Majelis Kesejahteraan Sosial PP ‘Aisyiyah Dorong Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas lewat Keterampilan Digital
SURABAYA — Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menggelar Inclusive Creative Class bagi penyandang disabilitas usia produktif di Universitas Muhammadiyah Surabaya, 2–3 Oktober 2026.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas melalui pembekalan soft skill, keterampilan digital, serta pengenalan peluang ekonomi di era digital. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka akses bagi peserta untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Sekretaris Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Titi Aswiah, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen ‘Aisyiyah untuk menghadirkan program kerja yang memberikan perhatian terhadap penyandang disabilitas.
Menurutnya, kebutuhan pemberdayaan tidak hanya berkaitan dengan aspek sosial, tetapi juga kondisi ekonomi penyandang disabilitas dan keluarganya.
“Dari beberapa hasil penelitian singkat kita, ternyata latar belakang ekonominya juga membutuhkan mereka. Nah, dengan di belakang layar mungkin nanti kita akan bisa memberikan sedikit insentif, dalam artian apakah itu handphone atau apa untuk mereka supaya bisa berkarya,” ujar Titi.
Ia menjelaskan, pemberdayaan tersebut diarahkan agar peserta memiliki kemampuan yang dapat menghasilkan nilai ekonomi. Selain memberikan keterampilan, ‘Aisyiyah juga akan membangun jejaring dengan sejumlah pihak yang memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Yang pertama, supaya mereka bisa berkarya. Yang kedua, kita akan menjejaringkan dengan beberapa pihak yang mempunyai CSR untuk bisa menampung,” katanya.
Titi mengatakan penyandang disabilitas usia produktif memiliki potensi yang beragam. Sebagian memiliki kemampuan untuk bekerja di perusahaan, sementara lainnya dapat diarahkan menjadi wirausahawan maupun kreator konten.
“Disabilitas itu ada beberapa hal. Satu yang memang dia bisa bekerja atau dia yang bisa menjadi entrepreneur. Nah, yang bisa bekerja ini akan kita salurkan ke beberapa perusahaan yang mau menampung anak disabilitas,” jelasnya.
Sementara bagi peserta yang memiliki minat dan kemampuan di bidang kewirausahaan maupun konten kreator, program diarahkan untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari praktisi media, di antaranya Haris Dwi Susanto dan Rusdan Shuryansah, konten kreator dari Berita Jatim. Materi yang diberikan mencakup mindset kreator, peluang ekonomi digital, serta cara membangun personal branding melalui media sosial.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan CV, pembuatan portofolio digital, serta simulasi wawancara kerja. Materi tersebut ditujukan untuk membantu peserta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam proses rekrutmen.
Sementara pada hari kedua, pelatihan berlanjut dengan materi teknik fotografi dan videografi menggunakan telepon seluler. Peserta juga dibekali kemampuan storytelling dan copywriting untuk mendukung pembuatan konten digital.
Melalui Inclusive Creative Class, Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah berharap penyandang disabilitas usia produktif tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki akses lebih luas terhadap kesempatan kerja dan sumber-sumber ekonomi.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong penyandang disabilitas agar semakin mandiri, berdaya, dan mampu mengembangkan potensi mereka di tengah perkembangan ekonomi digital. (Nola)


