Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Resmikan Panti Al-Mahabbah ‘Aisyiyah: Wujudkan Amanah Wakaf untuk Generasi Berkemajuan
KEPULAUAN RIAU — Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbayinah, resmikan Panti Asuhan Al-Mahabbah ‘Aisyiyah di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Minggu (13/9/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari penguatan dakwah ‘Aisyiyah di bidang sosial dan kemanusiaan.
Panti Asuhan Al-Mahabbah ‘Aisyiyah berdiri di atas tanah dan bangunan yang merupakan wakaf almarhumah Ibu Muhairi. Sebelum wafat, almarhumah mewasiatkan rumah beserta tanah miliknya untuk dimanfaatkan bagi kepentingan sosial, khususnya sebagai panti asuhan Muhammadiyah di Kabupaten Karimun.
Amanah tersebut kemudian diwujudkan menjadi Panti Asuhan Al-Mahabbah ‘Aisyiyah. Kehadirannya diharapkan tidak hanya memberikan tempat tinggal dan perlindungan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi ruang pengasuhan, pendidikan, pembinaan karakter, serta penguatan kemandirian.
Nama Al-Mahabbah, yang berarti kasih sayang, menjadi semangat dalam pengelolaan panti. Anak-anak diharapkan memperoleh lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka, baik dari sisi pendidikan, keagamaan, akhlak, maupun keterampilan.
Salmah menyampaikan apresiasi atas amanah wakaf yang kini dikembangkan menjadi bagian dari gerakan sosial ‘Aisyiyah.
“Amanah wakaf bukan sekadar tentang aset yang diserahkan, tetapi bagaimana aset tersebut terus memberikan manfaat. Ketika wakaf ini menjadi tempat anak-anak belajar, tumbuh, mendapatkan kasih sayang, dan mempersiapkan masa depan, insyaallah manfaatnya akan terus mengalir sebagai amal jariyah,” ujar Salmah.
Apresiasi untuk Kader ‘Aisyiyah Kepulauan Riau
Dalam kesempatan tersebut, Salmah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kepulauan Riau, Pimpinan Daerah, pimpinan cabang dan ranting, kader, simpatisan, serta seluruh pihak yang selama ini turut menggerakkan dakwah ‘Aisyiyah di Kepulauan Riau.
Menurutnya, kondisi geografis Kepulauan Riau yang terdiri atas banyak pulau menghadirkan tantangan tersendiri bagi gerakan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat kader untuk terus memberikan pelayanan dan menjalankan dakwah.
Salmah mengaku bangga dan terharu melihat perjuangan ‘Aisyiyah di Kepulauan Riau yang terus bergerak di tengah berbagai tantangan.
“Saya merasa bangga sekaligus terharu melihat semangat ‘Aisyiyah di Kepulauan Riau. Kondisi kepulauan tentu memiliki tantangan tersendiri, tetapi itu tidak menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Justru dari sini kita melihat bahwa semangat ber-‘Aisyiyah dan semangat berkhidmat kepada masyarakat terus tumbuh,” ujar Salmah.
Hadirkan Ruang Tumbuh bagi Anak
Panti Asuhan Al-Mahabbah ‘Aisyiyah diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan dan perhatian, mendapatkan pendidikan, pembinaan keagamaan, penguatan karakter, serta keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk kehidupan mereka di masa depan.
Amanah wakaf almarhumah Ibu Muhairi pun diharapkan terus memberikan manfaat lintas generasi dan menjadi bagian dari perjalanan dakwah ‘Aisyiyah kini dan nanti. (Nola)


