Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hadirkan 320 Ulama dalam Munas Tarjih ke-33
SURABAYA – Kota Surabaya dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih Muhammadiyah ke-33 karena memiliki keterkaitan historis dengan perjalanan pemikiran Tarjih Muhammadiyah. Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ustadi Hamzah, dalam acara pembukaan Munas Tarjih Muhammadiyah ke-33 pada (5/11).
Ustadi menjelaskan bahwa Surabaya merupakan kota kelahiran KH Mas Mansur yang merupakan tokoh pahlawan nasional sekaligus Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah pertama pada 1927.
“Pemilihan Surabaya ini dalam rangka menyambungkan legasi KH Mas Mansur sebagai putra Surabaya, pahlawan nasional, pionir pergerakan nasional, sekaligus peletak dasar Tarjih Muhammadiyah,” jelasnya.
Menurutnya, semangat perjuangan KH Mas Mansur dalam menggerakkan Muhammadiyah, umat Islam, dan bangsa Indonesia menjadi inspirasi penting bagi gerakan Muhammadiyah untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat.
Munas Tarjih Muhammadiyah ke-33 dihadiri sekitar 320 ulama Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Para peserta tersebut terlibat dalam pembahasan melalui lima komisi sesuai dengan tema yang telah ditetapkan.
Keterlibatan para ulama dari berbagai daerah diharapkan dapat memperkaya pembahasan serta menghasilkan keputusan tarjih yang memberikan manfaat luas bagi umat Islam.
Ustadi berharap, Munas Tarjih Muhammadiyah ke-33 dapat menghasilkan keputusan dan pemikiran yang memberikan sumbangan berarti bagi umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, serta masyarakat Indonesia secara luas. (Nola)


