagai garda terdepan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial kontemporer, seperti kecanduan gawai, judi online, radikalisme, stunting, dan berbagai tantangan lain yang mengancam kualitas kehidupan masyarakat. Ketiga, memastikan proses kaderisasi berjalan berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda, mahasiswa, dan pelajar agar lahir kader-kader ‘Aisyiyah yang kreatif dan berkemajuan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para kader ‘Aisyiyah yang selama ini konsisten mengabdikan diri untuk masyarakat.
“Ibu-ibu ‘Aisyiyah itu seperti bidadari bumi, lembut tetapi kuat, sabar namun tetap berani,” ungkapnya.
Selain itu, KH Wahyun menegaskan komitmen Muhammadiyah Sulawesi Barat untuk terus mendukung program-program ‘Aisyiyah melalui penguatan akses dan dukungan sumber daya yang tersedia di lingkungan amal usaha Muhammadiyah.
Melalui peringatan Milad ke-109 ini, ‘Aisyiyah Sulawesi Barat kembali menegaskan perannya sebagai organisasi perempuan yang selama lebih dari satu abad hadir dan bergerak untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.


