Jelang Tanwir ‘Aisyiyah, Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah Gelar Konsolidasi Nasional Batch 1
Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menggelar Konsolidasi Nasional Majelis Kesehatan Batch 1 pada Sabtu (10/10/2026) secara daring. Mengusung tema “Penguatan Kepemimpinan untuk Percepatan Aksi Dakwah Kesehatan ‘Aisyiyah yang Berkemajuan dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan arah dan agenda dakwah Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah ke depan.
Kegiatan ini diikuti oleh Majelis Kesehatan dari lebih dari 15 Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA), serta Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) dari berbagai wilayah di Indonesia. Para peserta mengikuti kegiatan secara daring dengan penuh semangat untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan langkah dakwah kesehatan di berbagai tingkatan kepemimpinan.
Konsolidasi ini meneguhkan kembali pentingnya penguatan kepemimpinan dan kelembagaan dalam menggerakkan aksi nyata dakwah kesehatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan kesehatan masyarakat yang menggembirakan dan menggerakkan, serta penyelenggaraan Amal Usaha Kesehatan ‘Aisyiyah (AUKESA) yang berkemajuan dan berdampak.
Dalam arahannya, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Nurjanah Djohantini, menekankan pentingnya kepemimpinan dalam menggerakkan aksi dakwah kesehatan ‘Aisyiyah. Kepemimpinan tidak hanya berperan dalam mengarahkan organisasi, tetapi juga menjadi penggerak bagi kader dan seluruh unsur Majelis Kesehatan untuk mempercepat pelaksanaan program dakwah kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Penguatan kepemimpinan menjadi aspek penting untuk menggerakkan aksi dakwah kesehatan ‘Aisyiyah. Melalui kepemimpinan yang kuat, program dakwah kesehatan diharapkan dapat berjalan lebih terarah, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah, Warsiti, menyampaikan materi mengenai kebijakan dan agenda strategis dakwah Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah. Materi tersebut menjadi potret capaian sekaligus penegas langkah Majelis Kesehatan dalam memperkuat arah gerakan, menyelaraskan program, dan memastikan keberlanjutan dakwah kesehatan di berbagai tingkatan organisasi.
“Kebijakan dan agenda strategis dakwah kesehatan ‘Aisyiyah menjadi pijakan untuk melihat capaian yang telah diraih sekaligus menegaskan langkah ke depan. Melalui konsolidasi ini, kita memperkuat kesamaan arah agar dakwah kesehatan ‘Aisyiyah semakin terkoordinasi dan berdampak,” jelasnya.
Menggerakkan dan Menggembirakan Dakwah Kesehatan untuk Masyarakat
Ketua Divisi Pemberdayaan Kesehatan PP ‘Aisyiyah, Ekorini Listiowati, menyampaikan materi tentang upaya menggerakkan dan menggembirakan dakwah kesehatan ‘Aisyiyah untuk masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan yang melibatkan kader dan masyarakat secara aktif dalam memperluas cakupan serta meningkatkan kualitas intervensi kesehatan.
“Pemberdayaan kesehatan perlu terus mengajak kader dan masyarakat untuk terlibat aktif. Penguatan cakupan dan kualitas intervensi harus berjalan beriringan dengan upaya mengurangi kesenjangan kesehatan yang masih ada di masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, pemberdayaan kesehatan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program, tetapi juga perlu menjawab kebutuhan masyarakat dan mengurangi kesenjangan akses maupun kualitas layanan kesehatan. Karena itu, keterlibatan kader, penguatan partisipasi masyarakat, dan peningkatan kualitas intervensi menjadi bagian penting dalam mewujudkan dakwah kesehatan yang lebih inklusif dan berdampak.
Melalui pendekatan yang menggembirakan dan menggerakkan, Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah di seluruh tingkatan diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat serta mampu mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.
AUKESA sebagai Pilar Dakwah Kesehatan ‘Aisyiyah
Ketua Divisi Pelayanan Kesehatan (Yankes) PP ‘Aisyiyah, Arlina Dewi, turut menyampaikan materi mengenai amal usaha sebagai pilar dakwah kesehatan, termasuk peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangannya.
Ia menegaskan pentingnya menempatkan Amal Usaha Kesehatan ‘Aisyiyah (AUKESA) sebagai bagian strategis dari gerakan dakwah yang terorganisasi dan berkelanjutan.
“AUKESA merupakan salah satu pilar dakwah kesehatan ‘Aisyiyah. Karena itu, pengembangannya perlu terus diperkuat dengan memahami peluang dan tantangan yang ada, membangun sinergi, serta memastikan layanan kesehatan yang diselenggarakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Konsolidasi ini meneguhkan kembali peran AUKESA sebagai bentuk dakwah yang dilembagakan. AUKESA tidak hanya menjadi sarana penyelenggaraan layanan kesehatan, tetapi juga bagian dari gerakan dakwah ‘Aisyiyah untuk menghadirkan pelayanan yang berkemajuan, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dan memberikan dampak nyata.
Melalui konsolidasi tersebut, Majelis Kesehatan di tingkat wilayah, daerah, dan cabang diharapkan semakin memahami arah pengembangan AUKESA serta memperkuat sinergi antarunsur organisasi. Dengan demikian, AUKESA dapat terus tumbuh sebagai pilar dakwah kesehatan yang memberikan manfaat lebih luas bagi umat dan masyarakat.
Meneguhkan Langkah Tindak Lanjut Dakwah Kesehatan
Sebagai tindak lanjut kegiatan, rencana tindak lanjut (RTL) disusun untuk memperkuat upaya menggerakkan dan menggembirakan dakwah kesehatan ‘Aisyiyah bagi masyarakat. RTL ini menjadi bagian penting dalam memastikan materi dan arahan konsolidasi dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret di masing-masing tingkatan kepemimpinan.
Melalui Konsolidasi Nasional Batch 1 ini, Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah berharap terbangun kesamaan arah, penguatan kepemimpinan, serta sinergi kelembagaan yang semakin kokoh. Dengan dukungan kader dan amal usaha kesehatan di seluruh tingkatan, dakwah kesehatan ‘Aisyiyah diharapkan semakin progresif, menjangkau lebih banyak masyarakat, serta menghadirkan pelayanan dan pemberdayaan kesehatan yang berkemajuan dan berdampak.
Konsolidasi ini sekaligus menjadi penguatan komitmen bersama menjelang Tanwir ‘Aisyiyah untuk memastikan dakwah kesehatan tidak berhenti pada perumusan kebijakan, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata yang menggerakkan kader, memperkuat kelembagaan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. (Nola)


