Dukung Produk UMKM: ‘Aisyiyah Bangun Ekosistem Ekonomi Berkemajuan
Yogyakarta — Ketua Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Latifah Iskandar, mengajak warga ‘Aisyiyah untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan dukungan terhadap produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha sendiri. Hal tersebut disampaikan dalam acara Business Matching INKLUSI Keuangan dan Kemitraan pada (15/10) secara luring di kantor PP ‘Aisyiyah.
Latifah menuturkan, Indonesia telah menghadapi berbagai ujian ekonomi, termasuk krisis moneter yang memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan usaha. Namun, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pelaku UMKM, termasuk perempuan, memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dalam menghadapi perubahan.
“Secara umum, kita sudah menghadapi banyak ujian. Alhamdulillah, bangsa Indonesia ini lolos, khususnya ibu-ibu pelaku UMKM,” ungkapnya.
Menurut Latifah, pengalaman menghadapi krisis ekonomi menjadi pelajaran penting bahwa pelaku usaha perlu terus berinovasi, menjaga keberlangsungan produksi, serta memperkuat jaringan kerja sama. Tantangan ekonomi yang terjadi saat ini juga perlu disikapi dengan optimisme, kehati-hatian dalam menerima informasi, dan langkah konkret untuk memperkuat usaha.
Ia menilai, di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan memproduksi barang. Dukungan konsumen dan keberpihakan terhadap produk lokal juga menjadi faktor penting agar usaha dapat terus berkembang.
Dukungan Kemandirian Ekonomi
Latifah menekankan bahwa salah satu bentuk dukungan nyata terhadap gerakan ekonomi ‘Aisyiyah adalah dengan membeli produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha di lingkungan organisasi. Menurutnya, keberpihakan terhadap produk sendiri perlu diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Pesan saya, teman-teman ‘Aisyiyah itu hanya satu. Kalau program anda dibentangkan dengan pelaku usaha yang sudah besar, misalnya dengan perusahaan besar, kita harus tetap memperhatikan dan mendukung produk kita sendiri,” tuturnya.
Ia mengajak warga ‘Aisyiyah untuk mulai membangun kebiasaan membeli produk dari sesama pelaku usaha. Dukungan tersebut tidak harus dilakukan melalui pembelian dalam jumlah besar, tetapi dapat dimulai dari transaksi sederhana sesuai kebutuhan masing-masing.
Latifah menegaskan bahwa membeli produk sesama pelaku usaha merupakan salah satu cara untuk membantu keberlangsungan usaha, memperluas pasar, dan menjaga perputaran ekonomi di lingkungan masyarakat.
“Kalau bela ‘Aisyiyah, ya dengan membeli produk. Produk yang dihasilkan oleh usaha kita sendiri harus kita dukung,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan mendukung produk sendiri juga perlu diikuti dengan peningkatan kualitas produk dan kecerdasan konsumen dalam memilih barang. Dengan demikian, produk UMKM tidak hanya memperoleh dukungan karena berasal dari lingkungan organisasi, tetapi juga mampu bersaing melalui kualitas, manfaat, dan nilai ekonomi yang ditawarkan.
Membangun Ekosistem Usaha dan Memperkuat Ekonomi Keluarga
Dalam sambutannya, Latifah turut menyoroti pentingnya membangun ekosistem usaha yang saling mendukung di lingkungan ‘Aisyiyah. Pelaku usaha perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan produk, memperluas jaringan pemasaran, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.
Ia menyampaikan bahwa upaya pemberdayaan ekonomi perlu diarahkan agar semakin banyak pelaku usaha yang mampu tumbuh dan mandiri. Dukungan terhadap pengusaha kecil menjadi bagian penting dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat, khususnya di tingkat keluarga dan komunitas.
Latifah juga menyinggung pengembangan program ekonomi keluarga ‘Aisyiyah sebagai salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha. Melalui pendampingan dan pengembangan usaha, warga diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan bisnis, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi tidak cukup berhenti pada penyelenggaraan kegiatan atau pelatihan. Program tersebut perlu disertai upaya nyata untuk membantu pelaku usaha menjalankan bisnis, membangun jejaring, dan memperoleh akses terhadap peluang pasar.
Ia berharap kolaborasi antarpelaku usaha dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat usaha kecil agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kolaborasi untuk Memajukan UMKM
Latifah menilai kerja sama menjadi unsur penting dalam membangun kekuatan ekonomi warga ‘Aisyiyah. Pelaku usaha yang telah berkembang diharapkan dapat berbagi pengalaman dan membuka peluang kolaborasi bagi pengusaha pemula.
Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan UMKM perlu dibangun melalui keterlibatan berbagai pihak, mulai dari organisasi, pelaku usaha, konsumen, hingga lembaga yang dapat mendukung pengembangan bisnis. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan usaha yang produktif dan saling menguatkan.
Ia juga mendorong agar praktik kewirausahaan terus dikembangkan di lingkungan pendidikan, termasuk melalui pengalaman belajar usaha yang dapat menumbuhkan keberanian dan keterampilan berwirausaha sejak dini.
Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Menutup sambutannya, Latifah berharap para pelaku usaha yang hadir dapat terus mengembangkan bisnis dan mengambil bagian dalam memperkuat ekonomi bangsa. Ia mengajak seluruh pihak untuk saling mendukung agar usaha yang dirintis dapat tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM perlu dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk melalui kebiasaan membeli produk sendiri dan membangun kerja sama antarpelaku usaha.
Dengan semangat kebersamaan, pemberdayaan ekonomi di lingkungan ‘Aisyiyah diharapkan mampu memperkuat kemandirian keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong terwujudnya ekonomi Indonesia yang lebih tangguh dan berkemajuan. (Nola)


