Hutan Wakaf Siti Kanaya: Ikhtiar ‘Aisyiyah Padukan Pelestarian Alam dan Pemberdayaan Perempuan
PASURUAN – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur bersama Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) dan Eko Bhineka Muhammadiyah mengembangkan program Hutan Wakaf berbasis pemberdayaan perempuan sejak 31 Agustus 2026. Program ini menjadi ikhtiar nyata dalam memadukan pelestarian lingkungan dengan penguatan peran perempuan di tengah masyarakat.
Berlokasi di Aisyiyah Training Center (ATC) Jawa Timur, Kabupaten Pasuruan, kawasan percontohan ini diberi nama Hutan Wakaf Siti Kanaya, singkatan dari; Sinergi, Inovasi, Transformasi, dan Inklusi untuk Masyarakat Sejahtera. Kawasan seluas 3.300 meter persegi tersebut memanfaatkan lahan wakaf milik ‘Aisyiyah yang dikembangkan sebagai ruang konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan Hutan Wakaf Siti Kanaya tidak hanya berorientasi pada pelestarian keanekaragaman hayati, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan. Perempuan diharapkan menjadi bagian penting dalam pengelolaan lingkungan sekaligus memperoleh ruang untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
Koordinator Tim Pengelola Hutan Wakaf Siti Kanaya, Sumiati, berharap kawasan tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak.

Sebagai upaya memperkuat kapasitas pengelola, Eko Bhineka Muhammadiyah bersama LATIN menyelenggarakan pelatihan identifikasi, budidaya, dan pengelolaan rempah pada 14–15 Oktober 2026 di ATC Jawa Timur, Desa Kertosari, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini diikuti oleh tim pengelola dan mendapat dukungan dari PWA Jawa Timur.
Pelatihan tersebut mencakup pengenalan berbagai tanaman lokal, teknik penanaman dan perawatan, pengolahan rempah menjadi produk pangan dan minuman, hingga pengelolaan sampah organik. Materi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam mengelola potensi lingkungan menjadi sumber manfaat yang bernilai ekologis sekaligus ekonomis.
Melalui kegiatan ini, pengelolaan Hutan Wakaf Siti Kanaya diharapkan semakin berkembang sebagai model pengelolaan lahan wakaf yang berorientasi pada keberlanjutan. Selain menjaga kelestarian alam, kawasan ini juga diharapkan mampu membuka peluang pembelajaran, pengembangan keterampilan, serta penguatan ekonomi perempuan.
Ikhtiar tersebut menjadi bagian dari kontribusi ‘Aisyiyah dalam menghadirkan gerakan pemberdayaan yang berpijak pada nilai-nilai Islam berkemajuan. (Nola)


