Dosen Unisa Yogyakarta Kembangkan Aplikasi My SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara
Yogyakarta – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara, dosen Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mengembangkan inovasi aplikasi telepon pintar bernama My SADARI (Deteksi Lindungi Diri). Aplikasi ini hadir sebagai sarana edukasi, pendampingan, dan skrining awal mandiri untuk membantu perempuan lebih peduli terhadap kesehatan payudara.
Inovasi tersebut digagas oleh Intan Mutiara Putri, M.Keb., dosen Program Studi Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Unisa Yogyakarta, bersama tim akademisi sejak 2022. Pengembangan My SADARI dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), sebagai salah satu langkah mengenali perubahan atau tanda tidak normal pada payudara sejak dini.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, My SADARI dirancang agar informasi mengenai kesehatan payudara dapat diakses secara lebih mudah dan praktis. Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat membantu perempuan membangun kebiasaan melakukan pemeriksaan payudara secara rutin sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko kanker payudara.

Empat Fitur untuk Mendukung Kesadaran Kesehatan Payudara
My SADARI dilengkapi empat fitur utama yang dirancang untuk mendukung kebutuhan edukasi dan pemeriksaan mandiri. Fitur tersebut meliputi skrining faktor risiko, panduan visual pemeriksaan SADARI, pengingat pemeriksaan rutin setiap bulan, serta edukasi kesehatan payudara yang terintegrasi.
Fitur skrining faktor risiko membantu pengguna mengenali sejumlah faktor yang berkaitan dengan risiko kanker payudara. Sementara itu, panduan visual My SADARI memberikan arahan mengenai tahapan pemeriksaan payudara sendiri agar pengguna dapat memahami cara melakukan pemeriksaan dengan benar.
Aplikasi ini juga menyediakan fitur pengingat bulanan untuk mendorong pengguna membangun kebiasaan pemeriksaan secara teratur. Adapun fitur edukasi terintegrasi menjadi sarana bagi pengguna untuk memperoleh informasi seputar kesehatan payudara.
Intan menegaskan bahwa My SADARI bukan aplikasi untuk menegakkan diagnosis medis secara mandiri ataupun menggantikan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Aplikasi tersebut lebih diarahkan sebagai alat bantu edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan payudara.
“My SADARI bukan untuk mendiagnosis kanker payudara secara mandiri atau menggantikan peran dokter. Aplikasi ini kami hadirkan sebagai sarana edukasi dan pendampingan agar perempuan semakin peduli terhadap kesehatan payudaranya serta mampu mengenali perubahan sejak dini,” jelasnya.

Terus Dikembangkan agar Mudah Diakses Masyarakat
Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, tim pengembang terus melakukan pembaruan pada sistem aplikasi My SADARI. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperbarui server agar akses terhadap platform tersebut semakin mudah dan dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak kalangan.
Intan menjelaskan, pada tahap awal pengembangan, akses terhadap aplikasi masih terbatas. Namun, melalui pembaruan sistem yang terus dilakukan, My SADARI kini semakin terbuka sehingga masyarakat luas dapat mengakses dan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia.
“Dulu penggunanya terbatas, sekarang semua orang bisa mengakses My SADARI. Kami terus melakukan pembaruan server agar masyarakat lebih mudah dalam mengakses platform ini,” ungkap Intan.
Menurutnya, kemudahan akses menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan aplikasi kesehatan berbasis digital. Dengan akses yang lebih luas, informasi mengenai deteksi dini kanker payudara diharapkan tidak hanya menjangkau kalangan akademisi atau kelompok tertentu, tetapi juga masyarakat umum.
Ia berharap My SADARI dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan secara luas sebagai media edukasi kesehatan perempuan. Dengan demikian, semakin banyak perempuan yang memiliki pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan payudara sendiri serta tidak mengabaikan perubahan yang terjadi pada tubuhnya.
“Harapannya setelah ini My SADARI bisa tersebar luas dan semua orang bisa menggunakannya. Kami ingin aplikasi ini memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara,” pungkasnya.
Melalui inovasi My SADARI, Unisa Yogyakarta terus mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Inovasi ini sekaligus menjadi upaya menghadirkan edukasi kesehatan yang lebih mudah dijangkau, sehingga perempuan semakin berdaya dalam menjaga kesehatan dirinya. (Nola)


