LPPA dan LLHPB PDA Banyumas Gelar Seminar Lingkungan dan Kebencanaan
Banyumas — Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah (LPPA) bersama Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PDA Banyumas menggelar seminar bertema Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Isu Lingkungan dan Penanggulangan Bencana di Aula Abu Dardiri PDM Banyumas, Purwokerto, pada 14 Juni 2026. Kegiatan dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti pimpinan, kader, relawan, serta anggota ‘Aisyiyah se-Kabupaten Banyumas.
Seminar tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan risiko bencana. Dalam sambutannya, Ratifah menegaskan pentingnya peran ‘Aisyiyah dalam membangun ketangguhan masyarakat melalui sinergi riset, edukasi, dan aksi lapangan.
“Perubahan iklim bukan lagi sekadar prediksi masa depan, tetapi realitas yang kita hadapi saat ini. Karena itu, ‘Aisyiyah harus mengambil peran yang lebih strategis, tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga membangun ketangguhan masyarakat sebelum bencana datang,” ujarnya.
Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Ugung Dwi Ario Wibowo yang membahas ekoteologi Islam dan pendampingan psikososial kebencanaan, Elis Puspitasari tentang kepemimpinan perempuan dalam mitigasi bencana dan advokasi lingkungan, serta Ari Widayati yang memaparkan program pengelolaan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana yang dijalankan LLHPB PDA Banyumas.
Dalam paparannya, Elis menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menghadapi krisis iklim. “Menjaga lingkungan adalah amanah kekhalifahan, sedangkan membantu korban bencana merupakan implementasi nyata spirit Al-Ma’un dalam kehidupan,” katanya.
Peserta mengikuti seminar dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai penguatan peran perempuan, pengelolaan sampah, serta mitigasi bencana berbasis komunitas. Melalui kegiatan ini, PDA Banyumas berharap lahir berbagai langkah konkret untuk memperkuat kepedulian lingkungan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.


