Genap Usia Empat Tahun: PCIA Jepang Perkuat Dakwah di Negeri Sakura
Memasuki empat tahun perjalanan sejak didirikan pada 2022, Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Jepang terus memperluas kiprahnya melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Keberadaan PCIA Jepang menjadi ruang bagi diaspora Muslim Indonesia dan menjadi bagian dari upaya menghadirkan dakwah ‘Aisyiyah di tengah kehidupan masyarakat Jepang yang memiliki latar belakang budaya dan agama beragam.
Kegiatan yang diadakan PCIA Jepang menjangkau warga Indonesia yang tersebar di berbagai prefektur dengan menyesuaikan kebutuhan komunitas setempat. Salah satu agenda yang rutin dilaksanakan ialah pengajian bulanan. Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat pemahaman keislaman sekaligus menjaga kedekatan antarwarga Indonesia di perantauan. PCIA Jepang juga berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan pada bulan Ramadan.
Pada Idulfitri 1447 Hijriah, PCIA Jepang bersama PCIM Jepang untuk pertama kalinya menyelenggarakan Salat Idulfitri. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dan ditayangkan melalui TV One. Sementara itu, pelaksanaan Salat Iduladha pada 27 Mei 2026 berlangsung di kawasan Shizuoka, Jepang.
Aktivitas keagamaan juga berlanjut di luar Ramadan. PCIA Jepang menyelenggarakan tadarus daring setiap Ahad pagi melalui program ‘Ngaji wal Fajri’. Kegiatan ini diikuti anggota ‘Aisyiyah dari berbagai prefektur sehingga mereka tetap memiliki ruang untuk belajar bersama meskipun tinggal berjauhan.
Selain pengajian bulanan, PCIA Jepang mengadakan kajian rutin setiap tiga pekan melalui kolaborasi dengan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Materi kajian disusun agar dekat dengan kehidupan diaspora Indonesia. Pembahasannya antara lain mencakup literasi produk halal di negara dengan penduduk Muslim minoritas, strategi pemasaran, pemahaman bahan-bahan kritis, akses layanan kesehatan di Jepang, serta pengasuhan dan kehidupan keluarga.
Ketua PCIA Jepang, Kholifatul Arifah, menyampaikan bahwa berbagai program tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempertemukan anggota. Lebih dari itu, kegiatan organisasi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan dan keberdayaan warga.
“Bukan hanya menjadi tempat untuk berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk bertumbuh, berdaya, dan memberi manfaat. Dari Jepang, mari terus menebarkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama,” ungkap Arifah.
Upaya pemberdayaan juga dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan amal usaha Muhammadiyah. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan Internasional (PKM-KI UMS).
Dalam kolaborasi tersebut, PCIA Jepang menyelenggarakan webinar mengenai literasi dan kewirausahaan berkelanjutan. Kegiatan ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang peluang usaha yang berorientasi pada kelestarian lingkungan. Salah satu topik yang dibahas ialah green economy sebagai pendekatan ekonomi yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Pada pertengahan Agustus 2026, PCIA Jepang bersama perwakilan universitas juga mengadakan diskusi mengenai penjajakan pengabdian masyarakat internasional. Langkah ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam mengembangkan program pemberdayaan lintas negara.
Empat tahun perjalanan PCIA Jepang menunjukkan bahwa dakwah dapat diwujudkan melalui beragam kegiatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Melalui penguatan keagamaan, pendidikan, dan kolaborasi, PCIA Jepang terus berupaya menghadirkan manfaat bagi diaspora Indonesia sekaligus membawa nilai-nilai Islam yang berkemajuan di lingkungan multikultural. (Nadya)-Nola


